Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Pertemuan Tari dan Fadly


__ADS_3

Divya meyakini gadis itu adalah tari. Divya mendengus kesal, sangat tidak elegan sekali. Ia pun mencoba biasa saja, dan mencoba menscroll lagi aplikasi milik Mark Zuckerberg itu. Ternyata Fadly tidak hanya mengunggah satu foto. Tapi ada foto lain, foto itu menampilkan wajah seorang gadis yang tadi, namun sekarang gadis itu tidak bersama Fadly dan tidak menatap kearah kamera, mungkin diambil secara diam-diam. Captionnya, Lagi cemong gini aja tetap cantik ya pacar aku, Lestariku 😚


Kali ini Divya tidak bisa menahan emosinya, ia membanting ponselnya ke lantai. Lalu ia beranjak ke kamarnya dan menangis. Ia marah, ia cemburu pada Tari. Mengapa Tari harus muncul.


"Hiks,,hiks,, aku yakin pasti temannya itu suruhan si Tari. Dia sengaja menyuruh temannya untuk memberitahukan keberadaannya agar Fadly menemuinya," Ucap Divya bermonolog sambil menangis.


Banyak sekali sumpah serapah yang dilontarkan Divya untuk Tari. Divya merasa Tari yang mematahkan hatinya untuk mendapatkan Fadly.


Lain Divya lain lagi dengan Tari dan Fadly, dua sejoli itu sedang bahagia sekali hatinya. Siang hari tadi ketika Fadly sampai di Bandara, Fadly langsung menelepon Tari untuk menanyakan alamat rumah Tari. Kemudian Tari pun mengirim alamat rumahnya melalui pesan.


Setelah enam jam perjalanan dari Bandara ke Desa Kemangi, akhirnya Fadly sampai di depan rumah Tari saat hari sudah mulai gelap. Begitu Fadly sampai, ternyata para anggota pekerja Lestari Collection sedang akan memberi kejutan untuk Tari yang berulang tahun hari ini.


Bu Rosita yang mengenali wajah Fadly langsung menyambut hangat laki-laki itu ketika ia sudah turun dari taxi, "Ya Allah, Fadly. Apa kabar kamu?"


Fadly menyalami Bu Rosita, "Kabar saya baik, Bu. Ibu sendiri bagaimana?"


"Seperti yang kamu lihat, Alhamdulillah ibu baik," ucap Bu Rosita.


Fadly melihat di belakang Bu Rosita berdiri baberapa orang, meskipun hanya berjumlah belasan orang tapi mereka terlihat ramai. Salah satu diantara mereka ada yang membawa kotak dan sepertinya Fadly mengenali wajah anak yang membawa kotak itu.


"Oh iya, mereka ini anggota pekerja Tari. Kami akan bersiap-siap memberi kejutan ulang tahun untuk Tari," sambung Bu Rosita.


"Oh, jadi hari ini hari ulang tahun Tari, Bu?" tanya Fadly.


"Iya," jawab Bu Rosita dengan antusias.


Kemudian Bu Rosita menyuruh Rian agar memberikan kotak kue tart ulang tahun pada Fadly. Ternyata anak yang dikenali Fadly itu membawa kotak kue tart ulang tahun untuk Tari. Dan anak remaja laki-laki itupun menyerahkan kotak kue tart ulang tahunnya pada Fadly. "Ini Mas," ucap Rian.

__ADS_1


"Oh ternyata namanya Rian.." ucap Fadly dalam hati. Fadly hapal betul dengan wajah Rian, karena Rian pernah menjadi buronannya waktu itu. Tapi sayangnya, ia tidak pernah menemukan Rian. Dan baru hari inilah Fadly bertemu kembali dengan Rian. Namun sekarang ia sudah tidak membutuhkan Rian lagi, karena sebentar lagi ia akan bertemu langsung dengan orang yang selama ini ia cari dan ia rindukan.


Fadly menerima kotak kue tart ulang tahun itu, kemudian Rian menyalakan lilin dengan pematik. Setelah itu salah satu diantara mereka mematikan saklar lampu rumah Tari. Tentu saja Tari yang berada di dalam rumah heran dan terkejut karena tiba-tiba saja lampu padam.


Memang setelah shalat maghrib tadi Tari tidak melihat satu orangpun pekerjanya, sampai tiga puluh menit kemudian masih belum ada yang terlihat. Saat lampu padam Tari hendak keluar, saat membuka pintu depan rumahnya tiba-tiba


*Happy Birthday to you~


Happy Birthday to you*~~~


Suara sorak serentak dari semua anggota pekerja di Lestari Collection, Bu Rosita dan juga Fadly tentunya. Mereka ada yang memfoto dan memvideokan moment ini. Mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun pada Tari.


