Pengasuh Untuk Rain

Pengasuh Untuk Rain
BAB 13


__ADS_3

Jadwal Naomi yang seharusnya dibatalkan ternyata tidak bisa dilakukan. Karena itu sekretarisnya terus menerus menelpon Naomi. Ana merasa beruntung karena pada akhirnya Naomi pergi juga.


"Ingat pesanku, Ana! Jangan pernah merasa iba pada Marius!"


Naomi terus-menerus mengingatkan Ana. Dia bahkan mengancam akan mengunjungi Ana setiap minggu di rumah Marius. Ana hanya menyetujui semuanya agar Naomi bisa cepat pergi. Urusan lain akan Ana pikirkan nanti. Karena untuk saat ini, ada hal penting yang harus Ana fokuskan.


Ana menyempatkan dirinya mampir melihat keadaan Rain di kelas sebelum dia kembali ke mobil bersama David. Ana dapat melihat Rain tertawa bahagia saat bermain dengan teman-temannya. Rain memang seharusnya seperti ini, pikir Ana.


Ana teringat kata-kata Marius malam itu setelah Lucas dan David keluar dari ruang kerja Marius.


"Mengapa kamu tetap membiarkan Rain ke sekolah, jika kamu sendiri khawatir penculik itu masih berkeliaran?," tanya Ana.


"Karena untuk pertama kalinya, Rain meminta sesuatu padaku dengan suaranya sendiri, meski itu hanya sebuah bisikan. Aku merasa aku tidak bisa membiarkan para penculik itu merenggut kebahagiaannya. Aku tidak akan membiarkan mereka merusak kebahagiaan Rain."


Keinginan Marius sama persis dengan apa yang diinginkan Ana. Jika ingin Rain tetap bisa bahagia bersama teman-temannya, maka satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah menghentikan mereka mengganggu Rain.


Ana berjalan keluar dari gerbang sekolah menuju mobil tempat David berada. David memberikan laptop dimana terlihat rekaman posisi orang-orang yang mereka curigai. Dan dua pria yang pernah Ana temui sebelumnya juga ada disana.


"Bagaimana mereka akan membawa Rain, jika kali ini mereka bahkan tidak punya orang yang akan membantu mereka?," tanya Ana.


David memberikan teropong jarak jauh yang dipegangnya pada Ana. "Disana ada dua orang yang mencurigakan. Saya yakin mereka sedang menunggu aba-aba," jelas David.


Ana menggunakan teropong itu untuk mencari orang-orang yang dimaksud David. Ternyata orang-orang yang sama yang ada di foto yang ditunjukkan Lucas malam itu.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?," tanya Ana.

__ADS_1


"Kita akan membuat mereka mendatangi kita. Dengan demikian, kita bisa tahu apakah orang-orang ini memang seperti yang kita curigai atau tidak,"


"Bagaimana membuat mereka mendatangi kalian?," tanya Ana lagi.


David menunjuk pengawal wanita yang tadi mengendong Rain keluar dari sekolah. Pengawal itu terlihat menggendong sesuatu.


Ana tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang digendongnya, karena dia menutupinya dengan kain. Tapi, Ana mengenali tas yang ada di belakangnya. "Itu tas sekolah Rain!," teriak Ana.


Ana hampir berdiri dan berniat turun dari mobil untuk mencegah mereka membawa Rain. "Mereka tidak mengatakan akan menggunakan Rain sebagai umpan!," rutuk Ana dalam hati.


Tapi, David menghentikan Ana. "Itu cuma buatan. Nona Rain masih ada di dalam kelas," jelas David.


Dan ternyata benar saja. Ketika pengawal itu mendekati mobil, orang-orang yang dicurigai mulai bersiap untuk bergerak. Tidak lama kemudian, mereka serentak maju.


