Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Melarikan Diri


__ADS_3

...Terimakasih yang sudah mendukung karya author dengan likenya.. tapi jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar ya readers.....


...SELAMAT MEMBACA READERS TERCINTA...


...❤❤❤...


.


.


Sudah satu minggu ini Fadly kembali ke kampus, melanjutkan kuliah S2 bisnis nya di Amerika, yang mengikuti jejak sang kakak, Lea. Tuan dan Nyonya Haris sudah kembali ke Indonesia karena banyak hal yang harus di kerjakan.


Fadly benar-benar tidak bisa menolak keinginan orang tuanya yang mengharuskan ia untuk tetap tinggal di Amerika melanjutkan kuliahnya selama dua tahun ke depan.


Rasa rindunya yang membara di dasar hatinya pada Tari harus ia tahan dan entah kapan rindu itu akan berlabuh. Fadly sadar, ia tidak bisa melawan kedua orang tuanya, ia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Ia tidak bisa memilih antara cinta dan orang tua.


Sekarang, ia akan menuruti semua keinginan kedua orang tuanya. Dan perlahan-lahan nanti Fadly akan memberi pengertian pada kedua orang tuanya, bahwa ia memang benar-benar mencintai penjahit cantik itu.


Di hari pertamanya masuk kuliah, sudah ada yang mendekatinya. Clara, gadis cantik, enerjik, penuh percaya diri dan memiliki hati yang baik.


Clara lahir di Indonesia, ayahnya berkebangsaan Inggris, dan Ibunya berkebangsaan Indonesia. Clara yang masih memiliki darah Indonesia cukup fasih berbahasa Indonesia, karena ajaran ibunya.


Ketika mengetahui Fadly berasal dari Indonesia, gadis itu tanpa segan segera mendekati Fadly untuk berkenalan. Fadly hanya bersikap acuh tak acuh pada Clara. Namun, bukan Clara namanya jika mandapat perlakuan acuh langsung mundur.


Ia terus mengikuti Fadly kemanapun Fadly pergi. Ia tahu anak baru seperti Fadly pasti sangat butuh bantuan. Benar saja, ketika ingin ke toilet Fadly tidak tahu dimana tempatnya, Fadly pun bertanya pada Clara. Ketika ingin ke kantin, Fadly yang juga tidak tahu dimana arahnya dan Fadly pun bertanya pada Clara lagi.


Fadly pun merasa tidak enak jika terus-terusan bersikap acuh pada Clara. Ia pun mulai merespon ocehan-ocehan Clara. Namun sikapnya tetap dingin pada Clara.


Fadly tidak ingin terlalu beramah-tamah pada gadis mana pun, karena ia tidak ingin sikapnya yang ramah disalah artikan oleh para gadis. Seperti pada saat ia kuliah di Indonesia dulu. Begitu juga dengan sikapnya ke Clara.


Sering kali ia harus bersembunyi dan melarikan diri dari Clara karena sangat risih jika Clara menempel dengan dirinya terus menerus.

__ADS_1


***


Malam ini, Sandi sudah meminta izin pada Tari untuk tidak tidur di rumah. Ia segera meluncur ke tempat dimana seseorang telah menunggu.


"Hai pria tampanku," sapa seorang gadis sek si pada Sandi, Dini namanya.


Sandi tersenyum menatap Dini dan segera menghampirinya. Disentuhnya pinggang ramping Dini dan Sandi juga mendaratkan ciuman di pipi kanan dan kiri Dini.


Dini, si gadis sek si itulah yang menelepon Sandi pada saat bersama Tari di rumah tadi. Dini juga salah satu bonus yang diberikan temannya yang baru dikenalnya, yang belakangan ini baru diketahui namanya Bram. Bram memberi bonus servis dari Dini jika Sandi mau membeli serbuk haram darinya.


Bukan hanya seorang gadis cantik dan sek si, Bram juga memberikan minuman alkohol. Tidak tanggung-tanggung, alkohol yang diberikan secara gratis untuk Sandi itu bisa Sandi minta setiap saat jika sedang berkunjung di club yang telah ditunjuk Bram.


