
...Terimakasih yang sudah mendukung karya author dengan likenya.. tapi jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar ya readers.....
...SELAMAT MEMBACA READERS TERCINTA...
...❤❤❤...
.
.
Seorang gadis blasteran yang sangat anggun melangkah menuju meja petugas Rutan. Rasanya tidak pantas sekali seorang gadis cantik masuk ke tempat seperti itu.
"Saya ingin mengunjungi Max, Max William," katanya pada seorang petugas Rutan yang sedang berjaga dengan angkuh.
Setelah mendapat surat izin berkunjung, Adelia dipersilahkan menunggu di ruang kunjungan. Lalu seorang petugas memanggil Max untuk dikunjugi. Setelah beberapa menit kemudian, muncullah sosok Max yang memakai baju tahanan.
Max kini terlihat berwajah kusam, banyak jerawat yang tumbuh di area wajahnya. Tidak terlihat tampan saat seperti berada di luar Rutan.
Adelia tersenyum haru melihat kakak kandungnya itu berada di tempat seperti itu. Mereka saling berpelukan melepas rindu. Ada air yang menetes disudut mata Adelia.
"Aku gak nyangka ini semua terjadi sama kakakku sendiri," ucap Adelia ketika pelukan sudah terurai.
Max hanya diam menatap Adelia yang terisak, pedih sekali rasanya tidak bisa menjaga adiknya lagi sekarang ini hingga delapan tahun kedepan. Karena harus menjalani hukuman atas perbuatan kejinya pada Tari.
"Kalau kamu biarkan saja itu perempuan kampung tergeletak dipinggir jalan, tanpa membawanya ke Rumah Sakit. Mungkin kamu tidak berakhir disini, Max. Karena para polisi itu mengetahui kamu dari rekaman CCTV yang ada di Rumah Sakit," Adelia menyeka air matanya.
Namun Max tidak setega itu pada seorang gadis, membiarkan gadis yang sudah terluka parah tergeletak dipinggir jalan. Apalagi dia adalah seorang kakak yang juga mempunyai adik perempuan.
Ini semua di luar prediksi Max, tadinya Max hanya ingin membuat Tari trauma dengan menyuruh Evan melecehkanya. Tapi justru Evan tidak bisa menahan emosinya sehingga dia menyakiti Tari hingga parah.
"Yasudah Del, mungkin aku harus merenungi perbuatan jahat ku disini. Aku sungguh menyesal, dan ini semua terjadi diluar kendaliku," jawab Max. Sepertinya kakak kandung Adelia itu sangat menyesali perbuatannya.
"Kenapa juga kamu harus bekerja sama dengan Evan br* engs*ek itu yang tidak bisa menahan emosinya," ucap Adelia dengan penuh emosi.
"Tapi kamu tenang, Max. Aku akan membalas perbuatan pacar si gadis kampung itu karena sudah berani menjebloskan kamu ke penjara," sambung Adelia.
__ADS_1
"Tidak perlu Del, lagian aku gak dendam sama mereka. Aku sudah menyesali perbuatanku."
"Sudah terlanjur. Kamu bilang jangan juga sudah aku jalankan misiku."
"Misi apa?"
"Nanti kamu akan mengetahuinya," ucap Adelia seraya memperlihatkan seringai liciknya pada Max.
Setelah lima belas menit berlalu, Adelia keluar dari Rutan tempat Max ditahan. Max sangat takut terjadi sesuatu dengan Adelia karena misinya yang tidak diketahui Max.
***
Sudah tengah malam Sandi tidak pulang juga. Sandi pergi tadi pagi setelah sarapan bersama, hingga tengah malam ia tidak kembali ke rumah.
Sejak tadi Bu Hanifa khawatir, karena tidak biasanya Sandi seperti ini. Biasanya jika tidak pulang, Sandi akan mengabari ibunya agar tidak khawatir. Tapi ini, tidak ada kabar apapun dari Sandi sejak siang tadi. Ponsel Sandi juga tidak aktif.
Tari juga yang kena batunya, sejak tadi Tari menjadi pelampiasan amarah Bu Hanifa. Karena menurut Bu Hanifa, Tari sangat terlihat santai saat suaminya tidak pulang hingga larut malam. Bahkan ketika Tari membuka mulut untuk menguap saja Bu Hanifa memarahi Tari.
