Pengasuh Untuk Rain

Pengasuh Untuk Rain
BAB 87


__ADS_3

"Maaf ..."


Ana menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Atau mungkin menutupi rasa malunya karena Marius, Lucas, dan Sophie yang sedang memandangi dirinya.


"Kukira kamu sudah tahu," kata Naomi.


Ana menggelengkan kepalanya. Tidak ada yang pernah memberitahukannya tentang itu. Dia juga tidak pernah memikirkannya.


"Pantas saja, cara bicara Lucas pada Marius begitu santai. Ternyata ... Ah ... aku pernah melihat foto mereka bertiga di kamar Marius. Aku kira mereka hanya saling kenal."


"Lucas diadopsi waktu dia berumur 6 tahun, Marius mungkin sekitar 8 tahun. Setahun kemudian, mereka dikirim ke Perancis," jelas Naomi lagi.


Satu lagi cerita baru tentang Marius yang Ana ketahui. Dia mulai berpikir dirinya tidak banyak mengenal Marius. Sebaliknya, Marius sangat mengenalnya. Dia tahu hampir semuanya tentang Ana.


Pada saat itu juga, Ana merasa malu pada dirinya sendiri. Dengan bangganya dia katakan pada semua orang yang ada di ruangan itu bahwa dia mencintai Marius. Dia menciumnya di depan banyak mata dan kamera. Tapi, jika sekarang dia memikirkannya kembali, apakah dia sangat mengenal Marius seperti Marius mengenal dirinya?


"Tapi, tunggu!" Ana tiba-tiba teringat sesuatu. "Sudah lama aku ingin menanyakan ini."


Ana menyerang Naomi dengan pandangan matanya yang menusuk langsung ke jantungnya.


"Ada apa antara kamu dan Lucas? Mengapa setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu melihat Lucas?"


Naomi langsung mengalihkan pandangan matanya dari Ana. Kepalanya diangkat tinggi agar pandangannya tidak bertemu dengan kedua mata Ana saat dia menolehkannya ke kanan ataupun ke kiri. Kakinya mulai melangkah mundur perlahan.


"Ryu, dimana kamu? Ayo kita pulang," kata Naomi.


Ana langsung menangkap lengan Naomi. "Nggak! Siapa yang mengijinkanmu pulang? Kamu dilarang pulang sebelum menjelaskannya padaku."


Untuk beberapa saat, adegan tarik menarik terjadi di antara mereka. Naomi yang berusaha melepaskan dirinya dari Ana, dan Ana yang harus menahan Naomi agar tidak pergi.


"Oke, oke, aku jelaskan. Tapi lepasin dulu," kata Naomi yang akhirnya mengalah. Ana pun melepaskan pegangannya.


Tapi Naomi melihat itu sebagai kesempatan. Dia segera lari keluar ruangan.


"Nao!"


Ana yang merasa dibohongi, segera menyusul Naomi. Di belakangnya, Ryu dan Rain ikut mengejar mereka.


................


Sementara itu, dari tempat duduknya, Marius memperhatikan tingkah laku Ana dan Naomi. Dia tidak tahu apa yang mereka perdebatkan, dan pada dasarnya dia juga tidak terlalu memikirkan itu.


Dia hanya sedang mencari kesibukan lain, sementara neneknya sedang berbicara dengan Lucas. Dan memperhatikan Ana adalah kesibukan yang menyenangkan baginya saat ini.


"Dia adalah gadis yang cantik. Dia juga pintar. Tidak heran Agnes sangat menyukainya," kata Sophie tiba-tiba. Untungnya, Marius mendengarnya, sehingga dengan cepat dia kembali memperhatikan Sophie, neneknya itu.


"Dia memang cantik," kata Marius singkat. Tapi, ada rasa bangga saat dia mengatakannya.

__ADS_1


"Apa Nenek tahu? Dia meminta Ana untuk bekerja padanya hanya agar Ana tidak menemui pria lain."


Marius langsung melotot tajam menatap Lucas.


