
...Terimakasih yang sudah mendukung karya author dengan likenya.. tapi jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar ya readers.....
...SELAMAT MEMBACA READERS TERCINTA...
...❤❤❤...
"Kamu kan penyebab kecelakaan anak saya!" ucap Nyonya Shofia ketika baru datang di Rumah sakit.
"Sekarang dimana Fadly dirawat?" tambahnya.
"Di IGD, bu, sedang ditangani dokter," jawab Tari dengan suara gemetar.
Mata Nyonya Shofia yang tajam melotot kearah Tari, begitu juga dengan Tuan Haris dan Lea, mereka tidak berkata apa-apa hanya menunjukkan sikap marah dan tidak sukanya dari tatapan mata mereka.
Mereka tidak tahu, betapa shocknya Tari. Karena bagaimanapun ia juga baru saja mengalami hal buruk, meskipun ia tidak ada luka sedikitpun.
Di tempat kejadian kecelakaan itu tadi hanya ada supir truk dan kondekturnya. Mereka pada saat itu juga cemas karena takut jika terjadi apa-apa dengan Fadly dan Tari. Namun ketika supir truk mengetuk pintu mobil, Tari tidak apa-apa. Bahkan lecet-lecet ditangan dan kakinya pun tidak ada.
Supir truk dan kondektur itupun segera menolong Fadly karena Fadly sudah tidak sadarkan diri. Mereka meminta pertolongan orang lain dari menyetop mobil yang lewat. Setelah menunggu lama tidak ada yang lewat, karena jalan itu memang sepi. Akhirnya polisi lalu lintas yang berpatroli datang menolong mereka. Membawa mereka ke rumah sakit terdekat.
Setelah Fadly sudah berada di IGD rumah sakit, Tari segera menelepon Nyonya Shofia karena bagaimanapun keluarga Fadly harus mengetahui tentang kecelakaan itu secepatnya, oleh karena itu Tari menghubungi Nyonya Shofia dari ponsel Fadly yang ada di saku celana Fadly.
Setelah selesai menelepon Nyonya Shofia, Tari juga menerima telepon dari ibu tirinya bahwa bapaknya juga dilarikan ke rumah sakit karena sejak Tari pergi pagi tadi, bapaknya batuk darah terus-menerus.
Bukannya ia tidak sayang pada bapaknya, tapi ia harus menyelesaikan masalah Fadly terlebih dahulu, karena pada saat kejadian hanya dia dan Fadly yang berada di dalam mobil itu. Cukup lama ia menunggu keluarga Fadly datang, baru nanti ia akan ke rumah sakit tempat bapaknya di rawat.
Namun setelah keluarga Fadly datang, ia belum sempat menceritakan kejadian kecelakaan tersebut, malah mendapat amarah dari Nyonya Shofia yang memang sejak awal menyalahkan dirinya. Ditambah dirinya juga tidak ada luka kecil sedikitpun.
"Wajahnya polos banget ternyata licik ya," kali ini kata-kata menyakitkan itu terlontar dari Lea.
Tari menatap tidak percaya pada Lea, pasalnya kesan pertama melihat kakak Fadly itu Tari mengira kakaknya akan berbeda dengan mamanya, ternyata sama saja.
"Apa kamu liat-liat? memang bener kan kamu licik. Kalau kamu baik, kamu sayang sama Fadly, kamu bisa menahan Fadly untuk tidak pergi," lanjut Lea.
"Lagian kamu kok bisa sih tidak ada luka-luka? Kenapa anak saya yang harus menanggung kesakitan, kenapa tidak kamu saja," ucap Nyonya Shofia pada Tari yang sangat menyakitkan hati Tari.
__ADS_1
Sungguh sakit sekali hati Tari saat ini, padahal ia juga butuh support karena dirinya juga berada dalam mobil yang mencelakai Fadly. Tapi mama dan kakak Fadly menyalahkannya seolah-olah dialah orang yang telah menabrak Fadly.
Kegelisahannya sejak tadi karena memikirkan bapaknya saja belum usai. Kini Tari harus mendapat amarah dari dua wanita keluarga Fadly itu. Sungguh tak berperasaan sekali mereka.
Lea yang sejak tadi berdiri kini mengambil tempat untuk duduk, "Haduh! kok bisa ya Fadly cinta sama kamu. Padahal Adelia lebih segala-galanya dibanding kamu."
Sejak tadi Tari hanya bisa berdiri mematung sembari menangis dalam diam, jika air matanya jatuh, dengan cepat ia menyekanya. Tidak ingin tangisnya diketahui keluarga Fadly. Tari menerima mentah-mentah amarah mama dan kakak Fadly itu tanpa membantah sedikitpun.
"Benar sayang, sejak Fadly menjalin hubungan dengan Adelia, Fadly tidak pernah mengalami hal buruk seperti ini. Dia juga tidak pernah membantah kata-kata mama dan papa," sambung Nyonya Shofia.
"Iya Ma, apa dia ini membawa pengaruh buruk ya sama Fadly," ucap Lea.
Disela-sela pembicaraan mereka yang masih terus menyalahkan Tari. Datang seorang gadis cantik. Tari langsung menoleh kearah datangnya suara langkah kaki. Tari melihatnya, wanita itu berparas cantik, memiliki wajah blasteran. Dia juga tinggi, lebih tinggi dari Tari, kulitnya putih, bersih nampak terurus. Tari tidak tahu dia siapa.
