
Fadly sudah mengumpulkan uang cukup banyak di rekeningnya. Selama ini ia hidup sangat hemat, karena ia memang berniat menabung uangnya. Untuk memulai usahanya sendiri.
Ada beberapa teman kuliah maupun teman sekolahnya dulu yang ia jumpai di Bali, temannya itu merasa heran dengan Fadly. Sejak dulu dikalangan teman-temannya Fadly memang terkenal anak konglomerat, orang tua Fadly memiliki perusahaan terbesar di negara ini. Tapi mengapa Fadly seperti bekerja sangat keras, begitulah yang terlihat dimata teman-teman Fadly. Mereka tidak tahu apa yang sedang dialami Fadly dan sepertinya juga enggan bertanya.
Sudah setahun bahkan lebih Fadly bekerja sebagai seorang pemandu wisata di Bali. Fadly tidak pernah melupakan Tari, justru Tari lah penyemangatnya dalam bekerja. Ia tidak pernah absen sebulan sekali menyambangi desa Pandanan untuk mencari tahu keberadaan Tari. Bahkan kini Fadly hanya berharap mendengar kabar jika Tari baik-baik saja rasanya sudah cukup. Tapi entah kemana gadis penjahit cantik itu kini berada, kabarnya saja tidak ia ketahui.
Bukan hanya Tari, keluarganya pun sudah Fadly temui. Fadly mengetahui jika Nyonya Shofia menyuruh orang-orangnya untuk mencarinya. Bukannya tidak berhasil, justru orang suruhan Nyonya Shofia sangat ahli dalam mencari dirinya. Tapi seahli-ahlinya orang suruhan Nyonya Shofia itu mencarinya tentulah Fadly lebih ahli lagi dalam bersembunyi dan bahkan menghilang tiba-tiba dari para turis yang ia pandu.
Karena ada yang mereka lupakan, yaitu seragam hitam-hitam mereka yang tidak mereka tanggalkan saat mencari Fadly. Sehingga Fadly sudah hapal dengan wajah-wajah mereka. Dan membuat Fadly bisa mengelabui mereka.
Fadly sudah mau datang menemui mamanya dan papanya bahkan juga kakaknya. Terpisah satu tahun lebih tidak dipungkiri tentu rasa rindu itu pasti ada menggelayuti dirinya. Tidak usah memaksa, tidak usah juga menyuruh orang lain untuk menyuruhnya pulang, jika ingin pulang Fadly dengan kakinya bisa melangkah sendiri ke rumahnya. Dengan lapang dada, seminggu yang lalu Fadly pulang ke mansion milik keluarga Dewantara.
Nyonya Shofia sangat terkejut dengan kepulangan Fadly. Wanita itu sampai menitikkan air mata harunya melihat anak laki-lakinya pulang. Pelukan hangatpun diberikan Nyonya Shofia untuk Fadly. Saat itu di mansion keluarganya hanya ada Nyonya Shofia. Tuan Haris dan Lea sedang beraktivitas di kantor Dewantara Corp. Tapi Nyonya Shofia menelepon Tuan Haris agar pulang sebentar untuk menemui Fadly.
Tuan Haris pulang, bos Dewantara Corp. itu juga turut mengajak Lea pulang agar mereka bertemu dengan Fadly. Mereka sangat merindukan Fadly. Tidak ada rasa marah di hati Tuan Haris yang ada hanya rasa rindu. Meskipun Fadly telah membohonginya karena Fadly pulang ke Indonesia diam-diam tanpa pamit dan mengatakan apapun pada dirinya.
Begitu juga dengan Lea, ia berlari berhambur memeluk Fadly. "Kakak rindu sama kamu," ucap Lea disela-sela tangis harunya.
"Kenapa kamu susah dihubungi, dicari sama detektif mama yang paling hebat pun kamu tidak ketemu," lanjut kakak Fadly itu.
__ADS_1
Lea masih terus menangis, sejak dulu Fadly adalah teman curhatnya selain mamanya. Ada hal yang orang tua tidak mengerti akan isi hati anak, maka Lea akan menceritakannya pada Fadly. Tapi karena Fadly pergi dan lama tidak pulang membuatnya bosan, sedih dan rindu bercampur menjadi satu. Tentu ia sangat kehilangan saudara sedarahnya satu-satunya itu. Meskipun Fadly laki-laki, tapi Fadly sangat bisa diajak berbagi cerita, berbagi pelukan hangat saudara sedarah.
"Dihari bahagia kakak kamu gak ada, rasanya sedih banget," Lea terus menangis dipelukan Fadly.
