Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Fadly Bingung


__ADS_3

Fadly keluar dari ruangan ujian dan langsung disambut oleh sang kekasih Adelia.


"Sayang, rindu banget," Adelia berujar dengan nada manja.


Fadly menanggapinya hanya tersenyum saja dan terus berjalan. Adelia mengikuti di belakangnya, dia juga terus berjalan dan mensejajarkan langkanya dengan Fadly. Setelah berada di samping Fadly, tangannya ia lingkarkan ke pinggang Fadly.


"Kamu kapan pulangnya?" tanya Adelia.


Fadly membuang nafasnya panjang.


"Kamu kenapa sih kok gak pulang-pulang?" tanya Adelia lagi.


Fadly terus berjalan tanpa berniat menjawab pertanyaan kekasihnya itu.


"Betah banget di kampung, kalau ada gadis kampung yang godain kamu gimana?" sambung Adelia.


Fadly terhenti sejenak, diam mematung. Ingatannya langsung tertuju pada Tari. Ia berpikir tentang apa yang dikatakan Adelia. Tari bisa saja menggodanya dengan sikap polosnya sebagai gadis kampung. Buktinya banyak sekali laki-laki yang mendekatinya.


Fadly melanjutkan kembali jalannya, sepertinya ia hendak menuju ke kantin. Ia menoleh menatap kekasihnya.


Karena tidak ada jawaban dari Fadly, Adelia terus bertanya kapan Fadly akan pulang ke rumahnya.


Pertanyaan itupun berulang kali tidak dijawab oleh Fadly. Dia sendiri bingung harus menjawab apa, karena dia belum berniat untuk pulang ke rumah.


Sekarang sudah hampir siang. Sejak pagi tadi Fadly belum ada makan apapun, perutnya terasa lapar.


"Kita ke kantin ya?" ajak Fadly pada Adelia.


"Let's go," ucap Adelia bersemagat.


Setelah sampai di kantin, mereka memesan makanan. Fadly banyak bertemu teman-temannya di kantin. Sudah tiga bulan lamanya tidak berjumpa banyak yang mengatakan Fadly semakin hitam, temannya juga mengatakan, rambutnya yang lama tidak dipotong juga terlihat panjang.


Mereka saling berbincang sambil menghabiskan makanan yang mereka pesan masing-masing. Begitupun Adelia, gadis itu biasanya sangat menjaga makanannya karena dia tidak mau memiliki badan yang gemuk. Tapi kali ini dia sangat berselera makan dilupakannya diet ketatnya karena senang sekali berjumpa dengan Fadly, kekasihnya.


Karena melihat wajah Adelia yang cemberut, teman-teman Fadly pun merasa bahwa mereka mengganggu Fadly dan Adelia. Merekapun undur diri dan membiarkan pasangan kekasih itu menghabiskan waktu bersama.


"Lancar banget kalau bicara sama temennya, giliran sama aku aja kamu diem," ucap Adelia menyindir Fadly.


"Iya maaf, kamu mau apa?" Fadly membujuk Adelia


"Aku gak mau apa-apa, aku mau kamu pulang kerumah. Kamu gak kangen apa sama mama papa? sama kak lea?" Adelia berujar, mencoba membujuk Fadly agar pulang.

__ADS_1


"Kapan kamu pulangnya sayang?" lagi, pertanyaan itu yang dilontarkan Adelia pada Fadly.


"Ckk...," hanya itu yang keluar dari bibir Fadly. Kemudian ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sampai kapan sih kamu marah sama mama kamu?" lagi, Adelia bertanya.


Fadly mengatakan pada Adelia, bahwa dia kabur dari rumah karena marah pada mamanya. Fadly tidak mengatakan yang sesungguhnya hal apa yang membuatnya kabur dari rumah. Kabur dari rumah adalah tindakan protesnya pada mamanya yang selalu harus menuruti kehendak mamanya, bukan apa yang diinginkan Fadly.


Sebenarnya salah satunya ialah karena dijodohkan oleh Adelia. Fadly tidak mencintai gadis itu. Ia sudah berusaha untuk mengenal Adelia dan mencintai Adelia tapi hatinya tidak bisa terbuka untuk gadis itu. Memang sebenarnya belum ada satu gadispun yang ia cintai.


Fadly tidak bisa memutuskan hubungannya begitu saja dengan Adelia ketika hatinya tidak mencintai Adelia. Tidak semudah memutuskan hubungan dengan gadis-gadis lain yang sebelumnya menjalin hubungan pacaran dengannya. Karena ia tahu betul ada dua keluarga yang mengikat mereka.


Ia belum mau memikirkan bagaimana nanti nasib hubungannya dengan Adelia.


Adelia adalah gadis yang cantik, Adelia juga gadis yang baik. Dia tidak terlalu manja dibandingkan dengan pacar-pacar Fadly yang terdahulu. Tapi hatinya tertutup rapat, tidak bisa mencintai Adelia. Entah gadis mana nantinya yang berhasil membuka hatinya.


Selama berada di kantin Adelia tidak pernah putus menatap wajah Fadly. Fadly sangat tampan menurutnya, dia sangat beruntung bisa menjadi kekasih Fadly sekarang ini.


