Pengasuh Untuk Rain

Pengasuh Untuk Rain
BAB 35


__ADS_3

"Aku bilang minggir!," teriak Valerie mengangkat tangannya ke atas.


Saat Ana melihat gerakan tangan Valerie, dia tahu Valerie akan menampar dirinya. Secara refleks, dia menutup kedua matanya, dan bersiap menerima pukulan dari Valerie.


"Cukup, Val! Aku tidak akan mendengarkan apapun darimu jika kamu menyentuhnya."


Suara Marius terdengar cukup keras hingga ke seluruh penjuru ruangan. Ana yang tadinya masih riuh mendengar suara orang-orang yang ada disana memanggil namanya, kini sudah tidak terdengar lagi. Bahkan Valerie sudah tidak berteriak lagi.


Ana membuka kedua matanya dan mencari asal suara Marius. Dia melihat Marius tengah berjalan menuruni tangga dengan pakaian yang berbeda dari semalam. Seingat Ana, semalam Marius terbaring dengan kemejanya. Tapi kini dia sudah mengenakan kaos putih dan jogger pants nya yang biasa dia kenakan sehari-hari saat di rumah. Sepertinya, Marius sempat berganti pakaiannya sebelum di keluar kamarnya.


"Dari mana dia? Tadi dia tidak ada di kamarnya," pikir Ana.


Wajah Marius masih terlihat pucat. Dari caranya berjalan, Ana bisa melihat tubuhnya masih terasa lemas. Tapi, dia paksakan untuk terlihat kuat di depan semuanya, terutama di depan Valerie.


"Antarkan Valerie ke ruang kerjaku, aku akan segera kesana," kata Marius pada Tian.


Tian segera melakukan perintah Marius. Sedangkan, Valerie yang meski terlihat kesal, tetap mengikuti Tian.


"Kamu tidak apa-apa? Apa masih demam?," tanya Ana saat Valerie pergi. Tangannya segera disentuhkan ke kening Marius.


Dengan gerakan lambat, Marius memegang tangan Ana agar menjauh dari keningnya. "Aku sudah tidak apa-apa," kata Marius dengan lembutnya.


"Pergilah ke kamar Rain. Dia sedang mencarimu. Aku baru dari sana, karena kulihat kamu pasti kelelahan."


"Kamu ... tidak perlu melakukan itu. Kata dokter kamu butuh banyak istirahat," omel Ana dengan nada lirih. Dia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan suaranya. Tapi, Marius mendengar omelan Ana itu, dan dia tersenyum mendengarnya.


"Aku akan segera kembali ke kamar setelah aku mengurus Valerie," kata Marius seraya berjalan menjauhi Ana. Tapi, Ana merasakan tangan Marius sempat mendarat di atas kepalanya saat dia berjalan.


Ana melihat Marius pergi dari ruangan itu dengan Lucas yang menyusul di belakangnya. Lucas masih sempat berkata pada Ana untuk tidak mengkhawatirkan Marius, sebelum dia mengikuti Marius.


Ana tidak tahu apa yang diinginkan Valerie. Tapi dia punya firasat, berbicara dengan Valerie pasti akan sangat melelahkan.


"Ah, Rain ..."


Ana tiba-tiba teringat kembali pesan Marius. Rain mencarinya. Segera, Ana berlari ke atas menuju kamar Rain. Ini sudah saatnya anak itu berangkat ke sekolah.


......................


"Sekarang aku disini. Apa yang ingin kamu katakan?"

__ADS_1


Marius memandangi Valerie yang sedang duduk di hadapannya saat ini. Kepalanya masih terasa berat. Tapi, dia harus menghadapi Valerie, atau wanita ini akan semakin menggila.


"Mengapa kamu batalkan kontrakku dengan FNZ Airlines? Kamu tidak bisa melakukan itu, Marius. Aku sudah bekerjasama dengan mereka sejak lama."


"Kukira Lucas sudah katakan padamu. FNZ sudah bukan bagian dari DYNE. Aku sudah menjualnya. Jadi, itu adalah hak FNZ untuk memutuskan hubungan kerjasama denganmu. Aku tidak bisa ikut campur keputusan mereka."


"Kamu sengaja melakukannya, kan? Kamu tahu aku masih punya kontrak disana. Tapi kamu menjualnya."


"Kamu kira aku punya hak sebesar apa, Val? Keputusan menjual FNZ itu diputuskan melalui voting para dewan komisaris. FNZ hanya anak perusahaan yang sudah tidak lagi menguntungkan bagi DYNE, jadi mereka sepakat untuk menjualnya."


"Kamu bohong! Bagaimana bisa kamu bilang tidak menguntungkan. Aku dengar mereka sedang mencari BA baru yang nilai kontraknya lebih besar dariku."


"Itu marketing plan mereka, Val. Dan itu bukan urusanku."


" Tidak, tidak. Mereka akan menggantikanku dengan artis baru yang bahkan belum ada setahun debut. Aku akan dikalahkan oleh artis baru, Marius. Kamu tidak bisa melakukan ini padaku. Seluruh orang di industri hiburan akan memandang rendah diriku."