Fadly melerai pelukan mereka, ia mengernyit. Merasa heran dengan kata-kata kakaknya itu. "Hari bahagia?" tanyanya.
Lea masih menangis, namun ia sangat semangat menceritakan pada Fadly tentang hari bahagia yang dikatakannya pada Fadly tadi. Fadly sudah mengetahui tentang perjodohan kakaknya dengan Raka, anak rekan bisnis papanya.
Ternyata perjodohan itu berjalan lancar. Lea dan Raka saling mencintai. Raka adalah pria yang sangat baik, memiliki sikap yang sangat lembut, tentunya tidak memiliki jiwa psikopat seperti Adelia. Raka berasal dari keluarga yang baik, orang tuanya sangat terpandang karena memiliki perusahaan tambang terbesar di Indonesia.
Hari bahagia yang dikatakan Lea itu adalah hari pertunangannya dengan Raka. Acaranya sudah lewat satu bulan yang lalu. Rencana pernikahan Lea dan Raka akan diadakan sekitar dua bulan lagi.
Fadly langsung terhenyak, ia memandang Nyonya Shofia dan Tuan Haris. Ucapan Lea langsung mendapat anggukan dari Sepasang suami istri itu. Tidak sia-sia kepulangan Fadly pada saat itu ke mansion. Tuan Haris dan Nyonya Shofia telah menyetujui jika Fadly ingin menjadikan Tari kekasihnya. Bahkan Bos Dewantara Corp. Itu juga telah memberi restui pada Fadly dan Tari jika ingin menikah. Fadly bahagia bukan kepalang. Ia langsung memeluk erat Tuan Haris dan memberikan ciuman sayangnya pada Nyonya Shofia berulang kali.
Restu sudah ditangan, tapi seolah Tuhan belum mengizinkan pertemuan Dirinya dan Tari. Karena sudah seminggu berlalu Fadly tak juga bisa menemukan keberadaan Tari. Nyonya Shofia mengatakan, jika Tari sekarang tinggal di pesisir pantai Green. Gadis itu menjadi penjahit topi pantai sekarang, Nyonya Shofia mengetahui itu tentunya dari detektif suruhannya.
Berarti benar firasatnya waktu itu jika Tari lah yang menjahit topi pantai yang di beli Florentina. Ia juga mencari anak remaja laki-laki yang menjajakan topi pantai itu tapi tidak ketemu. Tidak berbeda dari yang dulu ia lakukan, sekarang ini pun ia turun ke pesisir pantai untuk mencari remaja laki-laki yang menjajakan topi pantai yang dijahit Tari. Namun, meskipun ia mencari remaja laki-laki yang menjajakan topi pantai yang di jahit Tari, sebenarnya Tari lah target utamamya yang ia harapkan untuk ia temukan.
Hari demi hari berlalu, tidak mungkin ia hanya mencari dan mencari Tari terus menerus. setiap harinya dan tidak bekerja. Sementara pencariannya pun tidak menemukan apa-apa. Anak remaja laki-laki yang ia cari-cari tidak ia ketemui, entahlah kemana perginya anak itu.
__ADS_1
Seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini, dimana orang suka bepergian wisata didalam maupun luar negeri. Ditambah lagi Fadly sudah menggeluti bidang ini selama satu tahun. Maka ia memberanikan diri untuk membuka usaha biro jasa tour and travel.
Fadly harus bekerja, akhirnya ia kembali lagi ke Bali. Disana usahanya telah dimulai, ia sudah menyewa ruko yang berukuran kecil cukup untuk tempat tinggalnya dan untuk membuka usaha jasa tour and travel miliknya. Dibiro jasa yang ia dirikan, Fadly tidak hanya menyediakan jasa tour guide atau pemandu wisata untuk para turis asing dari luar negeri. Fadly juga menyediakan jasa pemandu wisata untuk turis dalam negeri.
Fadly kini tidak perlu mencari turis-turis untuk ia pandu. Justru turis-turis yang membutuhkan jasanya yang akan langsung meneleponnya. Sudah banyak pekerjaan ia tolak karena sedang mencari Tari waktu itu. Kini ia telah siap, biro jasa tour and travel miliknya sudah ia buka. Beberapa pekerjaan sudah menunggunya.
.
.
To Be Continued...
Hai para pembacaku yang baik hati..
Maaf atas waktu up yang tidak menentu. Menyesuaikan dengan pekerjaan author di real life. Semoga tetap sabar menanti kisah Tari dan Fadly ya..
Jangan lupa like, Favorite, vote dan komentarnya ya. Bintang limanya juga bagi yang belum klik mohon di klik
Terimakasih banyak 😊
__ADS_1