
Tari tahu rahasia ini pasti terbongkar, serapat apapun mereka tutupi pasti akan ada orang yang memberitahu pada Nyonya Shofia dan Tuan Haris cepat atau lambat. Sejak awal, Tari sudah mengatakan pada Fadly untuk jangan merahasiakan statusnya. Tapi Fadly tetap pada pendiriannya, merahasiakan status Tari yang sudah pernah menikah.
Tari juga tahu dan sangatlah paham, jika menikahi janda butuh lebih banyak pertimbangan. Tapi tidak dengan Fadly. Ia tidak mempertimbangakan apa-apa, ia langsung mengambil keputusan dengan cepat, bahwa ia harus menikah dengan Tari. Namun ia melupakan kedua orang tuanya yang belum tentu menerima status Tari.
Tidak ada keraguan dihati Fadly sedikitpun untuk menikahi Tari. Yang ia ragukan hanyalah kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya memiliki banyak syarat untuk memilih menantu idaman mereka. Padahal, manusia tidaklah sesempurna yang mereka harapkan. Jika Fadly memberitahukan status Tari yang sesungguhnya, Fadly takut jika orang tuanya tidak akan merestuinya.
Ia ingin berdamai dengan kedua orang tuanya, bukan berarti selama ini ia bermusuhan. Akan tetapi berdamai dalam artian berbaik sangka dalam segala hal. Ia ingin jika nanti orang tuanya mengetahui status Tari, orang tuanya dapat menerima Tari dengan segala kekurangan dan kelebihan Tari jadi menantu di keluarga Dewantara.
Tapi nanti, Fadly sudah merencanakan kapan ia akan mengatakan yang sejujurnya, bukan sekarang. Namun Nyonya Shofia ternyata sudah mengetahui terlebih dahulu. Bukan darinya ataupun dari Lea.
"Kenapa kamu tidak mengatakan pada mama sebelumnya jika kamu janda?" tanya Nyonya Shofia pada Tari.
Mimik wajah Nyonya Shofia tidak tampak seperti orang yang sedang marah, tapi lebih mendekati seperti orang yang kecewa. Fadly dan Tari bertatapan sejenak. Ada apa? Mengapa mama tidak seperti orang marah? Begitulah yang ada pikiran mereka berdua. Namun tidak mereka ucapkan melalui bibir mereka.
"Ma! Kan sudah aku bilang tadi, ini bukan salah Tari. Aku yang tidak ingin jujur sama mama."
Nyonya Shofia beralih menatap Fadly, "Kenapa? Kenapa kamu tidak jujur?"
"Aku.. Aku takut mama tidak akan menerima status Tari. Dan tidak akan merestui hubungan kami seperti dulu."
__ADS_1
Nyonya Shofia tertawa getir, "Kamu tidak percaya sama mama? Dari awal sudah mama bilang. Apapun itu, mama sudah menerima Tari sebagai menantu mama, mama tidak ingin kamu kabur lagi dari rumah. Mama ingin kita berdamai, nak!" Ternyata sama, ibu dan anak itu memiliki keinginan yang sama.
"Jadi, sekarang bagaimana?"
Nyonya Shofia menatap Fadly dan sebaliknya. Kemudian Fadly perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Tari. Tari tampak tertunduk lesu. Ia merasa bersalah mengapa ia tidak memaksa saja Fadly untuk jujur. Lama kelamaan air matanya menetes.
"Kalian harus mendapatkan hukuman karena kalian tidak jujur sama mama!" Nyonya Shofia tampak serius akan ucapannya.
Tari mendongakkan kepalanya yang tadinya tertunduk, Fadly pun sama ia menatap kearah mamanya.
"Hukuman apa ma?" tanya Fadly. Jantungnya berdegup cepat menanti kata-kata yang akan diucapkan mamanya.
