
Tak terasa hari sudah mulai sore, padahal aku masih sangat betah berkeliling kota Bandung. Masih banyak sekali tempat bersejarah maupun tempat rekreasi di kota Bandung yang belum ku ketahui, meskipun aku lahir dan tumbuh di kota Bandung, tapi karena sejak kecil Babe dan Mama ga pernah mengijinkanku keluar rumah, jadinya aku hanya tau lingkungan sekitar ku saja.
Dan lagi sejak lulus SD kan aku di titipkan di pondok, jadi bagaimana bisa aku mengenal dan menjelajah tempat-tempat bersejarah. Toh setiap hari aktivitasku hanya belajar, mengaji dan terkadang menulis atau membuat puisi.
__ADS_1
Membosankan memang, Bagaimana lagi? babe sangat tegas, pemilih dan juga perfectsionis. Bahkan teman saja ia pilih-pilih, kalo aku mana pernah pilih-pilih teman, bagiku seseorang satu frekuensi denganku, ia membuatku nyaman berati ia temanku. Bahkan jika kau tau aku sudah seperti seorang lesbian, kemana-mana slalu bergandengan tangan dengan teman perempuan ku, sepanjang hidupku aku tidak memiliki teman pria satupun, bahkan seorang pacar jikapun ada aku tetap bersembunyi dari babe.
Walau aku tau. Pada dasarnya babe hanya ingin yang terbaik untukku, ia begitu haus akan pendidikan. Ia menekan semua anak-anak nya untuk slalu belajar, bahkan dari sejak bang Wildan lahir hingga ia berusia kepala tiga , ia tak pernah bekerja, babe mewajibkan nya untuk belajar dan mengaji, ia bilang kami sebagai anak-anak nya harus mengejar akhirat terlebih dahulu karena dengan begitu urusan dunia akan mengikuti tanpa harus sudah payah kami cari.
__ADS_1
Kami pulang dengan rasa lelah sekaligus senang, lelah tentu saja karena aku baru terlelap beberapa jam, sedangkan Putri dan yang lainnya selepas pulang bekerja mereka belum terlelap sama sekali, kasian mereka. Demi untuk menghibur ku, mereka rela tidak tidur seharian padahal aku yakin mereka sangat capek, tapi tetap pergi agar aku tersenyum dan melupakan kejadian yang mungkin hampir membuatku celaka.
Senang, jelas. Aku sangat senang hari ini. Mengingat ini adalah untuk pertama kalinya aku mengunjungi salah satu tempat bersejarah yang ada di kota Bandung, setelah malam tadi aku bergelut dengan rasa takut juga amarah yang membuat ku pagi tadi beradu argumen dengan Putri.
__ADS_1
Sedangkan Aida, sejak kejadian itu seakan perlahan menjauhi ku, entah apa alasannya akupun tak begitu peduli, bahkan rasanya masih sangat kesal jika ku ingat semua yang pernah di lakukan pria yang ia cintai padaku, anehnya ia seakan membela pria itu dan bukan aku. Padahal kan jelas sekali, pria kesayangannya telah menjebak ku.
Aku duduk tepat di samping Putri yang mulai terlelap , sudah tiga puluh menit lamanya kami duduk di dalam Busway, padahal sudah penuh tapi pak supir seperti enggan untuk berangkat lebih awal, entah apa yang sedang ia tunggu, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan teman-temanku belum tidur sama sekali, mereka juga harus bekerja mulai jam 7 malam hingga jam 7 pagi. Aku jadi tak tega melihat mereka kelelahan seperti itu.
__ADS_1