"Itu hak mereka untuk merekrut siapa yang akan menjadi wajah baru mereka. Aku tidak ada hubungannya dengan apapun yang mereka rencanakan sendiri."


"Jika Adam masih hidup ..."


"Bahkan jika Adam masih hidup, dia akan melakukan hal yang sama. Dan jangan bawa-bawa Adam dalam masalah ini. Saat Adam tiada pun kamu masih merengek padanya. Dimana malumu, Val?"


"Tapi Adam akan melakukan apapun untukku. Dia tahu aku ibu dari anak itu."


"Kamu masih berani menyebut dirimu ibu?," kata Marius geram. Matanya melotot ke menatap Valerie yang ada di hadapannya, menandakan emosinya sudah benar-benar memuncak. Dia benar-benar tidak menyangka Valerie akan mengungkit hal ini.


"Kamu bahkan tidak mau menyebut namanya. Dan kamu menyebut dirimu ibu?"


Valerie hampir ketakutan melihat kedua mata Marius. Dia tahu Marius saat ini sudah benar-benar marah. Dia menyadari ini sudah bukan saatnya lagi meneruskan pembicaraan mereka.


"Aahh, ya sudah .... kalau kamu tidak mau membantuku. Aku tidak akan memaksa lagi," kata Valerie mengakhiri topik pembicaraannya.


Marius pun juga terlalu lelah untuk melanjutkan lagi. Dia berharap Valerie segera pergi dari sini.


"Tapi bantu aku sekali lagi," lanjut Valerie.


Marius menutup kedua matanya dan mengatur napasnya. Dia tahu Valerie akan terus mengganggunya hingga keinginannya tercapai. Entah sampai kapan dia harus menahan emosinya ini.


"Pilih aku sebagai BA untuk shopping mall milik DYNE yang akan selesai dibangun sebentar lagi. Setidaknya itu akan menaikkan popularitasku kembali," pinta Valerie.

__ADS_1


"Keluar ..."


Marius sudah sampai di ambang kesabarannya. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Sakit di kepalanya terus menerus berdenyut membuatnya sudah tidak bisa fokus lagi.


"Kamu mengusirku?," tanya Valerie yang tidak percaya dengan perlakuan Marius.


"Keluar!," bentak Marius.


Lucas yang sedari tadi disana segera menyeret Valerie keluar dari ruang kerja Marius. Meski Valerie tidak menyukainya, tapi Lucas terus menarik lengannya dengan kasar.


Valerie terus berteriak untuk melepaskan pegangan Lucas, tapi pria itu tidak mau mendengarkannya. Dia terus menarik Valerie hingga ke depan pintu rumah Marius.


"Lepaskan!," teriak Valerie menarik lengannya. Dia memijat pelan lengannya itu seakan terasa sakit karena pegangan Lucas.


"Pulang, Val. Dan jangan temui Marius dulu, hingga Marius benar-benar tenang."


"Apa? Kalian benar-benar mengusirku?," tanya Valerie yang masih tidak percaya dengan perlakuan yang sudah diterimanya.


"Dengar, Val. Jangan membuat keributan sebelum kamu menyesalinya. Turuti perintah Marius."


Lucas memanggil pengawal yang sedang bertugas di area depan rumah Marius sebelum dia meninggalkan Valerie. Dia harus benar-benar memastikan Valerie tidak kembali mengganggu Marius untuk sementara ini.


"Antarkan Nona ini ke mobilnya. Pastikan dia tidak kembali. Bahkan besok jika dia kembali, pastikan dia tetap berada di luar gerbang."


"Apa?!?," teriak Valerie lagi.


"Baik, Tuan," jawab pengawal-pengawal itu.


Dan lagi, Valerie diseret kembali oleh para pengawal menuju mobilnya. Meski dia terus berteriak, tapi tidak ada satu pun pengawal yang menghiraukannya. Mereka benar-benar memastikan Valerie keluar dari area rumah Marius.


......................


"Apakah dia sudah pergi?," tanya Marius saat melihat Lucas memasuki ruang kerjanya.


"Sudah. Aku meminta para pengawal menyeretnya," jawab Lucas. Dia memperhatikan Marius yang masih terlihat lemas. Terlihat jelas, energinya benar-benar terkuras karena amarahnya tadi.


"Bagaimana FNZ?," tanya Marius tiba-tiba.


"Kondisinya semakin membaik setelah artis baru bernama Sky menandatangani kontrak. Pasar memandang Sky sebagai nilai positif FNZ, karena berita viral tentang Sky yang menyumbangkan seluruh keuntungan penjualan album terbarunya untuk keluarga tidak mampu. Dan juga foto viral Sky yang mengenakan seragam petugas kebersihan saat sedang membantu membersihkan taman kota."

__ADS_1


"FNZ butuh Sky untuk menaikkan kepercayaan masyarakat sebagai maskapai ramah yang sempat hilang karena tertutupi skandal Valerie. Terus lakukan sesuai rencana. Dan pastikan Valerie tidak tahu soal rencana ini."


__ADS_2