Fadly hanya membiarkan saja Adelia menatap wajahnya, tapi dia tidak berniat menatap balik wajah kekasih cantiknya itu. Selalu seperti ini jika Fadly bertemu Adelia. Fadly tidak banyak berkata apapun pada Adelia.


Ketika Adelia sudah merasa lelah dengan pekerjaannya menatap wajah tampan Fadly maka mereka mengakhiri pertemuan mereka. Selalu seperti itu. Tidak ada kontak fisik yang melebihi cium pipi kanan dan kiri saja.


Hari itu, mereka menghabiskan waktu bersama. Adelia menemani Fadly ke barber shop untuk memangkas rambutnya.


***


Siang berganti malam, matahari pun tenggelam, kini giliran gelap yang menampakkan wajahnya.


Siang tadi Tari sudah memanggilkan tukang urut untuk Bu Rosita. Setelah di urut, Bu Rosita kelihatan lebih baik. Ia tidak lagi mengeluh kesakitan.


Bu Rosita sebenarnya ingin sekali memberitahu Tari tentang Fadly. Tapi Bu Rosita mengurungkan niatnya memberitahu Tari bahwa Fadly adalah anak konglomerat. Bu Rosita merasa, entah mengapa Tari setiap dijodohkan dengan orang kaya pasti dirinya menolak.


Bu Rosita sedang mengatur siasat agar Tari semakin dekat dengan Fadly. Bu Rosita akan membuat Fadly menyukai dan mencintai Tari.


Sementara itu majalah bekas itu ia sembunyikan di lemari kamarnya, agar Tari tidak mengetahui berita tentang Fadly untuk sekarang ini.


Deru motor Fadly yang keras memasuki telinga tetangganya.


Pada saat itu Bu Rosita keluar rumah ingin menyapa Fadly, Fadly masih di luar teras akan memasukan motornya ke dalam rumah.


Ujung mata Fadly mengangkap sosok Bu Rosita, ia menoleh lalu menghentikan kegiatannya dan menstandarkan motornya di teras rumahnya.

__ADS_1


"Bu, bagaimana tangan dan kakinya yang kecelakaan tadi pagi?" sapanya pada Bu Rosita.


"Sudah baikan, tadi ibu sudah ke klinik, luka-lukanya juga sudah diobati" jawab Bu Rosita berbohong.


"Nak Fadly baru pulang ya, pergi dari tadi pagi?" tanya Bu Rosita.


"Iya bu," jawab Fadly.


"Dari mana? berkunjung ke rumah orang tua ya?" Bu Rosita mulai kepo.


Fadly mengkerutkan keningnya.


"Ah, gak bu, saya tadi pergi ke kampus ada ujian."


"Oh begitu, rumah orang tua kamu dimana?" jiwa kepo Bu Rosita mulai meronta-ronta.


Fadly merogoh kantongnya, melihat ponselnya yang tidak ada notifikasi apapun di sana. Tapi ia berpura-pura sedang mengetikkan sesuatu. Ia sangat malas ditanya tentang orang tuanya untuk saat ini. Ia berbohong dan mencari cara bagaimana agar tidak menjawab pertanyaan dari Bu Rosita.


Kemudian ia pamit akan masuk kerumah dan akan menghubungi seseorang karena ada hal penting yang akan dibicarakan.


Ketika sudah masuk ke dalam rumah, beberapa menit kemudian ia keluar lagi karena akan memasukkan motornya yang masih berada di teras rumah.


Ternyata Bu Rosita masih berada di teras itu juga, dia sedang duduk sendirian memainkan ponselnya. Melihat Fadly keluar, Bu Rosita berdiri.


"Nak Fadly, kamu tahu gak? setelah bertemu kamu tadi pagi, Tari mendadak sakit. Dia seharian di kamar, pas ibu cek ternyata dia demam. Kalian sedang bertengkar ya?" ucap Bu Rosita.


"Kalian bertengkar ya?" Fadly mengulang kalimat itu dalam hatinya. Fadly merasa bingung, pertanyaan Bu Rosita barusan seolah-olah Fadly dan Tari sedang menjalin hubungan serius.


Fadly bingung harus menjawab apa sekarang ini. Ia menarik nafas dalam.


"Dijenguk ya Tarinya, besok atau malam ini juga boleh," sambung Bu Rosita.


Fadly hanya tersenyum kecut. Dia sebenarnya sangat menghargai Tari, sehingga setelah ciuman itu, ia berulang kali meminta maaf pada Tari. Tetapi Tari yang selalu meghindar dan tidak pernah menjawab permintaan maafnya, sehingga Fadly menilai Tari adalah gadis kampung yang sengaja menggodanya. Seperti apa yang dikatakan Adelia padanya ketika bertemu siang tadi.


Hari ini Fadly dibuat bingung oleh dua wanita berbeda generasi. Tadi pagi ia dibuat bingung oleh Adelia yang selalu menanyakan kapan ia akan pulang ke rumahnya.


Dan malam ini ia dibuat bingung oleh pertanyaan Bu Rosita yang bertubi-tubi yang tidak bisa ia jawab.


#####


Bersambung...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.. semoga suka dengan ceritanya ya readers 😊😊


Mohon dukungannya untuk author ya readers dengan like, love/favorite, vote dan tinggalkan jejak komentarnya.. Terimakasih


__ADS_2