"Dia benar-benar penindas," lanjut Lucas lagi.


Tapi Sophie tidak kuat menahan tawanya. "Jangan terlalu keras padanya. Dia akan meninggalkanmu kalau kamu terus-menerus seperti itu."


"Dia tidak akan," kata Marius pelan. Dirinya masih merasa kesal dengan yang dikatakan Lucas pada Sophie. "Aku tidak akan membiarkannya pergi."


Sophie kembali tertawa melihat Marius yang sedang merajuk.


"Kalian ... segeralah ke Perancis dan bawalah pasangan kalian kesana. Kita akan mengenalkannya pada keluarga besar," kata Sophie yang dia tujukan tidak hanya untuk Marius, tapi juga untuk Lucas.


"Jika perlu, menikahlah di sana. Paman dan Bibimu pasti akan senang sekali menyiapkannya."


Marius dan Lucas meraih kedua tangan Sophie yang berbeda. Dengan kedua tangan mereka, tangan Sophie digenggamnya lembut.


"Kita pasti akan kesana," kata Marius.


Dia kemudian memeluk Sophie, Lucas juga ikut memeluknya.


"Terima kasih sudah datang, grand-mère," kata Marius lagi.


Sophie memeluk kedua cucunya itu. Dia sangat menyayangi mereka karena mereka adalah putra-putra kebanggaan Ernest, menantunya dan juga Agnes, putri kesayangannya. Pada saat itu, dia sangat berharap Adam juga hadir bersama mereka.


................


Ternyata, video yang ditampilkan dalam ruangan itu bukanlah video yang disahkan sebagai wasiat. Video itu hanyalah video yang dibuat untuk latihan, begitu Agnes menyebutnya. Karena itu, video itu tidak pernah disahkan sebagai wasiat.


Meski demikian, pengacara berpikir video itu mungkin akan berguna suatu hari nanti. Dan karena itu juga, pengacara menyimpannya sebagai dokumen terpisah. Ternyata, memang berguna.


Secara keseluruhan, seluruh isi video itu adalah benar. Bagian 'mendonasikan seluruh aset DYNE' adalah bercanda. Agnes hanya ingin mengerjai Ernest. Waktu itu, Ernest hampir marah pada Agnes, begitu pengacara mengenangnya.


Tapi, 30% saham Agnes yang diberikan untuk Ana adalah benar. Dengan demikian, secara otomatis Ana adalah bagian dari dewan komisaris.


Dan saat pertemuan perdana dewan komisaris setelah kejadian itu, Ana menjadi gugup setengah mati saat dia terpaksa menghadirinya. Karena dia tidak tahu harus melakukan apa.


Hal baik lainnya yang terjadi setelah kejadian itu adalah diangkatnya Lucas menjadi Chief Operating Officer atau COO, atau wakil dari Marius sebagai CEO.


Dengan diangkatnya Lucas, itu artinya Lucas bisa menggantikan Marius kapan saja dan untuk tugas yang lebih besar lagi daripada sebelumnya. Karena wewenangnya sekarang lebih banyak.


"Selama ini dia memang dipersiapkan untuk itu. Ini juga permintaan papa agar bisa memberikannya posisi yang lebih baik dalam DYNE," begitu kata Marius.


Tapi menurut Lucas beda lagi. "Sebenarnya sama saja. Tugas yang aku kerjakan pada dasarnya sama saja. Marius sengaja melakukan ini agar tugasku semakin banyak."


Ana tidak bisa berhenti tertawa saat Lucas mulai mengomel.

__ADS_1


Dan hal yang paling baik di antara semuanya adalah hubungan antara Naomi dan Lucas.


Naomi akhirnya bercerita pada Ana bagaimana akhirnya mereka bersama. Reaksi terbesar Ana adalah bahagia. Dia bahkan menangis begitu mendengar seluruh ceritanya.


Apa yang bisa Ana harapkan selain kebahagiaan Naomi? Sahabatnya itu sudah melalui banyak hal, mulai dari dikhianati kekasihnya sendiri karena tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Naomi, hingga terpaksa menjadi orangtua tunggal untuk Ryu.


