Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Akhir Yang Indah


__ADS_3

Dengan secepat kilat tim detektif keluarga Dewantara mendapatkan sederet catatan dosa yang dilakukan Adelia. Ternyata Adelia juga sebentar lagi akan menikah, itulah sebabnya mengapa ia terlihat di toko perlengkapan pesta waktu itu dan bertemu Lea. Namun ia bermain licik, ia pernah memanipulatif calon suaminya sehingga calon suaminya memberinya uang berjumlah ratusan juta rupiah. Adelia juga pernah ditengarai polisi sebagai seorang mucikari. Dengan bukti-bukti yang ada, tim pengacara keluarga Dewantara dengan cepat melaporkan Adelia ke polisi. Karena bukti-bukti yang sudah jelas dan lengkap. Adelia tidak dapt mengelak ia pun dengan segera mendekam di penjara untuk waktu yang lama. Itulah mengapa tidak mengindahkan kata-kata Andi, untuk jangan mengganggu dan mencari gara-gara pada keluarga Dewantara lagi.


***


Akhirnya Nyonya Shofia memberikan restu pada Lea dan Andi. Nyonya Shofia tahu Andi pria yang baik. Sejak pertama kali melihat Andi, Nyonya Shofia sudah bisa menilai jika Andi pria yang baik. Nyonya Shofia yakin Andi akan bisa membimbing Lea, dan Lea pasti akan bahagia bersama Andi.


Andi dipanggil untuk masuk ke kamar pengantin Fadly dan Tari yang sangat luas. Andi diminta Tuan Haris untuk melamar Lea sekarang juga di depan mereka semua yang ada di dalam kamar itu. Tentu saja Andi gelagapan. Ia tidak menyiapkan cincin atau apapun. Tapi, yang Tuan Haris maksud adalah Andi hanya mengatakan jika ia melamar Lea sebagai tanda Lea telah dipinang orang dan diluar nanti saat pesta berlangsung, Tuan Haris bisa mengenalkan Andi sebagai calon nenantu laki-laki keluarga Dewantara.


Dengan terbata-bata Andi mengucapkannya, "Lea Feriskha Dewantara, aku sangat mencintaimu. Maukah kamu menjadi teman hidupku? melewati hari-hari sampai tua bersamaku?" Andi menantikan jawaban Lea. Lea cepat mengangguk.


"Maukah kamu menjadi istriku?" sambung Andi lagi.


Lea kembali mengangguk. Kali ini dibarengi dengan air mata yang jatuh dipipinya. Kebahagiaanya sangat sempurna. Dan mereka semua bertepuk tangan.


Setelah itu mereka baru mengetahui jika Andi adalah pewaris harta keluarganya yang tidak bisa dibilang main-main. Tadinya Tuan Haris dan Nyonya Shofia akan memberikan modal usaha sedikit pada Andi agar Andi menjadi pengusaha seperti Fadly. Tapi Fadly mengatakan itu semua tidak perlu karena Andi sudah memiliki usaha sendiri. Hanya saja sekarang bukan ia yang memegang usaha tersebut.


Di desanya, orang tua Andi bukanlah orang sembarangan. Orang tua Andi sangat disegani. Memiliki lahan sawah berhektar-hektar luasnya. Orang tuanya juga memiliki kebun sawit yang terhampar luas. Andi hanya memiliki satu saudari, adiknya sudah menikah jauh sebelum dirinya. Sehingga yang mengolah semua lahan-lahan tersebut adalah suami adiknya. Tapi ayah Andi sebenarnya telah memberikan dan mengatas namakan semua aset tersebut atas nama Andi.


Jika memang Andi ingin mengambil alih lahan sawah, dan perkebunan sawit yang masih dipegang adik iparnya, adik iparnya dengan senang hati menyerahkannya. Karena adik perempuan Andi mengatakan ia ingin jalan-jalan berkeliling melihat dunia luas bersama suami dan anak-anaknya seperti Andi. Tidak ingin di desa saja, dengan masih mengelola lahan sawah dan perkebunan membuat mereka tidak bisa kemana-mana.