Serbuk haram itu kini sudah ada di tangan Sandi. Pertama kali Sandi mendapatkannya secara cuma-cuma dari Bram di tambah mendapatkan servis dari gadis sek si yaitu Dini, oleh karena itulah Sandi tergiur dan Sandi ketagihan lalu membelinya lagi dari Bram.


Memang itulah taktik dari Bram, pertama ia memberi dengan cuma-cuma ditambah bonus servis dari gadis sek si. Lalu setelah Sandi ketagihan tentu harga yang diberikan Bram sudah sangat jauh diatas harga normal. Namun, Sandi tetap mau membelinya.


"Iya terus sayang, lebih kuat lagi, ahh.. nikmat sekali rasanya kalau kamu berada di atas begini," ucap Sandi yang terus meracau ketika dirinya di gen jot oleh Dini yang memiliki pinggang ramping namun bokong miliknya sangat b0 hay.


Sandi dan Dini kini sedang merengkuh kenikmatan bersama di kamar hotel. Baru saja Sandi menyemburkan lahar panasnya ke dalam liang kenikmatan gadis sek si itu, tiba-tiba pintu kamar hotel ada yang mengetuk.


Tadinya Sandi tidak ingin membuka pintu itu, karena dirinya belum memakai pakaian. Tapi pintu itu terus diketuk dan orang yang dari luar terus memanggil namanya.


Dengan malas Sandi yang hanya melilitkan tubuhnya dengan selimut menyeret kakinya ke arah pintu. Ketika pintu terbuka, ternyata Reza, teman yang akrab dengannya yang mengetuk pintu kamar hotel.


"Bro, lo harus cepat-cepat keluar dari hotel ini. Ternyata Bram itu mau jebak lo, Bro. Dia ngelapor polisi kalau lo bawa serbuk haram dan melakukan tindakan mesum di hotel ini," ucap Reza terengah-engah. Karena dirinya juga baru mendengar itu ketika Bram menelepon seseorang dan mengatakan akan segera melaporkan Sandi ke polisi karena mengkonsumsi serbuk haram.


"Breng sek lo Bram," Sandi mengepalkan tangannya.


"Lebih baik lo sekarang cepat keluar keburu polisi datang dan grebek lo."


"Ok za, Thank's ya."

__ADS_1


Sandi masuk dan menutup pintu, ia segera memakai baju dengan cepat.


"Ada apa sayang? kok buru-buru sih?" Dini bertanya.


Sandi sudah tidak memperdulikan Dini lagi. Dengan secepat kilat ia memakai baju dan mengumpulkan barang-barangnya dan tentu saja meninggalkan serbuk haram yang baru di belinya dengan harga sangat mahal tadi dari Bram, lalu pergi keluar.


Dini yang masih di dalam kamar tertawa melihat tingkah Sandi yang lari kocar kacir karena takut di gerebek polisi. Sedetik kemudian Dini mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


"Dia sudah keluar, bergerak lebih cepat."


Ketika sedang berjalan di lorong hotel, sekilas Sandi melihat ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Kemudian, Sandi menelepon Reza, menyuruh Reza untuk membawa mobilnya dan bertemu di depan lift agar Sandi memberikan kunci mobilnya.


Sandi berjalan dengan langkah lebar, kemudian dengan secepat kilat masuk ke lift, orang yang mengikutinya tadi berlari menuju tangga darurat karena lift sudah tertutup. Setelah sampai di bawah dan lift terbuka Sandi bertemu Reza di depan lift seperti rencana mereka.


Sandi menyeret Reza ke lorong hotel kemudian dengan cepat mereka menukar baju mereka untuk mengelabui orang itu.


Saat itu sudah dini hari, keadaan di luar hotel sangat sepi. Namun Sandi dengan lihainya berhasil melarikan diri dengan menaiki taksi dan menuju rumahnya.


.


.


#####


Next>>>>>>>


Maaf baru bisa up lagi setelah sekian lama 🙏🙏


Semoga Kisah Tari dan Fadly menjadi salah satu kisah yang dinanti-nantikan up-nya bagi para pembaca..


Untuk para pembaca, Mohon dukungannya dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan votenya. Atas dukungannya author ucapkan Terima kasih yaaaa ❤❤

__ADS_1


__ADS_2