
Aku tidak tau apa yang sedang ku rasakan, keadaan membuatku serba salah, kembali ku di hadapkan pada dua pilihan. Meneruskan langkah atau ku hentikan langkah, berjalan menuju hari yang terang sendiri atau kembali memaafkannya. Memulai kehidupan yang baru bersama, menjalani hari dengan kebiasaan lama yang ku rindukan.
Kegagalan membangkitkan ketakutan yang berlebihan, bagaimana jika nantinya kembali gagal? akan seperti apa kehidupan selanjutnya ? aku sudah begitu nyaman dengan hidupku saat ini, namun tak bisa di pungkiri rasa sepi itu terkadang ku rasakan, aku kembali terhanyut dalam dilema yang cukup dalam.
Benar, tidak ada yang bercerai karena tidak adanya kecocokan semuanya berjalan karena mengikuti ego. Ego yang telah menghancurkan, bahkan banyaknya kebaikan bisa hancur karena ego.
Sekilas terbayang keindahan dan kebahagiaan yang pernah kita buat bersama, ia begitu pandai membuatku tersenyum meski dalam amarah yang memuncak, rasanya aku sangat rindu. Namun, seketika lamunanku berubah menjadi amarah dan kebencian manakala ku teringat penghianatan yang ia berikan padaku.
Hari hari masih ku lalui dengan rasa bimbang, ada banyak sekali hal yang ku pikirkan. Aku ingin keluarga yang utuh, keluarga bahagia yang akan saling menguatkan satu sama lain. Tapi, itu hanya ada di dalam dongeng-dongeng yang tempo hari ku dengar dari Ayahku, yang selalu ia lantunkan sebelum aku terlelap.
__ADS_1
Mengapa kehidupan ku seperti ini? dunia berkali-kali menghantamku, menghempaskan tubuhku hingga jatuh dan terluka dengan sangat parah.
Kepada siapa aku harus mengeluh kalo bukan kepada-Nya, Ia bahkan membenci sebuah perceraian. Tapi, kenapa aku harus mengalaminya ?
Satu tahun hidup di perantauan tak membuatku menyerah akan hidup yang sangat keras, bahkan hingga saat ini tak ada yang tau bagaimana setatusku, hanya Bu April yang tau bagaimana kehidupan masa laluku, ia pun pandai menyimpan masa laluku rapat-rapat.
Hidupku sudah cukup bahagia, hikmah dari perceraian ku aku menjadi lebih dekat dengan keluarga, aku di segani dan di hormati tanpa mereka pedulikan bagaimana kelamnya masa laluku. Ini seperti surga baru bagiku, tapi di sisi lain perasaanku sangat sepi aku pun merindukan mereka , suara dari mereka, orang-orang yang ku cintai.
Setiap hari Mama memberi tahukan perkembangan anakku , ia tumbuh menjadi perempuan yang hebat, cerdas dan juga aktif.
__ADS_1
Mama mengurusnya dengan sangat baik, akupun tak mau membuat anakku kehilangan kasih sayang Ibunya, aku mengajarkan beberapa hadist dan doa-doa hafalan untuknya melalui telpon. Ia sangat pintar di usianya yang akan segera menginjak 2 tahun.
Selama perceraian terjadi aku tidak pernah mengijinkan Doni untuk menemui anakku, ku biarkan ia menderita di luar sana. Ku pikir itu hukuman yang pantas untuknya.
Setelah satu tahun lamanya, entah desas desus apa yang menghampiri keluarga Doni. Tiba-tiba Mamanya datang ke rumah untuk mencariku.
Tentu saja Mama menutupi keberadaanku, ia duduk bersimpuh di hadapan Mamaku, menangis dan menunduk meminta maaf kepada keluargaku.
Karma itu nyata, pada akhirnya Tuhan memberikanku kesempatan untuk menyaksikannya. Ia yang begitu membenciku bahkan tak peduli padaku, pada anakku. Tiba-tiba datang untuk meminta maaf kepadaku.
__ADS_1