Fadly sudah mengetahui cerita itu ketika Fadly mengajak Andi kabur dulu. Andi menceritakan semua tentang hidupnya pada Fadly. Pantas saja Andi bisa mengendarai mobil dan memiliki banyak uang, baju bagus, parfum mahal, barang-barang yang dipakai Andi semua brand terkenal. Andi juga sangat terawat, kulitnya putih. Mana ada orang dari desa seperti itu.


Kalau kakaknya menikah dengan Andi, Fadly sangat setuju. Bukan karena memiliki harta yang banyak saja. Andi juga baik, bertanggung jawab, penyayang dan multitalenta. Tapi Andi tetaplah Andi, ia merasa orang desa yang bukan apa-apa bila disandingkan dengan Lea, sehingga waktu itu ia lama juga membiarkan Lea menunggu jawaban darinya. Selama ini Andi merasa tidak bisa apa-apa, ia hanya terima bersih pendapatan dari adik dan adik iparnya. Tapi Fadly yang melihat justru Andi seorang pria yang multitalenta, Andi bisa dengan cepat menguasai ilmu meskipun tidak kuliah.

__ADS_1


Akhirnya, Tuan Haris meminta pada Andi. Sebulan dari sekarang, Andi harus membawa keluarganya ke mansion Dewantara untuk melamar Lea. Andi langsung mengiyakannya.


***


Malam itu, pesta pernikahan Fadly dan Tari berjalan lancar seperti yang diharapkan. Seluruh anggota keluarga dan para tamu undangan yang diundang telah hadir dan memberikan selamat pada kedua mempelai. Dodi juga hadir di pernikahan Fadly dan Tari. Rian dan seluruh pekerja Lestari collection tentunya juga hadir. Begitu juga dengan pegawai Dewantara Corp. Pegawai Lestari tour and travel juga turut hadir memeriahkan pesta pernikahan bos mereka.


Tidak lupa, Tari juga mengundang Bu Hanifa, mantan mertuanya. Tapi Bu Hanifa tidak kelihatan hadir. Sepertinya ia merasa bersalah pada Tari, ia takut jika hadir malah akan dilaporkan ke polisi akan tindakannya yang dulu pada Tari. Tari sudah menceritakan pada Fadly bagaimana dulu Bu Hanifa dan Sandi memperlakukannya. Sandi pernah melecehkan Tari sebelum Tari dan Sandi menikah. Saat Tari menceritakannya, Fadly sangat geram ingin sekali meninju wajah Sandi saat itu juga, namun sayang orangnya sedang tidak ada di depan mata. Tari menolak saran Fadly untuk memenjarakan Bu Hanifa, karena Bu hanifa kini hidupnya sudah sengsara akibat ulah Ranti, menantu perempuannya yang haus akan harta sedangkan suaminya atau anak kedua dari Bu Hanifa dan almarhum Pak Irsyad tidak bekerja. Akhirnya, rumah dan aset-aset lainnya disita oleh rentenir karena ulah istri Dian, yang tidak lain adalah abang Sandi yang hidup sangat mewah tapi dengan menggadaikan surat tanah pada rentenir. Setelah ketahuan menggadaikan surat tanah pada rentenir, Ranti memilih melarikan diri, alhasil Bu Hanifa dan Dian sekarang hidup apa adanya didesa, tidak seperti dulu yang bergelimang harta.


Tari tidak perlu repot-repot mengotori tangannya untuk membuat Bu Hanifa menderita. Ada Allah yang telah menghukum Bu Hanifa dan keluarganya yang sombong itu. Nilai plusnya Tari bisa menyaksikan penderitaan mereka meskipun secara tidak langsung.


Tari tidak hentinya mengucap syukur dalam hatinya karena telah dianugerahkan kebahagiaan yang begitu besar. Meskipun bapaknya tidak ikut menyaksikan hari bahagianya, Tari cukup berbesar hati. Ia masih memiliki cinta dari ibu tirinya, dari suaminya dan dari keluarga barunya, keluarga Dewantara.


