
Hari itu Divya membawa turis sebanyak tiga orang saja, sedangkan Fadly membawa enam orang untuk ia pandu, empat orang turis dari Rusia dan dua orang lagi Mr dan Mrs. Kohler dari Swiss.
Fadly sudah mengatakan pada Divya, rombongan yang akan ia pandu akan berwisata ke Bali dan lombok. Divya paham, karena semasa sekolah pun ia juga beberapa kali membawa turis untuk ia pandu. Kalau kemampuan bahasa Inggrisnya sudah tidak diragukan lagi. Sedari tamat sekolah menengah pertama ia sudah fasih berbahasa Inggris.
Divya memang sudah mengetahui jika ia akan membawa turis ke Bali dan Lombok. Karena sebelumnya sudah diberitahukan Arya. Sehingga Divya pun sudah mengatur jadwal wisata untuk turis yang ia pandu.
Mereka berangkat bersama dari hotel tempat para turis-turis dari Rusia itu menginap. Selanjutnya mereka berpisah karena tujuan destinasi wisata mereka berbeda.
Fadly membebaskan Divya akan ia bawa kemana turisnya. Fadly mempercayakan sepenuhnya pada Divya. Sedangkan Fadly sendiri membawa turisnya ke Desa wisata Penglipuran. Karena ada salah satu turis yang sedikit tidak sehat, sehingga mereka meminta Fadly untuk tidak pergi ke pantai atau laut. Mr dan Mrs. Kohler yang sudah tua pun sangat menyetujui jika mereka pergi ke Desa Wisata Penglipuran itu.
Siang harinya ketika jam makan siang sudah tiba, Fadly dan para keempat turis dari Rusia makan bersama disebuah restoran. Sedangkan Mr dan Mrs. Kohler mereka hanya makan roti yang mereka beli di toko roti dan memakannya di luar restoran.
Tadinya Fadly tidak tahu kemana perginya sepasang suami istri paruh baya itu. Kemudian setelah selesai makan, Kristin si turis yang sedang tidak sehat tadi meminta tolong pada Fadly untuk membelikannya obat. Fadly pun keluar dari restoran dan ia pun melihat Mr dan Mrs. Kohler sedang duduk beraama memakan roti dibangku tukang parkir area restoran tempat Fadly dan keempat turis dari Rusia itu makan siang.
Fadly datang dan menghampiri mereka, lalu bertanya, "Mr and Mrs. Kohler! Mengapa kalian duduk disini?"
Mr dan Mrs. Kohler mendongak bersamaan menatap Fadly yang sedang berdiri di depan mereka, "Oh, nak... Seperti yang kau lihat, kami sedang makan siang," jawab Mr. Kohler seraya menunjukkan makan siang mereka yang hanya memakan sebuah roti di masing-masing tangan mereka.
Fadly tercekat, sehemat itukah backpacker tua di hadapannya ini... Untuk makan siang saja mereka hanya memakan roti. Sebenarnya bagaimana kehidupan yang mereka jalani di negara mereka. Fadly bertanya-tanya dalam hati. Fadly ikut duduk di bangku bersebelahan dengan Mr. Kohler.
__ADS_1
"Ikutlah makan didalam restoran denganku. Pesan apa yang mau kalian makan. Apa kalian kenyang hanya memakan sepotong roti ini?" ucap Fadly lemah lembut berbicara dengan kedua orang tua itu.
"Kami tidak memiliki cukup uang untuk membayar makanan-makanan itu, nak. Biarlah kami makan roti ini. Ini juga sangat nikmat," Mr. Kohler menjawab pertanyaan Fadly.
"Tidak usah khawatir tentang bayarannya. Aku yang akan membayar makanan yang kalian pesan. Ayo ikutlah bersamaku!"
Mrs. Kohler tersenyum dan memberikan komentarnya, "Dari awal aku melihatmu, aku tahu kau anak yang baik. Tapi kami tidak mau merepotkanmu lebih banyak lagi. Kau mau membantu kami menjadi tour guide kami saja kami sudah sangat bersyukur. Kau tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan kami, sungguh itu tidak perlu, sayang."