Surprise!!!


Happy Birthday mba Tari!


Selamat ulang tahun ya Tari...


Namun suara sorak dan ucapan selamat dari anggotanya juga dari Bu Rosita tak didengar Tari, keramaian dari anggota pekerjanyapun tak dilihatnya. Hanya satu orang yang nampak dimata Tari, seorang laki-laki tampan yang tinggi menjulang sedang membawa kue tart ulang tahun untuknya. Laki-laki itu berada tepat dihadapannya menatap dan tersenyum padanya.


"Surprise.." kata laki-laki tampan itu sambil memberikan senyuman termanisnya.


Tari terdiam terpaku, wajahnya tersenyum namun ada air yang menetes dari sudut matanya. Fadly menyerahkan kue tart ulang tahun itu pada Rian yang berada di sebelahnya, kemudian dia memeluk Tari. Sorak sorai sudah tidak terdengar lagi, lampu yang padam telah mereka nyalakan kembali.


Tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mereka semua, pandangan mereka semua tertuju pada Tari dan Fadly yang sedang berpelukan. Tari sudah terisak, air matanya telah membasahi baju yang dikenakan Fadly. Fadlypun terharu, ia juga ikut meneteskan air mata.


Tiga tahun, ya.. Tiga tahun lamanya mereka telah berpisah raga tapi sejatinya hati mereka tak pernah berpisah. Meskipun sudah berpisah selama tiga tahun, nyatanya Fadly tidak canggung memeluk Tari. Entah keyakinan dari mana ia dapatkan bahwa Tari masih mencintainya, masih mengharapkannya untuk datang menemuinya menanyakan kembali cintanya. Karena kecintaannya pada Taripun tidak pernah hilang malah semakin tumbuh subur, akarnya sudah melekat dalam dihati Fadly dan menjalar bukan hanya dihati tapi keseluruh tubuhnya.

__ADS_1


Sudah lima menit mereka berpelukan, kalau sudah seperti ini Fadly yang akan mengalihkan suasana. Ia melepaskan pelukannya pada Tari, menghapus air mata diwajah cantik gadis itu dan tersenyum. Pelukan mereka sudah terlepas tapi kedua tangan Tari masih berada dipinggang Fadly, ia menatap lekat kedalam mata Fadly.


Kembali air mata Tari menetes disudut matanya, "Mas Fadly apa kabar?" tanya Tari.


Tari sebenarnya ingin melihat kepala Fadly, sebesar apa cideranya waktu itu. Sampai ia melupakan Tari hingga tiga tahun lamanya.


"Boleh gak ngobrolnya didalam aja?" ucap Fadly sambil nyengir.


Ada juga celetukan dari Fizi pekerja Lestari Collection, anak remaja sebaya Rian, "Iya, mba Tari. Didalam yok! Sekalian nih makan kuenya."


Yang tadinya mereka semua terharu melihat pertemuan Tari dan Fadly, mendengar celetukan dari Fizi itu mereka jadi tertawa. Tari akhirnya menyuruh mereka semua masuk kedalam rumah untuk menikmati kue tart ulang tahun yang mereka beli untuk dirinya.


Saat semua sudah berada didalam, lagi-lagi Fizi yang memulainya, "Potong kuenya.. Potong kuenya.. Potong kuenya sekarang juga.. Sekarang jugaaa.." sehingga yang lain mengikutinya.(😂😂)


Bu Rosita menyiapkan piring dan pisau untuk memotong kue. Para anggota pekerja Lestari Collection banyak yang sudah bersiap-siap memegang ponsel mereka untuk mengabadikan moment dimana saat Tari memotong kue ulang tahunnya. namun saat sebelum kue tart itu dipotong, Fadly dengan iseng menyolekkan krim kue di wajah Tari. Kembali suara riuh tawa terdengar. Tidak lupa Fadly juga mengambil ponselnya, kemudian ia merangkul Tari dan mengambil foto selfie wajah mereka berdua.


Saat kue sudah dipotong dan sudah dibagi-bagikan, Fadly kembali mengambil foto Tari secara candid. Dan ia mengunggah foto-foto yang ditangkapnya ke akun media sosialnya.


Foto-foto itulah yang dilihat Divya dan membuat Divya menangis patah hati dan cemburu pada Tari.


.


.


To Be Continued..


Marhaban yaa Ramadhan..

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H, bagi yang menjalankannya..


__ADS_2