Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Dipingit


__ADS_3

Besar sekali pengaruh kerjasama bisnis dengan perusahaan Bryan. Pemasaran dari pihak Bryan sangat membuahkan hasil. Terbukti dalam waktu dua bulan saja Lestari tour and travel maju pesat. Bangunan yang menjadi rumah dan tempat usaha Fadly yang tadinya ia sewa kini telah sah menjadi miliknya. Bahkan semakin lebih dipeebesar lagi karena saat ini telah berlangsung pembangunan untuk memperbesar tempat usahanya itu. Mobil yang tadinya Fadly tidak punya kini telah ia beli beberapa unit untuk ia buat rental mobil.


Fadly juga melebarkan sayapnya dengan membuka toko souvenir di Bali. Dimana didalam tokonya terdapat banyak hasil dari rancangan Tari, mulai dari topi maupun kain pantai. Sedikit demi sedikit ia maju, ia tidak ingin terus-terusan hidup dalam bayang-bayang keluarga Dewantara. Meskipun kemajuannya masih ada campur tangan dari keluarganya, yaitu dukungan semangat dan doa. Karena ia memang butuh itu dari mama, papa dan kakaknya.


Didunia bisnis, Fadly telah dikenal sebagai owner Lestari Tour and Travel bukan lagi anak dari Haris Dewantara. Itulah yang diinginkannya sejak dulu.


Waktu dua bulan sudah berlalu, berarti pernikahan Tari dan Fadly tinggal satu bulan lagi. Tadinya, Fadly ingin membiayai sendiri acara pernikahannya. Namun Nyonya Shofia memaksa, Nyonya Shofia mengatakan, itu adalah salah satu keinginan dalam hidupnya yang harus ia capai, yaitu membiayai dan mengatur pernikahan anak-anaknya. Sekali lagi, Fadly hanya bisa menurut. Namun ia mengatakan jika ini adalah terakhir kalinya bagi Nyonya Shofia untuk mengatur hidupnya, selanjutnya ia tidak mau Nyonya Shofia mengatur rumah tangganya. Dan Nyonya Shofia berjanji akan hal itu.


Hari ini Nyonya Shofia menyuruh Andi untuk menjemput Tari di rumahnya, ia sudah mendapatkan izin dari Fadly. Nyonya Shofia menyuruh Tari agar tinggal di Mansion keluarga Dewantara selama satu bulan ini, sembari menunggu hari pernikahannya dengan Fadly. Nyonya Shofia ingin menjaga calon pengantin agar tidak terjadi apa-apa sebelum hari pernikahan Tari dengan anaknya.


Tari setuju, ia dirumah sudah bersiap-siap menunggu jemputan. Ia juga mengajak Bu Rosita bersamanya. Tidak lama kemudian Andi datang, lalu mereka pergi. Untuk urusan usahanya, Tari telah meminta Tina, ibu dari Rian untuk menangani selama ia pergi. Tina adalah wanita yang baik, selama beberapa tahun Tari mengenalnya, ia sangat bisa dipercaya.


Tiga jam perjalanan dari Desa Kemangi menuju kota. Dan kini mereka telah sampai di Mansion keluarga Dewantara. Bu Rosita melihat takjub kearah mansion.


"Tari, benar yang kamu bilang. Ini istana bukan rumah," ucap Bu Rosita saat melihat mansion itu.


Tari tersenyum geli kearah Bu Rosita, "Ya memang ini istana, Bu," ucap Tari.


Nyonya Shofia menyambut kedatangan Tari dan Bu Rosita. Ia telah berdiri di depan pintu Mansion.


"Selamat datang, Tari dan ibu. Bagaimana tadi perjalanannya?" tanya Nyonya Shofia seraya merangkul Tari.

__ADS_1


"Alhamdulullah lancar, Bu," jawab Tari


"Panggil mama, sayang. Seperti Fadly memanggil saya mama, kamu juga bisa panggil mama. Sebentar lagi kan kamu menjadi menantu di keluarga ini," tukas Nyonya Shofia sembari tersenyum.


Tari terharu dengan ucapan yang dilontarkan Nyonya Shofia, karena Nyonya Shofia telah menganggapnya sebagai anak. Ia pun tersenyum menanggapinya.