Wanita itu menghampiri mereka dan menyapa keluarga Fadly satu persatu dengan saling memeluk dan cium pipi kanan dan kiri.
"Tante, bagaimana keadaan Fadly?"
"Tante belum tahu keadaannya seperti apa, sayang. Sejak tante datang dokter belum ada memberitahu bagaimana kondisi Fadly," jawab Nyonya Shofia dengan wajah sedih.
"Terus, kejadiannya seperti apa tante? Kok Fadly bisa sampai di daerah seperti ini?" tanya Adelia.
Wajah Nyonya Shofia yang tadinya sedih, kini berubah menjadi marah saat netranya melotot kearah Tari berdiri. Kemudian Nyonya Shofia menghampiri Tari dan berdiri didekat Tari.
"Semua ini karena perempuan ini Adelia, dia yang merebut Fadly dari kamu," ucap Nyonya Shofia pedas sembari menunjuk-nunjuk Tari.
Tari yang sejak kedatangan Adelia menerka-nerka siapa wanita cantik itupun akhirnya terjawab. Ternyata dia adalah Adelia, mantan pacar Fadly yang diceritakan Fadly kemarin.
"Haaa! jadi karena dia Fadly mutusin Adel tante? Ya ampun, apa sih yang di pandang dari perempuan seperti ini," Adelia berucap tidak kalah pedasnya.
"Iya bener, kakak tadi juga bilang gitu del sama mama. Kamu itu lebih segala-galanya di banding dia," ucap Lea, mengulang kata-katanya tadi.
Tari tidak tahan mendengar cacian yang dilontarkan untuk dirinya itu. Air matanya yang berulang kali jatuh kini semakin tidak bisa berhenti.
Kemudian dokter membuka ruang IGD dan memanggil keluarga Fadly, majulah mereka semua, kedua orang tua Fadly, Lea, Adelia dan juga termasuk Tari.
__ADS_1
"Keluarga Fadly?"
Tuan Haris bangkit dan berdiri dari tempat duduknya, "Iya dok, saya papanya," jawab Tuan Haris.
"Begini pak, kami tadi sudah melakukan penanganan awal, sudah membersihkan luka-luka di sekitar kepalanya, memasangkan infus agar tidak kekurangan cairan dan memberikan suntikan-suntikan yang dibutuhkan. Dan saya akan menjelaskan untuk diagnosis awal yaitu cidera kepala. Namun belum diketahui apakah cidera kepala ringan, sedang atau berat. Untuk mengetahuinya harus melakukan pemeriksaan selanjutnya, pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan CT-Scan* kepala, yaitu metode diagnosis dengan bantuan X-Ray untuk menghasilkan gambar otak secara horizontal, namun untuk itu semua butuh persetujuan orang tuanya terlebih dahulu," tutur dokter menjelaskan.
"Jika bapak sebagai orang tua setuju segera ke ruangan saya untuk menandatangani surat persetujuan akan dilakukannya CT-scan kepala," lanjut sang dokter.
"Iya dok, saya setuju," jawab Tuan Haris dengan cepat tanpa berpikir panjang.
"Kalau begitu, mari pak ikut saya ke ruangan saya," ucap sang dokter.
Kemudian Tuan Haris mengikuti dokter itu. Sementara keadaan di luar, Nyonya Shofia sudah lemas dan menangis, Lea dan Adelia memapah Nyonya Shofia untuk duduk di kursi tunggu yang tersedia di rumah sakit tersebut.
Sedangkan Tari, hatinya sangat hancur mendengar kekasih hatinya mengalami cidera kepala. Ia masih berdiri di tempat semula ketika mendengarkan penjelasan dokter tadi. Ia menangis tersedu-sedu sendiri ditengah sedih hatinya.
Disaat ia kecelakaan dengan kekasihnya dan kekasihnya dalam keadaan tidak sadarkan diri, ibu tirinya menelepon jika bapaknya muntah darah dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Sampai sekarang ia pun belum mengetahui bagaimana keadaan bapaknya.
Ditambah keluarga sang kekasih yang sedari awal sudah menyalahkannya, menghina dan merendahkannya. Sebenarnya Tari sudah tidak sanggup lagi berdiri, tetapi disampingnya tidak ada orang lain untuk sekedar menjadi penenang baginya.
Ia menutup wajahnya saat menangis, suara tangisnya cukup terdengar di telinga tiga wanita yang bersamanya sejak tadi. Yang menyalahkannya dan menghinanya.
Kemudian Adelia berjalan cepat menuju Tari. Tampak emosi yang terpancar di wajahnya. Ia menarik rambut Tari cukup kuat, sehingga Tari yang tidak tahu akan hal itu terjatuh terduduk di lantai rumah sakit dengan sekali tarikan.
*CT-Scan \= Comuted Tomography
#####
Next>>>>>>>
Semoga terhibur ya..
Dan semoga suka dengan cerita Penjahit Cantik.. Tetap simak terus cerita abang Fadly yang tampan dan akak Tari yang cantik 😊😊
Mohon dukungannya dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan votenya. Atas dukungannya author ucapkan Terima kasih yaaaa ❤❤
__ADS_1