"Jangan khawatir. Cara Lucas berbicara mungkin terkesan seenaknya sendiri. Tapi aku mengenalnya bertahun-tahun. Dia adalah orang yang tidak pernah ragu jika dia sudah yakin. Aku yakin, dia pasti juga begitu saat dia memutuskan untuk mencintai Naomi. Dia pasti akan menyayangi Naomi dan juga Ryu," kata Marius.


Tapi, setelah kejadian itu juga, tidak semuanya merasakan kebahagiaan. Beberapa orang masih harus menebus kesalahannya dengan air mata darah.


Selama beberapa minggu, semua media nasional hanya memuat berita tentang Nora dan Tuan Barnett. Nora yang sedang mengandung dikabarkan hampir keguguran. Tapi sepertinya bisa diselamatkan kembali.


Yang menjadi topik hangat dari pemberitaan itu adalah hubungannya dengan pamannya sendiri. Ayah dari anak yang dikandung Nora adalah adik kandung ayahnya, Tuan Barnett. Mereka sudah lama berhubungan. Meski demikian, tujuannya menikahi Marius adalah untuk menyamarkan hubungannya itu.


Tuan Barnett dikabarkan menjadi sangat marah. Dia masih belum mau menemui Nora semenjak itu. Ada kabar yang mengatakan Tuan Barnett mengirimkan seorang pembunuh bayaran untuk membunuh adiknya itu. Tidak ada yang tahu bagaimana kebenarannya. Tapi sejak rumor itu beredar, keberadaan adiknya tidak pernah diketahui.


Dan, tiga bulan setelah itu, setelah semuanya sedikit demi sedikit terselesaikan, Marius membawa Ana ke suatu tempat.


Pada awalnya, Marius tidak mengatakan apapun kemana mereka akan pergi. Dia hanya meminta Ana untuk bersiap.


Saat mereka tiba di bandara, barulah Marius mengatakannya pada Ana tentang tujuan mereka.


"Kita akan jemput Om Doni," kata Marius.


Ana langsung memeluk Marius. Hari itu Marius sengaja tidak melakukan pekerjaan apapun hanya untuk menemani Ana.


Ana akhirnya sekarang paham alasan diangkatnya Lucas menjadi COO. Mungkin agar dia bisa melakukan ini.


Saat Ana tiba di tempat itu, Ana dapat melihat semua yang dikatakan Marius benar. Dia memberikan tempat yang indah untuk papanya.


Sebuah rumah tiga lantai yang nyaman dengan halaman yang cukup luas. Di depan rumah itu ada sebuah danau yang sangat indah. Musim gugur menyebabkan dedaunan terlihat menguning. Tapi tidak mengurangi keindahannya. Dia baru tiba di sana, tapi dia sudah menyukai tempat ini. Dan Ana yakin begitu juga dengan papanya.


Seorang pelayan yang datang memberitahu mereka bahwa Doni sedang memancing di danau. Ana langsung bergegas kesana. Terutama ketika Marius memberitahu bahwa dia sengaja tidak memberitahunya jika mereka akan datang.


Saat Ana berlari, semakin mendekat dan terus mendekat, Ana melihat seseorang sedang duduk di kursi lipat. Ana tersenyum lebar melihat pemandangan ini.


"Papa ...," panggilnya.


Doni itu langsung berbalik. dia tampak terkejut melihat Ana menandakan dia benar-benar tidak tahu kalau Ana akan datang. Ana langsung berlari menujunya.


"Papa, Ana kangen," kata Ana dalam pelukannya.


Doni terlalu bahagia dengan momen itu. Dia tidak dapat menahan air matanya. Pelukannya pada Ana semakin mengerat.


"Papa juga, Ana. Papa juga."


Siang itu, momen kebahagiaan Ana terlalu besar rasanya. Karena air matanya terus turun tanpa bisa dia kendalikan.

__ADS_1


__ADS_2