
"Lalu ... mengapa aku ..."
"Mengapa kamu selalu mendapatkan bayangan masa lalu saat melihat teman masa kecilmu? Aku rasa ini ada kaitannya dengan perasaanmu sendiri saat kejadian itu. Apakah kamu pernah memiliki rasa benci padanya?," tanya Aris.
"Benci? Aku rasa aku tidak pernah membencinya ...," kata Ana mencoba mengingat kembali masa-masa itu.
"Hhmm ... sejenis benci mungkin. Atau yang lebih ringan, seperti tidak suka, marah, atau kesal. Karena waktu itu kamu masih 4 tahun, jadi kamu belum mengenal banyak jenis emosi."
"Singkatnya begini, saat kamu berhadapan dengan ular itu, ada perasaan takut yang disertai rasa marah. Karena itu saat trauma psikologisnya muncul, dia mengunci ingatanmu pada saat itu beserta rasa marahnya."
"Saat ingatan itu muncul kembali, kejadiannya sudah berlalu 20 tahun. Dan kamu yang dulu sudah berbeda cara pemikirannya dengan kamu yang sekarang. Karena itu, bahkan ketika ingatanmu dipulihkan, kamu tetap tidak mengerti mengapa dulu kamu marah. Itulah sebabnya tubuhmu membantu mengingat, ya dengan kilasan ingatan itu."
"Disini sebenarnya letak keunikannya. Kebanyakan orang ketika ingat kembali masih akan membawa perasaan lamanya kembali. Tapi kamu tidak. Aku justru bertanya-tanya apa yang menyebabkannya seperti itu."
"Apakah ... bisa disembuhkan?," tanya Ana.
"Bisa, bisa. Masa lalumu hanya perlu memahami dirimu yang sekarang sudah baik-baik saja. Dan kamu yang sekarang hanya perlu membuat masa lalumu mengerti bahwa ada yang salah dipahami yang terjadi waktu itu. Itu saja."
"Bahkan nanti phobia mu juga akan teratasi. Jijik atau takut mungkin masih ada, tapi tidak akan berlebihan seperti yang kamu ceritakan tadi. Karena pada dasarnya phobiamu adalah ingatanmu sendiri. Jadi, pelan-pelan nanti kita atasi bersama, ya."
Meski terdengar mudah, ternyata dokter Aris mengatakan perlunya untuk segera ditangani atau akan sangat mengganggu ke depannya. Karena itu dia menyarankan untuk Ana menjalani beberapa kali terapi dan minum obat. Mendengar hal itu dari dokter Aris membuat Ana sangat berharap dia bisa sembuh.
Tanpa ragu lagi dia menyetujui untuk menjalani semua yang disarankan.
__ADS_1
......................
Beberapa hari setelah itu, kerumunan fans Valerie masih saja berkumpul di depan rumah Ana. Meskipun Valerie sudah melakukan konferensi pers untuk membantah hubungannya dengan Marius. Anehnya, dia tidak mengatakan apapun tentang anak. Dia tidak membantahnya, ataupun mengiyakan. Karena itu para fans nya masih berspekulasi bahwa Valerie memang memiliki anak dengan Marius.
Entah mengapa Valerie tidak mengatakan apapun untuk menjelaskan hal itu. Padahal, dia bisa saja membantahnya jika dia mau. Dan Valerie juga bisa hidup tenang tanpa harus khawatir dipertanyakan soal anak, seperti yang dia inginkan.
Itulah sebabnya kerumunan fans Valerie di depan rumah Ana, bukannya semakin berkurang, tapi malah bertambah. Mereka yang berkumpul di depan menganggap Ana melakukan intimidasi terhadap Valerie sehingga Valerie melakukan konferensi pers itu.
Meski Doni sudah memanggil polisi untuk membubarkannya, kerumunan itu tetap kembali lagi. Pada akhirnya, mereka dibiarkan begitu saja.
Tidak hanya sebagai pelakor, sebutan Ana juga bertambah setelah foto dokter Aris dan juga Noel yang sedang mengunjunginya beredar dimana-mana. Yang paling viral adalah foto saat Noel melindungi dirinya. Jadi, Ana sekarang juga dikenal sebagai penggoda pria.
