Pena Hitam

Pena Hitam
70


__ADS_3

Di usia 4 bulan bayi Bintang mulai belajar terlungkup, selain itu ia juga ku ajarkan memegang sesuatu seperti kue yang di buat husus untuk bayi 6 bulan + , ia ku ajarkan memakan kue dengan tangannya sendiri. Selain kue, terkadang aku juga memberinya buah yang sudah ku potong rapi.


Aku menerapkan metode Baby Led Weaning atau memperkenalkan makanan pendamping ASI dengan membiarkannya memilih dan memakan makanannya sendiri tanpa di suapi. Memang terlalu cepat metode yang biasa di gunakan pada usia 6 bulan ini ku terapkan di usianya yang masih 4 bulan, bahkan beberapa tetanggaku mengkritiknya, cukup besar memang resikonya apabila memberi makanan pendamping ASI di bawah usia 6 bulan, seperti tersedak atau menelan makanan yang ia gigit terlalu besar. Namun, tak sedikit juga di antara mereka yang memberi tanggapan positif.


Selain terlungkup, bayi Bintang juga mulai tumbuh gigi, ia tumbuh 2 gigi depannya di usianya yang ke 4 bulan. Pertumbuhannya sangat baik dan cepat, bahkan tak jarang tetanggaku bercerita pertumbuhan anak-anaknya yang terbilang lambat. Seperti tumbuh gigi pada usia 2 tahun, ada pula yang terlungkup pada usia 8 bulan dan masih banyak lagi. Dan bayi Bintang termasuk bayi yang aktif dan tumbuh dengan cepat bahkan mungkin terlalu cepat. Entah bagaimana, tapi aku merasa bangga melihat perkembangan bayiku.

__ADS_1


Hutang yang menjerat keluarga kecilku semakin hari semakin besar, bunganya akan naik drastis setiap kali kami telat membayar, dengan begitu bukannya berkurang malah semakin bertambah, di tambah lagi bayar sewa rumah yang lumayan cukup besar. Kebutuhan bayi Bintang pun menjadi beban tersendiri yang ku rasakan, tak jarang kami tak makan karena kehabisan bekal yang seharusnya cukup untuk satu bulan ke depan. Kondisi perekonomian kami semakin hari tampak semakin buruk, cacian dan makian dari mertuapun ku telan dalam-dalam. Ku pasrahkan semua pada gusti Alloh, berharap keajaiban datang , membawaku keluar dari kesengsaraan ini.


Dengan kondisi yang seperti ini, ikut campur tangan mertua pun menjadi salah satu masalah yang cukup serius bagiku. Mereka memperlakukan kami layaknya sebuah boneka, aku di wajibkan mengikuti peraturan yang mereka buat sendiri. Sungguh ini tak lebih menyedihkan dari sekedar kelaparan.


Hampir setiap hari bayi Bintang menangis, ia rasakan ASI yang ia konsumsi terasa hambar, bahkan warna nya hampir menyerupai darah. Ya benar, saat-saat tersulit dalam hidup kembali ku rasakan setelah 9 bulan lamanya ku mengandung dengan berbagai macam kesengsaraan, kini harus kembali ku telan lagi segala kepahitan . Bahkan perubahan sikap Dav yang menjadi tempramen membuatku semakin tersiksa. Ia menjadi sosok pemarah, mudah tersinggung, bahkan tak jarang ia memukulku untuk melampiaskan amarahnya. Aku mengerti betul kesulitan yang ia rasakan, lalu bagaimana denganku? kebohongan demi kebohongan yang ia lontarkan padaku , hingga membuatku sengsara seperti ini.

__ADS_1


Ketidak adaan makanan dan uang membuat Doni berinisiatif membawa makanan sisa pelanggan yang tersisa di piringnya, ia bawa dengan sangat rapi.


"Makanlah, bayimu butuh ASI yang bagus" Ia menyodorkan sekotak nasi lengkap dengan lauknya yang hanya separo, seperti bekas gigitan.


"Kau ambil dari mana sekotak nasi ini? aku tak sudi jika ini kau dapat dari mengambil milik orang lain". Aku menatap sekotak nasi , menelan ludah yang sedari tadi ku kumpulkan, rasa lapar menusuk-nusuk perutku. Rasanya aku sudah tak tahan, ingin pulang menemui Mama dan Babe. Namun apa dayaku, jangankan ongkos untukku pulang, bahkan untuk membeli beraspun tak ada.

__ADS_1


"Aku mengambilnya di dapur, sisa makanan pelanggan yang masih bagus, sayang kalo ku buang" Ku lihat Doni menahan kedipan agar tak mengeluarkan air matanya, ia menunduk menyembunyikan kesedihannya.


"Seandainya dulu aku membunuhnya, mungkin kita tidak ada di posisi ini sekarang, aku menyesal . Maafkan aku" Air mataku mengalir menahan sesak , tak sanggup rasanya hidup dalam kondisi seperti ini. Bahkan semiskin-miskinnya aku, aku tak pernah memakan makanan sisa orang lain, dan hari ini aku menelannya dengan sangat lahap.


__ADS_2