Fadly berjalan cepat kearah Nyonya Shofia, ia memeluk Nyonya Shofia. Ada setitik air mata yang menetes dipipinya. Kini sirnalah sudah keraguannya selama ini akan orang tuanya. Ternyata prasangka buruknya selama ini salah, Orang tuanya telah mengatakan yang sejujurnya untuk menerima Tari menjadi menantu mereka diawal ketika melamar Tari, tapi Fadly sebagai anak malah berprasangka buruk.
"Maafin aku, Ma. Karena tidak jujur sama mama dan papa. Mulai sekarang apapun itu, tidak ada yang akan aku tutup-tutupi lagi dari mama," tutur Fadly yang masih memeluk mamanya.
Kini giliran tari, Setelah Nyonya Shofia dan Tari mengurai pelykan mereka. Tari melangkah menyeret gaunnya yang menjuntai. Ketika ia masih berjalan, Nyonya Shofia sudah merentangkan tangannya siap untuk memeluk menantu perempuannya itu.
"Maafin Tari, Ma! Salah Tari kenapa tidak memaksa Mas Fadly agar berkata jujur tentang status Tari," ucap Tari. Gadis itu tidak usah ditanya, kalau bukan memakai brand ternama mungkin air matanya yang menganak sungai bisa merusak riasan yang sudah dipoles Handoko. Namun ini adalah keluarga Dewantara yang memiliki harta tidak akan habis tujuh belas turunan. Harus memakai water cleanser dulu barulah riasan diwajahnya akan hilang.
__ADS_1
Tari sangat merasa bersalah, ia sampai menangis sesenggukan. "Sudah sayang, sudah! Mama sudah memaafkan kalian! Hanya saja itu, kalian harus terima hukuman dari mama," ucap Nyonya Shofia menenangkan Tari.
"Iya, Ma. Tari akan terima hukuman itu. Jika Mas Fadly tidak mau, maka Tari akan memaksa Mas Fadly. Terimakasih, Ma! sudah mau memaafkan kami. Dan terimakasih sudah menerima Tari sebagai menantu dikeluarga terhormat ini," ucap Tari penuh haru.
"Iya sayang. Mama tulus menerima Tari sebagai menantu mama. Mama akan belajar menyayangi Tari seperti anak mama sendiri," Nyonya Shofia mengatakan itu sambil menatap Tari.
Ikutlah bergabung Tuan Haris dan Lea di kamar itu. Tuan Haris sendiri, sejak mereka memutuskan menerima Tari sebagai menantu, ia sudah menerima segala kekurangan dan kelebihan Tari. Sehingga ketika Adelia datang membawa berita jika Tari janda. Tuan Haris hanya terkejut, tapi tidak apa-apa, ia langsung bisa menerima. Fadly saja yang akan menjadi suaminya menerima mengapa papanya yang menolak? Begitulah jalan pikirannya.
Tapi tidak dengan Nyonya Shofia, Tuan Haris sudah maklum dengan perangai istrinya, sebelumnya ia sudah menasehati jangan terlalu keras pada anak dan menantu barunya itu. Sehingga Nyonya Shofia akhirnya melembut, tapi tetap menegur karena mereka salah tidak berkata jujur.
Ketika Tuan Haris dan Lea masuk, mereka saling tersenyum satu sama lain. Tuan Haris paham betul, jika istrinya sudah tersenyum penuh kehangatan berarti masalah sudah beres. Tinggal satu masalah lagi yang belum istrinya itu tahu.
Tuan Haris trauma karena pernah menjodohkan Lea pada orang yang salah. Makanya ia tidak mau lagi mencarikan Lea pasangan. Biarlah dia melabuhkan hatinya pada orang yang benar-benar ia cintai, bukan karena paksaan dari orang tua.
Jadi tadi saat Nyonya Shofia, Fadly dan Tari berada di kamar sedang menyelesaikan masalah tentang status Tari. Andi menemui Tuan Haris.
.
.
__ADS_1
To Be Continued...