Fadly pun membalas senyuman yang diberikan Mrs. Kohler tadi, "Dan itu sama sekali tidak merepotkanku. Baiklah kalau begitu aku memaksa kalian untuk makan didalam bersama kami, ayo!"
Fadly berdiri dan memegang tangan pasangan suami istri tersebut. Mau tidak mau akhirnya merekapun menuruti Fadly. Fadly membawa Mr dan Mrs. Kohler bergabung di meja bersama turis lain. Setelah itu ia kembali keluar karena harus membeli obat untuk Kristin.
***
Kemudian, keesokan harinya Kristin sudah sehat kembali. Merekapun melanjutkan perjalanan wisata mereka bersama Fadly. Begitupun dihari berikutnya hingga tiga hari kemudian, tidak ada halangan apapun untuk mereka berwisata di Bali sampai waktu berwisata mereka selesai.
Selama itu pula Fadly yang terus membayar makanan untuk Mr dan Mrs. Kohler. Fadly sangat ikhlas melakukannya, ia sangat senang melihat Mr dan Mrs. Kohler makan dengan lahap tanpa merasa tidak enak pada Fadly. Saat Mr. Kohler mau memberikan bayaran atas jasa Fadly memandu wisatanya dan istrinya, dengan sangat lembut Fadly menolak bayaran tersebut.
"Dari awal sudah aku katakan, aku tidak keberatan jika kau dan istrimu tidak membayarku. Aku ikhlas menolong kalian Mr." begitulah kata Fadly.
__ADS_1
"Apa karena uang yang aku berikan ini terlalu sedikit sehingga kau menolaknya, nak," ucap Mr. Kohler menanggapi perkataan Fadly.
"Tentu tidak Mr. Seberapa pun uang itu meskipun sedikit tentu sangat berharga, bagiku atau bagi kalian tentu saja. Tapi aku sudah mendapat bayaran lebih dari Kristin dan teman-temannya. Pakailah uang itu untuk kalian, Aku tahu kalian lebih membutuhkan uang itu," ucap Fadly dengan tersenyum penuh hangat pada Bule gendut itu.
"Baiklah nak. Terimakasih atas kebaikanmu. Semoga kau mendapat balasan kebaikan berkali-kali lipat dikemudian hari," Mr. Kohler mendoakan Fadly dengan tulus.
Mr. Kohler mengatakan, jika istrinya menitipkan salam ucapan terimakasih pada Fadly karena selama mereka berwisata, Fadly lah yang selalu membayar makan siang mereka. Istrinya sedikit kelelahan dihari terakhir berwisata, karena mereka pulang ke penginapan hingga hampir pagi. Jadi istrinya tidak ikut menemui Fadly untuk mengucapkan terimakasih. Lalu mereka berpelukan dan berpisah. Karena Mr. Kohler dan istrinya akan kembali ke negara mereka.
Begitupun dengan rombongan Kristin dan ketiga teman lainnya, mereka sangat suka dengan cara Fadly memandu wisata mereka. Hari berikutnya mereka akan pulang kenegara mereka tidak menunggu rombongan lain yang di pandu oleh Divya. Karena mereka akan melanjutkan wisata ke Lombok.
Semenjak hari itu Fadly terus mendapat client turis-turis mancanegara. Turis-turis tersebut pun membayar Fadly dengan harga yang fantastis. Karena Fadly juga tidak perhitungan soal waktu. Fadly mau dan dengan sangat senang hati membawa turis-turis yang ia pandu sampai malam guna menonton tari kecak Bali. Tidak meminta tambahan biaya seperti pemandu lainnya.
.
.
To Be Continued...
Mohon maaf karena up nya gak tentu, karena di kehidupan real sedang sibuk sekali.. Mohon dimaklumi ya readers..
__ADS_1
Tetap dukung dengan tekan like dan komen ya, dan jangan lupa favorit juga biar kalau novel ini up langsung dapat notif.
Dan bila berkenan kirimin saya gift dan vote ya 😁😁