"Ayo kita masuk! Mari, Bu!" seru Nyonya Shofia pada Tari dan Bu Rosita. Mereka berjalan masuk, Nyonya Shofia merangkul Tari. Dan diikuti Bu Rosita dibelakangnya.


Sudah beberapa hari ini Tari menginap di Mansion keluarga Dewantara, terhitung sudah satu minggu. Tari sudah mulai betah disana, ia telah menemukan kenyamanan. Karena Nyonya Shofia, Tuan Haris dan Lea benar-benar menyambutnya bak anak yang telah lama hilang.


Dihari libur nanti Fadly akan datang ke Mansion Dewantara. Rencananya Nyonya Shofia akan meninjau gedung yang akan dipakai untuk acara resepsi pernikahan Tari dan Fadly. Dan Fadly ingin ikut melihat tempat itu juga, oleh karena itu ia menyempatkan waktu datang ke ibu kota. Lea Dewantara Hotel memiliki Hall yang sangat besar berada dilantai satu bangunan hotel. Sesuai dengan namanya, hotel itu milik Lea, telah diresmikan enam bulan yang lalu.


***


"Kamu nyaman kan tinggal disini?" tanya Fadly pada Tari.


"Sudah yang keempat kalinya kamu tanya ini, Mas. Gak ada pertanyaan lain?" jawab Tari.


"Iya, Sayang. Aku cuma mau memastikan saja." Jawab Fadly.


"Keluarga kamu membuat aku bagaikan ratu disini, jadi gak ada yang membuat aku gak nyaman," ucap Tari sembari tersenyum.

__ADS_1


"Syukurlah," Fadly menimpali dengan singkat.


Tadinya Tari memang masih takut dengan keluarga Fadly. Takut kejadian seperti yang dulu terulang kembali. Tapi setelah tinggal di mansion Dewantara, ia merasakan kasih sayang yang tulus dari keluarga kekasihnya itu. Tari pun mengatakan pada Fadly ia sangat betah tinggal di Mansion dengan keluarganya. Fadly sangat bersyukur jika memang benar adanya. Berarti ia tidak perlu khawatir lagi, keluarganya telah berubah kini.


Pagi hari setelah selesai sarapan. Fadly, Nyonya Shofia dan Lea bersiap-siap akan pergi ke Lea Dewantara Hotel guna meninjau tempat untuk diadakannya acara resepsi pernikahan Tari dan Fadly akan digelar. Sekalian disana juga mereka akan bertemu dengan Wedding Organizer.


Pada saat sebelum sarapan bersama tadi, Tari telah mengutarakan niatnya ingin ikut ke hotel milik kakak iparnya itu. Tapi tentu saja hal itu dilarang oleh Nyonya Shofia. Karena pernikahan mereka tinggal tiga minggu lagi akan dilangsungkan. Nyonya Shofia takut akan terjadi apa-apa dengan Tari. Tapi, bukan Tari namanya jika menurut begitu saja.


Sesaat setelah Fadly naik ke mobil, Tari juga menyusul dan naik ke mobil duduk disamping Fadly. Karena Fadly memang akan mengendarai mobil sendiri tidak memakai supir.


Fadly terkejut, ia menghentikan kegiatannya yang sedang memakai sabuk pengaman, "Tari! Kamu ngapain naik?" tanya Fadly heran.


"Aku mau ikut, Mas," jawab Tari dengan nada manja sembari memasang senyum manisnya.


"Sayang! Kamu udah dengarkan apa yang dibilang mama tadi! Calon pengantin tidak boleh kemana-mana!" seru Fadly.


"Ckk! Mas Fadly sayang! Jadi ceritanya aku dipingit sedangkan kamu enggak gitu? itu namanya mama pilih kasih. Calon pengantinnya kan ada dua, kamu dan aku. Terus yang gak boleh kemana-mana cuma aku? Seharusnya kamu juga gak boleh kemana-mana dong!" jelas Tari protes. Tapi ia hanya berani protes pada Fadly, tidak berani memprotes Nyonya Shofia.


Sementara itu Fadly kini bingung, penjelasan Tari ada benarnya juga. Calon pengantin ada dua, tapi mengapa mamanya hanya melarang Tari tidak termasuk dirinya juga. Sedangkan dirinya besok masih harus bepergian ke Bali lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya.


.

__ADS_1


.


To Be Continued...


__ADS_2