
Aku menggagagalkan rencanaku untuk kembali bekerja, dengan uang pemberian Doni yang cukup minim aku bertahan hidup. Waktu telah banyak berganti, detik menjadi menit, menit menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan. Begitu cepat ia berlalu, membuat ku terbiasa dengan luka dan air mata. Keluarga Doni yang tidak begitu menyukaiku , nyatanya membuatku menjadi sangat kuat , Juga kondisi keuangan kami yang semakin hari semakin memburuk tak membuat kami menyerah untuk mempertahankan rumah tangga ini.
Jelas ini masih tahun pertama kami berumah tangga, ada banyak hal yang perlu di selesaikan bersama.
Setiap hari ponselku selalu berdering, entah sebuah email atau sebuah pesan singkat masuk. Sering kali aku menonaktifkan ponselku karena merasa bosan, dengan pertanyaan demi pertanyaan yang aku sendiri tidak mengetahui jawabannya.
Pemberitahuan tunggakan atau tagihan membuatku muak, aku telah mengenakan kartu ini selama 7 tahun, anehnya tagihan dan tunggakan itu masuk ketika aku sudah menikah, padahal jelas-jelas aku tidak pernah meminjam uang kepada siapapun termasuk bank online. Bahkan aku tidak tau, kalo emailku terdaftar sebagai customer aktif dalam peminjaman bank online. Darimana ia tau data-data pribadiku? bukankah itu aneh?
__ADS_1
bahkan sedikitpun aku tidak pernah mengenal seperti apa bank online itu.
***
Yulia adalah kakak ipar Doni, ia istri dari kakak kandung keempat Doni. Usianya tak jauh beda denganku, ia lebih tua satu tahun di atasku. Sejak aku hamil 5 bulan hingga menikah aku cukup dekat dengannya, sering bertukar cerita dan berbagi banyak hal. Kita sama-sama saling mengunjungi satu sama lain. Rumahnya tak jauh dari rumah Doni, ia menikah dengan kakak kandung Doni karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya.
"Lalu? aku tau kau mengetahui banyak hal , mereka tidak begitu menyukaiku bukan?" Jawabku ketus, perasaanku mulai tidak enak, sepertinya ia akan menceritakan sesuatu yang akan membuatku terpuruk.
__ADS_1
"Ya begitulah, ia slalu ke sini setiap sore untuk membicarakan keburukanmu. Asal kau tau semua orang di sini sudah mengetahui keburukanmu, ia berbicara banyak hal, kepada semua orang yang ia temui".
"Ah yang benar saja, wanita tua itu selalu mencari masalah denganku, padahal aku slalu berusaha untuk menyayanginya, lalu untuk apa kau membicarakan ini padaku?" Aku mulai naik darah di buatnya, akhir-akhir ini aku sedikit sensitif, setiap kali ada yang membicarakan wanita tua itu rasanya aku ingin memakannya saja.
"Hei, kau pikir apa? bukankah kita ini teman ! sekarang ceritakan padaku, apa ia juga membenciku?" Rupanya ia cukup penasaran dengan wanita tua yang ku sebut mertua itu.
"Aku tidak tau, dan tak ingin tau. Tapi ia juga sering menjelek-jelekanmu, membicarakanmu banyak hal di belakangmu. Aku tak ingin memberitahu ini sebenarnya, hanya saja kau bertanya padaku. Rasanya aku mulai membencinya sekarang, apa ia slalu begitu kepada semua menantunya?"
__ADS_1
"Ya, mungkin. Kau tau istri dari anak laki-lakinya yang ketiga? menantunya yang sekarang selalu ia bangga-banggakan itu loh? dulu sebelum mereka menikah, mertuamu slalu pergi ke dukun untuk memisahkan mereka, tapi kenyataannya tuhan berkata lain, mereka sudah di takdirkan untuk berjodoh, hidupnya bahagia-bahagia aja tuh sampe sekarang". Kata Yulia, sepertinya iapun sama geramnya denganku.