
Ia datang menemui Mama, duduk bersimpuh di hadapan Mama dengan memamerkan wajah penuh sesal.
Satu bulan setelah aku meninggalkannya, usaha Doni bangkrut. Seluruh peralatan dan isi counter di jadikan jaminan oleh pihak Mall, termasuk beberapa etalase, lemari kaca tempat penyimpanan barang, alat-alat untuk memperbaiki handphone serta ponsel-ponsel yang ada . Ia tak hanya berurusan dengan pihak Mall tapi juga Bank, ia kembali terjerat hutang dengan jumlah yang cukup fantastis, ia tak mampu membayar sewa Mall sehingga kembali mengajukan pinjaman kepada salah satu Bank. Namun, usahanya tak membuahkan hasil teman-temannya mengkhianatinya, menusuknya dari belakang. Bahkan karyawannya yang tempo hari ia tolong menipu dan menjebak Doni agar counter tersebut pindah ke tangannya.
Doni pulang dengan keadaan tangan kosong, bahkan ia tak membawa baju sehelai pun kecuali pakaian yang ia kenakan, ia menjadi buronan. Banyak orang mencari keberadaannya, karena merasa tertipu oleh Doni .
Tak hanya itu, beberapa di antara mereka nekad mendatangi rumah Doni untuk meminta pertanggung jawaban kepada Doni. Semua teman, kerabat bahkan tetangganya mengecap Doni sebagai seorang penipu.
__ADS_1
Mama Doni yang merasa tertekan akan keadaan anaknya, ia menyembunyikan Doni di suatu tempat yang tak seorangpun dapat menemukannya. Mamanya melunasi semua utang-utangnya juga menerima cacian dan makian dari setiap mereka yang datang ke rumah Doni.
Kejadian-kejadian itu membuat Mama Doni sadar akan perlakuan buruknya terhadapku. Hidupnya menjadi tak tenang, setiap malam ia memikirkanku dengan penyesalan yang ia rasakan. Ia telah menyalahkanku untuk banyak hal, kini Tuhan memperlihatkan kesalahan yang di buat anaknya sendiri, bukankah itu sebuah karma? sesuatu yang harus ia panen setelah sebelumnya ia tanam.
Sementara perempuan yang tempo hari ku lihat bersama Doni, ia sangat terobsesi pada Doni. Perempuan ****** yang hanya memanfaatkan uang Doni, ia pergi bersama karyawan Doni setelah mengetahui Doni bangkrut.
Doni menjalani kekosongannya selama setahun, sejak aku pergi meninggalkannya, ia bahkan tak memiliki semangat untuk hidup.
__ADS_1
Hingga tiba ulang tahun Bintang yang ke 2 tahun, ia mendatangi Bintangku dengan membawa sebuah brownis berukuran kecil lengkap dengan lilin berbentuk angka 2 berwarna merah terang.
Bintangku seperti tak mengenalinya, ia sangat cuek dan tak peduli akan kedatangan Ayahnya, entah ia lupa dengan sosok ayah atau memang rasa benciku terhadap Doni yang membuat batin Bintang tak memperdulikannya.
Beberapa bulan telah berlalu, adalah terakhir kalinya ia menemui Bintang saat bintang merayakan ulang tahun yang kedua.
Aku memang sengaja tak pulang, karena aku perlu mengurus beberapa hal di ibu Kota, menjadi Guru cukup membuatku sibuk sehingga agak sulit bagiku untuk pulang menemui buah hatiku.
__ADS_1
Hingga suatu malam nomor baru masuk ke ponselku, ia menceritakan banyak hal tentang Doni. Aku segera pulang dan menemuinya, Doni sangat senang melihat kedatanganku.
Aku menawarinya sebuah pekerjaan, agar ia tetap bekerja dan menghasilkan uang, perceraian bukanlah alasan untuk dia berhenti menjalani berbagai aktifitasnya di luar rumah.