Pengasuh Untuk Rain

Pengasuh Untuk Rain
Extra Story : Part 7


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan mereka, Marius mengajak Ana berlibur ke kota tempat ibunya, Agnes dilahirkan, Paris. Ini juga untuk memenuhi janjinya pada nenek kesayangannya, Sophie, untuk membawa Ana ke sana.


Tit ... tit ...


Ana terbangun karena alarm ponselnya terus berdering. Dia teringat semalam dia menyetelnya, karena Marius berjanji akan mengajaknya jalan-jalan keliling kota Paris.


Dilihatnya waktu yang tertulis pada layar ponselnya.


09.00


Ana langsung melompat bangun dari tidurnya. Dia bahkan lupa kalau tadi malam dia dan suaminya sudah berperang melawan keringat. Selimut yang seharusnya melindungi kulit putih Ana kini turun hingga memperlihatkan seluruh tubuh bagian atasnya. Ana langsung menariknya ke atas kembali begitu menyadarinya.


"Perasaan tadi malam aku menyetel alarmnya jam 7. Kenapa sekarang jadi jam 9?," teriak Ana dalam kepalanya.


"Kamu sudah bangun?"


Marius tiba-tiba masuk membawa sesuatu di tangannya. Begitu pria itu mendekat barulah Ana tahu, Marius membawakannya sarapan.


Marius meletakkannya di atas nakas sebelum dia memberi Ana ciuman selamat paginya.

__ADS_1


"Kamu nggak kedinginan seperti itu terus? Nggak mau berpakaian dulu? Atau kamu ingin kita melakukannya lagi?," tanya Marius setengah menggoda.


Dengan wajahnya yang kemerahan, Ana menarik selimutnya, lalu bergegas bangkit dan mencari apa saja yang bisa dia kenakan sementara ini. Begitu dia melihat kemeja Marius, dia segera meraihnya dan mengenakannya.


"Yakin mau pakai itu?"


"Kenapa?"


Marius menggenggam pergelangan tangan Ana dengan cepat, lalu menariknya. Dia merobohkannya ke atas tempat tidur. Ana begitu terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu.


Entah sudah berapa kali mereka melakukannya. Marius juga selalu menggodanya. Tapi Ana masih saja belum terbiasa setiap kali suaminya itu melakukannya. Dia masih merasakan hawa panas menyerang seluruh wajahnya, debaran jantung yang tak menentu, bahkan rasa aneh di seluruh tubuhnya.


"Kamu pura-pura nggak tahu atau kamu memang sengaja menggodaku?"


Tapi, Ana segera mengembalikan kesadarannya. Digelengkannya dengan keras kepalanya berulang-ulang.


"Kamu mengganti alarmku, ya?," tanya Ana dengan melemparkan tatapan penuh kecurigaannya pada Marius. Karena memang tidak ada lagi tersangka lainnya selain dia.


Marius tidak mengelaknya. "Ehm ... Aku tahu kamu pasti kelelahan karena semalam. Jadi aku ingin kamu tidur lebih lama," kata Marius seraya mencium lembut leher Ana.

__ADS_1


Ana mengingat pergumulan mereka semalam yang memang melelahkan, tapi jika itu bisa diulang, Ana mungkin tidak akan bisa menolaknya. Marius pun seperti sedang mengingatkan Ana atas aksi mereka itu melalui sentuhannya. Ana hampir jatuh ke dalam bersamanya.


Ana kembali menyadarkan dirinya. "Kamu kan janji mau ajak aku jalan-jalan."


Marius menghentikan aktifitasnya. Dia memandangi raut wajah istrinya setengah kesal padanya. Sungguh pemandangan yang indah di pagi hari.


"Kamu masih ingat? Aku kira aku bisa membuat kamu lupa setelah semalam. Lalu, kamu akan minta di rumah saja hari ini."


Ana menyipitkan matanya, memandangi Marius yang seakan tanpa dosa itu, hingga akhirnya pria itu tidak dapat menahan tawanya.


"Kenapa kamu sangat ingin jalan-jalan?," tanya Marius setelah dirinya puas tertawa. Tangannya tidak berhenti membelai rambut Ana.


"Karena kamu bilang kamu mau ajak aku keliling kota Paris, ke tempat-tempat yang biasanya kamu kunjungi selama disini."


Perlahan, Ana menyandarkan tangannya pada wajah Marius, membelainya dengan jari-jari miliknya, menatapnya dengan penuh rasa cintanya yang mungkin sudah meluap-luap, kemudian dia melanjutkan perkataannya,"Aku ingin tahu seperti apa Marius yang aku sangat cintai selama dia di sini. Aku ingin bisa mengenalinya lebih dari yang aku tahu saat ini. Aku ingin tahu apa yang dilakukannya disini ketika aku tidak bersamanya."


Ana bisa melihat sinar terang yang memancar dari kedua mata Marius. Ditambah dengan cahaya matahari yang masuk ke kamarnya dan mengenai Marius, sungguh itu adalah pemandangan yang sangat indah pagi ini.


"Aahh .... kita di rumah saja hari ini."

__ADS_1


"... Mar ... mmph ..."


Sepertinya, jadwal jalan-jalan mereka akan sedikit molor dari rencana semula.


__ADS_2