Pria bermotor bersama pria lainnya yang ada di belakangnya melaju dengan sepeda motornya mendekati pengawal wanita itu. Begitu juga dengan dua orang lainnya yang ada di kejauhan, mereka segera berlari mengikuti teman mereka yang sudah lebih dulu bergerak.


"Nona Ana, tetaplah di dalam mobil sampai situasinya aman!," begitu pesan David sebelum dia ikut turun dari dalam mobil dan membantu yang lainnya.


Ana berniat menuruti perintah David. Dia juga teringat pesan Marius semalam, "Jangan bertindak gegabah, Ana. Biarkan mereka yang mengatasinya. Jangan buat dirimu terlibat dalam masalah ini."


Tapi, ketika Ana melihat salah seorang pria berusaha kabur dan menjauh dari kerumunan itu, semua yang ada di kepala Ana tiba-tiba menghilang begitu saja.


Pria itu berlari menuju tempat dimana mobil yang Ana tumpangi berada, dengan menundukkan badannya agar tidak terlihat oleh para pengawal. "Kamu mau lari kemana?," kata Ana seraya membuka pintu mobil dengan cepat dan tepat menghantam pria itu.


Pria itu tersungkur ke belakang karena benturan yang diberikan Ana padanya. Dia memegangi hidungnya yang saat ini mengeluarkan darah.

__ADS_1


Saat Ana dan juga pria itu saling bertatapan, mereka mengingat sesuatu, mereka pernah bertemu sebelumnya.


"Ahahaha ... Kamu yang waktu itu," kata Ana gugup. Dia tidak berharap akan bertemu lagi dengan pria penculik yang sama dengan waktu itu lagi.


Pria itu segera mengeluarkan pisau sakunya dan bersiap dalam posisi menyerang. Ana berusaha untuk tetap tenang melihat bahaya yang sedang mengancamnya saat ini.


Detik-detik dia menghadapi pria berbahaya itu membuat Ana mengingat kembali pesan Marius. Dia sekarang memahami maksud Marius untuk tidak gegabah.


Dengan cepat, pria itu menyerang Ana dengan pisau di tangannya. Ana bergerak mundur untuk menghindari serangan itu, tapi ternyata masih terlalu lamban. Pisau itu mengenai tangan kanannya. Meski tidak dalam, tapi perihnya cukup menyakitkan. Darah mulai bercucuran keluar dari luka itu.


Saat pria itu mencoba menyerang Ana untuk yang kedua kalinya, David menyergapnya dari belakang. Dengan gerakan cepat, dia berhasil melepaskan senjata dari tangan pria itu, lalu menyerahkannya pada anak buahnya.


"Nona Ana baik-baik saja?," tanya David yang melihat Ana duduk di atas aspal karena kakinya sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya. Ana masih menata rasa tegangnya, karena sedetik yang lalu, Ana sudah membayangkan dirinya bertemu dengan mamanya di surga.


......................


Sementara itu, dari atas sebuah coffee shop, seorang pria sedang mengamati kejadian yang sedang berlangsung di bawahnya. Entah sudah berapa lama dia berada di sana, tapi yang jelas, dia menyaksikan semua adegan yang terjadi di bawah.


Saat ini perhatiannya hanya tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di atas jalan beraspal dengan ditemani seorang pria di sampingnya, meskipun sebenarnya di sudut lain ada para pengawal yang sedang meringkus para penjahat itu yang kelihatannya lebih banyak menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.


"Cari tahu siapa dia," kata pria itu pada pria lainnya yang ada di depannya, Pria yang satunya segera mengambil gambar orang yang dimaksud.


......................


Lepas dari bahaya harimau, belum tentu bisa lepas dari amukan singa. Meskipun Ana selamat dari penjahat itu, tapi Ana masih harus menghadapi pengadilan terseram untuk menentukan nasib hidupnya.

__ADS_1


"APA KAMU SUDAH GILA, ANA? APA YANG KAMU LAKUKAN?"


Untuk pertama kalinya, Ana melihat Marius benar-benar marah.


__ADS_2