Pena Hitam

Pena Hitam
46


__ADS_3

Seseorang mencoba menghubungiku di tengah risaunya hati dan perasaanku, tapi rasaku mati dan benar-benar tidak peduli atas apapun yang kini sedang ia lakukan padaku.


Anehnya ia seperti tak pernah bosan untuk menggangguku, semakin ku diamkan ia semakin mengejar. Mengagumkan memang, ia seperti tak pernah kehilangan akal untuk berjuang mendapatkan sebuah kunci, kunci kepercayaan yang ku hancurkan dengan egoku sendiri.


Sejak kesendirianku rasa sepi slalu menghantui seakan mendebatku setiap saat, aku benci hariku, hari-hari yang terasa membosankan tanpa adanya mahluk ciptaan Tuhan yang maha sempurna itu di sampingku. Memangnya apa bagusnya menangisi seseorang yang berkali-kali membuatku terluka? bukankah itu sangat menyedihkan? dan lagi belum tentu ia sedang merasakan hal yang sama denganku, belum tentu juga ia mengingatku seperti aku yang slalu mengingatnya setiap waktu, menyebalkan sekali.

__ADS_1


Kenapa aku begitu bodoh mencintai seseorang yang bahkan ia telah menghancurkan hidupku secara perlahan, ia tak lebih dari seorang iblis yang terkadang menjelma menjadi malaikat, begitu lembut dan menyejukkan, membuatku merasa hangat saat di dekatnya dan begitu takut akan kehilangannya.


Dimana ia saat ini? kenapa hati dan pikiranku tak pernah sedikitpun beralih darinya. Namanya, wajahnya dan semua kenangan tentangnya begitu melekat di ingatanku, luar biasa sekali pria ini. Sepanjang hidupku bahkan aku hanya mencintainya, tak pernah sekalipun hati dan perasaanku mengkhianatinya, ia sangat istimewa tapi aku tak mungkin terus menerus mengingatnya, mungkin sudah saatnya aku mengiklaskan kepergiannya, dengan begitu aku dapat berjalan maju ke depan dengan sangat mudah tanpa harus memperdulikan lagi masa laluku yang indah itu.


Pria ini sangat baik, ia pantang menyerah meski ku abaikan berkali-kali, tapi menyebalkan juga rasanya jika terus menerus di hubungi olehnya, lagipula seperti tidak ada pekerjaan lain saja. Tapi, tidak ada salahnya kan jika ku coba membuka hatiku perlahan? untuk pria baru yang telah satu minggu ini mencoba mengetuk pintu hatiku.

__ADS_1


PING !!!


Ku buka satu pesan yang masuk beberapa detik lalu, siapa lagi kalo bukan pria misterius yang sudah satu minggu ini mencoba menghubungiku? Aku tau itu dia, karena sebelumnya Putri pun mengatakan sedikit tentang nya, ia pria yang sama yang menelpon Putri berkali-kali hanya untuk mendapatkan pin BBM ku.


"Hallo, ada perlu apa ya?" Balasku singkat, tak lebih dari sekedar berbasa-basi.

__ADS_1


" Aku Doni. Temanmu Putri yang memberikan kontakmu padaku" Ia membalas pesanku dengan begitu cepat bahkan tanpa berbasa-basi terebih dahulu.


"Oh Doni, pria bernama lengkap Doni Ramdan. Jadi ini, pria yang slalu mencoba menghubungi ku selama satu minggu ini, haha. Oke, selamat siang Doni" Balasku lagi, sebelum akhirnya aku kembali ke tempat kerjaku untuk melanjutkan pekerjaanku.


__ADS_2