Pena Hitam

Pena Hitam
59


__ADS_3

Kesalahan terbesar seorang suami adalah menyatukan istri dengan ibunya dalam satu rumah, sedangkan seorang suami di anggap gagal dalam membina rumah tangganya ketika hubungan istri dan ibunya tidak harmonis.


Tidak ada rumah tangga yang baik-baik saja, semua berjalan dengan ujian, ada yang mertua nya baik suaminya kurang baik, ada yang suaminya sangat baik mertuanya cerewet, ada yang suami dan mertuanya baik kakak iparnya kurang baik. Begitulah yang di namakan rumah tangga, terlepas dari itu semua, semua orang berharap rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.


Aku berusaha sekuat yang aku bisa menyelamatkan rumah tanggaku yang perlahan mulai goyah. Teringat akan guru terbaikku di masa sekolah menengah atas. Ia bilang Kehidupan yang sesungguhnya adalah ketika kita sudah menikah, bukan pada saat mengenakan seragam yang sama.


Itu sangat benar, ketika teman-temanku telah sukses dengan kemampuan yang mereka miliki, aku duduk termenung di kegelapan dengan kegagalan yang menghancurkan masa depan.


Sedih dan sesal yang selalu hadir di setiap lamunan, nyatanya tak merubah apapun dalam hidupku, dari cara mereka memperlakukanku yang istimewa ku pikir sudah waktunya aku bangkit.


"Baik, aku harus bangkit. Aku harus berani untuk bangun dan kembali berjalan, aku harus pergi lalu pulang membawa perubahan, mungkin semua akan terasa lebih indah ketika aku hijrah". Benakku, melayang entah kemana, pikiranku seakan menuntunku untuk segera bangkit dari keterpurukan, dari kegagalan yang pernah aku lakukan.

__ADS_1


Sementara aku tersesat dalam lamunan, Doni memikirkan jalan terbaik yang akan ia ambil sebagai seorang suami juga sebagai anak.


Ia berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah perumahan yang berada tepat di sebrang tempat ia bekerja. Dengan pikiran yang tak karuan, ia tidak mengira masalah akan muncul dengan cepat.


Matanya mulai melirik ke kanan dan ke kiri, mencari sebuah rumah untuk di sewa selama beberapa bulan ke depan.


"Cari apa jang (Ujang adalah panggilan secara umum untuk para laki-laki di suku sunda) ?" Tanya seorang nenek tua yang sedang duduk termenung di teras rumah miliknya, rupanya ia mengenal Doni. Ia adalah nenek pemilik warung langganan Doni membeli rokok atau sekedar membeli cemilan dan gorengan untuk sarapan.


"Saya lagi nyari rumah buat di sewa nek? kira-kira di daerah sini ada ngga yah?" Doni mengambil satu roti dan memakannya dengan lahap.


"Kebetulan sekali, rumah nenek kosong ngga ada yang ngisi, kalo mau kamu isi aja. Urusan bayar nanti aja kalo kamu udah punya uang".

__ADS_1


"Nenek serius? terima kasih banyak ya nek" kali ini Doni mulai bersemangat . Beban yang sedari kemarin ia pikirkan, akhirnya memiliki jalan keluar.


Doni segera mengambil handphone di saku celananya, lalu secepatnya mengirim pesan padaku.


***


"Aku sudah menemukan rumah untuk kita sewa, segera berkemas, siapkan apa saja yang akan kamu bawa ke sini , besok biar ku jemput". Satu pesan masuk melalui aplikasi whatsapp.


"Benarkah? kamu mau mendengarkanku?" Aku membalas pesan yang Doni kirim padaku beberapa detik yang lalu. Membaca pesan tersebut membuatku sangat gembira, akhirnya besok aku keluar dari neraka.


"Iya, beritahu kedua orang tuamu kita akan pindah besok".

__ADS_1


__ADS_2