Pena Hitam

Pena Hitam
81


__ADS_3

Putri, perempuan yang ku kenal sejak duduk di bangku MA. Anehnya semasa di MA dulu aku tidak mengenalnya, bahkan aku tidak menyadari beberapa kali kita pernah satu kelas.


Kami menjadi sangat dekat ketika lulus MA, bahkan ia menjadi sahabatku yang selalu menemaniku dalam keadaan apapun. Ia selalu membantuku dalam banyak hal. Uniknya kita memiliki nasib yang sama, menikah di bulan yang sama dan melahirkan anak pertama di bulan yang sama juga.


Aku menceritakan banyak hal tentang Doni kepada Putri. Putri yang sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri, bahkan Mama sangat menyayanginya.


Ia pun ikut merasa iba terhadap Doni, terlebih ia melihat Bintang yang semakin hari semakin tumbuh dengan cepat, tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.

__ADS_1


Ia berinisiatif untuk memasukkan Doni ke tempat kerjanya, Putri adalah orang kepercayaan bosnya, maka tak heran jika ia dapat dengan mudah memasukkan orang lain untuk bekerja di tempatnya.


Aku pun menyetujuinya. Namun, Doni merasa ragu atas tawaranku, aku faham betul bagaimana sifat dia, dia hanya akan menerima pekerjaan yang menurutnya mudah. Jelas itu sangat memuakkan untukku. Aku membujuknya agar ia mau menerima bantuan Putri, akhirnya ia menerimanya dengan syarat aku kembali padanya.


Jelas itu bukan perkara yang mudah, aku perlu mempertimbangkannya dengan matang. Berkali-kali ia meyakinkanku untuk kembali padanya, ia slalu mengatas namakan anakku menjadikannya senjata agar ia kembali padaku.


Doni menuruti permintaanku, ia menemui Putri untuk segera bekerja di tempatnya. Aku masih berdiam diri di tengah ramainya Ibu Kota, aku mencoba berbicara pada keluarga besarku meminta izin mereka untuk melanjutkan kembali hidup bersama Doni, mereka menolak dengan sangat keras. Mereka mengancam jika aku kembali pada Doni, aku tidak akan pernah bertemu Bintang lagi. Keluargaku membenci Doni sejak kedatangan Debt Collectors ke rumah Mama yang mengakibatkan Mama jatuh sakit karena syok.

__ADS_1


Sejak saat itu Mama selalu menyembunyikan Bintang, ia menutup semua yang berkaitan dengan Bintang kepada Doni.


Di ulang tahun Bintang yang kedua, ia begitu menggemaskan, ia sudah pandai berjalan dan berlari kecil, ia juga sudah pandai berbicara, rambutnya tumbuh dengan lebat dan bergelombang , tubuh putih mungil, mata sipit, bibir tipis dan rambut kribo menambah kesan imut , orang tua mana yang akan tega meninggalkannya sendirian di hari ulang tahunnya ?


Doni datang membawa kue ulang tahun kecil berwarna hitam dengan cokelat dan buah ceri di atasnya, tak lupa lilin angka 2 berwarna merah terang dan sebuah mainan yang di bungkus kertas kado bergambar hello kity berwarna pink. Ia juga membawa beberapa kado lainnya titipan dari keluarga Doni.


Karena ini hari ulang tahun Bintang, Mama memberikan izin kepada Doni untuk menggendong Bintang.

__ADS_1


Sayang nya Bintang seperti tidak mengenali Ayahnya, ia menangis histeris ketika melihat Doni. Ia berteriak seolah tau apa yang sudah terjadi di dalam keluarga kecil kami.


__ADS_2