"Bisa-bisanya ya kamu, suaminya tidak ada kabar kamu malah mengantuk," ucap Bu Hanifa penuh emosi pada Tari.
Pak Irsyad tidak tega melihat Tari yang sejak tadi memang sudah mengantuk, namun karena tidak enak dengan ibu mertuanya sehingga ia tahan rasa kantuknya. Ia pun menyuruh Tari masuk ke kamar saja untuk tidur.
Namun lagi-lagi Tari tidak enak dengan Bu Hanifa.
"Tidak apa-apa, Yah. Tari mau menunggu Mas Sandi pulang aja," jawab Tari dengan sopan.
Karena mendapat lirikan dari istrinya, yang tadinya Pak Irsyad ingin tetap menyuruh Tari untuk tidur pun ia urungkan. Pak Irsyad menghindari untuk adu debat dengan istrinya di depan menantu.
Setelah satu jam mondar-mandir keluar masuk teras lalu ke ruang tamu. Pak Irsyad mengambil langkah tegas.
"Sudahlah, Bu. Mungkin Sandi tidak pulang malam ini. Kita berpikir positif saja. Semua juga khawatir dengan Sandi, bukan ibu saja yang khawatir. Tari juga khawatir, ayah juga khawatir," ucap Pak Irsyad.
Bu Hanifa hanya terdiam, sebenarnya tubuhnya juga sangat lelah. Tapi pikirannya tidak bisa ia kondisikan, pikirannya terus saja memikirkan Sandi.
"Bu.." panggil Pak Irsyad dengan lembut.
__ADS_1
Bu Hanifa menoleh menatap suaminya.
"Kita tidur saja dulu, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Sandi. Besok pagi, jika tidak ada kabar juga dari Sandi kita akan cari sama-sama."
Bu Hanifa menyerah, ia melangkah menuju kamarnya. Pak Irsyad juga menyuruh Tari untuk tidur saja, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Sandi.
Begitu juga dengan Tari, ia akhirnya lega ketika Bu Hanifa mau menuruti kata-kata suaminya. Bukannya ia tidak khawatir dengan suaminya, tetapi rasa kantuknya mengalahkan rasa khawatirnya. Ditambah lagi sisa-sisa lelah setelah hari pernikahannya belum juga hilang.
Setelah tidur hanya beberapa jam, Tari dan para penghuni rumah keluarga Sandi lainnya di kejutkan dengan suara ketukan pintu yang sangat keras dari luar.
Karena kamar Tari yang paling dekat dengan ruang tamu, maka Tari lah yang paling pertama bangun. Ia bangun dan segera lari ke depan lalu membuka pintu dan diikuti yang lainnya. Pak Irsyad, Bu Hanifa, abang Sandi dan kakak iparnya.
Begitu pintu terbuka, Sandi langsung terjatuh kepelukan Tari. Sandi pulang dalam keadaan mabuk. Aroma khas alkohol tercium dari mulutnya.
Bu Hanifa berteriak histeris melihat Sandi terjatuh pingsan di pelukan Tari.
"Sandi!! kamu kenapa nak? Dian tolong bawa Sandi ke kamarnya, Nak," ucap Bu Hanifa panik.
Dian pun segera menolong Tari memapah Sandi masuk ke kamarnya.
.
.
#####
Next>>>>>>>
Maaf ya di bab ini pendek, soalnya aku sebentar lagi mau masuk kamar operasi wkwkwk tapi di sempatkan dulu buat up..
Dan sekalian juga sih, aku mau minta doa dari kalian semua para readers yang baik hati ataupun sesama author novel lain yang hebat-hebat.. Mohon doanya untuk kelancaran operasi saecar aku.. semoga aku dan bayiku sehat dan selamat.. Aamiin 😊😊
Belum tahu kapan up lagi 🙏🙏🙏 .... tapi Tetap simak terus cerita abang Fadly yang tampan dan akak Tari yang cantik ya 😊😊
Mohon dukungannya dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan votenya. Atas dukungannya aku ucapkan Terima kasih ❤❤
__ADS_1