Naomi tentu saja marah besar. Setiap kali dia berkunjung ke rumah Ana, dia selalu memarahi orang-orang itu. Ana setiap kali harus menarik Naomi masuk ke rumahnya.
Meski demikian, Ana semakin hari semakin tidak peduli dengan gosip-gosip itu. Dia menganggap media-media gosip ini hanya mencari-cari kesalahannya untuk bisa memojokkannya. Dia bahkan masih tetap pergi ke dokter Aris untuk melakukan terapinya. Tentu saja, pengawal Marius terus mengikutinya. Ana hanya merasa bosan saat itu terjadi.
"Lebih baik kamu jangan kesini lagi. Gosip-gosip itu takutnya akan mempengaruhi reputasi kamu sebagai dokter. Itu kan bukan hal yang baik," kata Ana suatu hari saat Noel datang ke rumahnya dengan alasan mau mengantarkan Ana menemui dokter Aris.
"Kata siapa? Kamu tidak tahu, ya? Pasienku semakin hari semakin banyak karena gosip itu. Aku jadi makin sibuk sekarang. Orang jadi tahu namaku," kata Noel berkilah.
"Bohong ..." Ana yang menatap raut wajah Noel saat menjelaskannya tidak bisa mempercayai perkataan Noel itu.
"Beneran ... aku nggak bohong. Mana berani aku bohong kalau sama kamu."
__ADS_1
"Kalau sibuk, ngapain disini?"
Noel tertawa untuk menyembunyikan wajahnya yang sedang mencari alasan kembali untuk Ana. "Konsultasinya kan online."
Ana tidak tahu alasan Noel terus berbohong padanya. Tapi Ana juga kehabisan alasan untuk terus menolak. Dia tidak bisa mengusir Noel begitu saja karena takut akan menyinggungnya. Pada akhirnya, hampir setiap hari Noel akan datang ke rumah entah apapun itu alasannya.
"Terapinya gimana? Apakah ada perubahan?," tanya Noel saat mereka sedang dalam perjalanan ke tempat dokter Aris.
"Hmm ... sepertinya begitu," jawab Ana ragu.
Bagaimana Ana bisa menjawabnya? Tujuan Ana melakukan terapi ini agar dia bisa menghadapi Marius. Tapi, sejak malam itu, Ana tidak pernah lagi melihatnya. Bahkan ketika Marius melakukan video call untuk Rain, dia juga tidak menampakkan wajahnya. Ana hanya mendengar suaranya sesekali, karena Rain yang mengajaknya bicara.
Meski Ana tahu mengapa Marius melakukan itu, tapi tetap saja, hatinya terasa sepi. Kenangannya bersama Marius selama inilah yang selalu mengobati rasa rindunya. Hingga di titik tertentu dia menjadi tidak puas hanya dengan itu saja.
"Ingin rasanya berlari kesana tanpa peduli apapun," katanya dalam hati seraya memeluk erat kedua kakinya.
......................
Dan pagi yang cerah, tidak selalu diwarnai dengan hari yang bahagia. Ana yang baru saja membukakan pintu untuk Noel yang baru datang untuk menjemputnya ke tempat dokter Aris, tidak sengaja ikut menonton siaran berita pagi yang ditonton papanya pagi itu.
"Siang nanti perwakilan dari DYNE Group dan ARK Group akan melakukan pertemuan yang sangat penting di Hotel X. Ada banyak hal yang menarik dari pertemuan ini. Yang pertama adalah penandatangan kerjasama dari dua grup raksasa, dan yang kedua adalah mengenai pertunangan yang akan dilakukan oleh CEO DYNE Group, Marius Edmond Hadinata dengan putri tunggal Presiden Direktur ARK Group, Elainora Eugene Barnett."
"Dengan demikian, pertunangan ini akan menjadi akhir dari segala rumor yang mengaitkan hubungan antara Marius Edmond Hadinata dengan salah satu artis papan atas ternama, Valerie Geraldine."
__ADS_1
Ana hanya bisa berdiri terpaku di depan TV yang menayangkan berita itu. Tidak ada satu katapun yang terucap. Noel yang datang memanggil namanya pun tidak dia tanggapi. Begitu juga dengan Doni.
Yang dilakukan Doni hanyalah memeluk anaknya. Sedangkan Ana, meskipun Doni telah memeluknya, dia tetap tidak memberikan reaksi apapun.