Malam itu dikamar pengantin. Tari dan Fadly mencurahkan isi hati mereka masing-masing.


"Terimakasih sudah sejauh ini mencintaiku. Maaf sempat menghilang darimu. Sesungguhnya aku tidak tahu jika kamu mencariku, Mas. Dulu aku pernah melihatmu bersama seorang bule cantik di pantai Green. Aku mengira kamu sudah bahagia bersama bule itu, jadinya aku ngumpet," tutur Tari sambil menghapus riasan diwajahnya dengan water cleanser.


Tari mengangguk disetiap pertanyaan yang dilontarkan Fadly tadi. Kini ia sudah menyelesaikan menghapus riasan diwajahnya dan menatap Fadly. Dengan cepat Fadly menyambar bibir mungil Tari, menyatukan dengan bibirnya.


"Kamu kok gitu sih Mas. Gak pakai aba-aba," ucap Tari kesal karena Fadly menciumnya dengan sedikit kasar.


"Biarin, aku gemes lihat kamu. Aku capek-calek nyari kamu. Sedangkan kamu malah ngumpet pas sudah ketemu aku," Fadly memonyongkan bibirnya.


"Kan aku sudah minta maaf Mas," jawab Tari dengan bibir tak kalah monyong.

__ADS_1


"Oh, itu mau kamu? Baiklah aku akan memulainya dari sini," Fadly menunjuk bibir monyong Tari. Lalu ******* bibir itu dengan memberikan sensasi yang berbeda dari yang tadi.


Benar saja, tidak berhenti sampai disitu, Fadly melanjutkan malam indah itu dengan menyusuri tubuh indah Tari. Sungguh ia memuja setiap jengkal tubuh Tari, Tari sangat merawat tubuhnya dengan baik. Membuat Fadly melayang saat menikmatinya. Begitu juga dengan Tari, Tari sangat menyukai aktifitas mereka malam itu. Dan memutuskan itu adalah hobi barunya. Tapi ia tentu saja menutupinya dari Fadly, jika Fadly tahu bisa-bisa Fadly tidak akan mengizinkan Tari untuk keluar kamar.


Fadly beruntung, ternyata bukan hanya hatinya saja yang dijaga untuknya. Tapi juga mahkotanya. Tari benar-benar menyerahkan mahkotanya yang sangat berharga pada Fadly. Tadinya Fadly sudah ikhlas bila Tari sudah menjadi janda Tapi tidak disangka ternyata Tari masih ting-ting.


Fadly dan Tari tidak henti melantunkan cinta. Mengalirkan cinta mereka disetiap sentuhan dan gerakan keduanya. Walaupun tak terucap, tapi mereka tahu hanya kata cintalah yang bisa menggambarkan bagaimana arti dari ikatan yang mereka lalui dan akan terus mereka lalui sampai maut memisahkan.


.


.


TAMAT


Sudah selesai deh ceritanya, seperti kisah dongeng-dongeng semasa kita kecil "Akhirnya Tari dan Fadly hidup bahagia selamanya"


Untuk yang sudah like terimakasih, yang belum like di cek-cek lagi setiap bab nya, mana tahu ada yang terlewat. Bab yang mana yang belum dikasih like segera dilike dan dikomen.


Meskipun novel ini sudah tamat, tapi nantinya boleh dong ya mampir sesekali untuk kasih gift buat akuh hehe.. Dan kasih rate bintang 5 juga ya kakak-kakak yang cantik dan baik hati.


Belum tahu kapan akan launching novel baru. Sudah ada cerita diotak tinggal dirangkai aja kata-katanya. ditunggu ya kakak-kakak..


Akhir kata, aku ucapkan banyak terimakasih buat pembaca yang udah setia membaca cerita receh karya pertamaku ini. Semoga yang sudah dukung karyaku ini, yang sudah like komen dan kirimin banyak hadiah aku doakan semakin banyak rezekinya, dimudahkan urusannya, selalu bahagia hidupnya.. Aamiin..

__ADS_1


Terimakasih


Assalamu'alaikum


__ADS_2