Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Sang Penguntit


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA READERS TERCINTA...


...❤❤❤...


Pria itu sudah cukup dewasa, ia anak bungsu dikeluarganya. Kedua abangnya sudah berkeluarga, abang yang paling sulung tinggal bersama istrinya dirumah mereka sendiri di kota. Sedangkan abang yang kedua, masih tinggal bersama sang ibu dirumah besar mereka di kampung.


Dan dirinya sendiri, ia sudah menikah beberapa kali dengan wanita yang ia sukai di tempat perantauannya. Namun pernikahannya tidak resmi atau hanya menikah siri dan ada kontraknya.


Ia menikah hanya satu tahun saja, setelah itu ia akan menceraikan wanita yang menjadi istrinya. Setelah bercerai ia mencari wanita lain yang mau dinikahi secara siri olehnya dan dengan kontrak juga tentunya. Jika wanita tersebut setuju, maka pernikahan berlangsung.


Banyak wanita yang mau olehnya, karena diiming-imingi oleh uang dan kehidupan yang mewah. Dan tentunya karena memandang wajah pria itu yang lumayan tampan.


Sudah dua bulan ini ia pulang kampung dari merantaunya yang sudah tiga tahun lamanya, dengan membawa banyak uang tentunya.


Tidak ada pilihan lain, karena ayahnya menyuruhnya untuk pulang dan mengakhiri masa kontrak kerjanya. Karena juga sudah bertahun-tahun mereka tidak berjumpa. Karena sang ayah juga bekerja dengan majikan yang kaya raya di kota.


Ayahnya mengabdikan dirinya bekerja di keluarga Dewantara, yang memiliki perusahaan Dewantara Corp. Ayahnya bekerja sebagai kepala pelayan di rumah keluarga Dewantara sudah bertahun-tahun, sejak pria itu masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya sudah dua puluh dua tahun lamanya.


Mereka berjumpa pada saat hari raya idul fitri saja, itupun hanya tiga sampai empat hari, tidak pernah lebih. Pria itu, ibunya dan juga kedua abangnya tidak keberatan dengan pekerjaan ayahnya yang pulang hanya setahun sekali saja.


Karena di kampung mereka bisa hidup berkecukupan bahkan berlebih dari hasil kerja ayahnya tersebut. Tentu bekerja di keluarga Dewantara membuat keluarga pria itu juga menjadi keluarga terpandang di kampungnya, meskipun hanya sebagai pelayan. Karena penghasilan sang ayah sangatlah besar, apalagi dalam kurun waktu beberapa tahun saja, sang ayah sudah diangkat menjadi kepala pelayan di keluarga itu.


Ibu dari pria itu mengolah uang yang dihasilkan suaminya dengan baik. Ibunya membangun rumah untuk tempat tinggal mereka dengan mewah, rumah yang paling besar di kampung mereka.


Kemudian, membeli sebidang tanah diberbagai tempat dan dibangun rumah lalu dikontrakkan. Dengan begitu, mereka mendapatkan uang tambahan dari hasil rumah kontrakan itu.


Setelah dewasa, Pria itu dan kedua abangnya juga bekerja di perusahaan Dewantara. Tentunya ayahnya lah yang meminta agar majikannya memberikan anak-anaknya pekerjaan. Ya, pria penguntit Tari itu bekerja di perusahaan Dewantara yang sudah terkenal sebagai perusahaan raksasa di Indonesia yang memberikan gaji besar pada para staf dan pekerjanya, oleh sebab itulah ia bisa memiliki hidup mewah dan suka menghamburkan uang dengan membeli wanita menjadi istri kontraknya.


Pria itu dan keluarganya cukup mengenal keluarga majikannya. Ia mengenal Tuan Haris, Nyonya Shofia, Lea maupun Fadly. Karena jika ada acara ulang tahun perusahaan, seluruh staf dan pegawai yang bekerja di keluarga Dewantata maupun Dewantara Corp. akan diundang dan boleh membawa keluarga mereka masing-masing.

__ADS_1


Sejak kecil pria itu selalu ikut ke acara ulang tahun perusahaan Dewantara Corp. Tentunya juga dengan sang ibu yang turut serta.


Menjadi orang kaya di kampung membuat keluarga mereka menjadi sombong. Sejak kecil sang ibu memberikan contoh yang tidak baik kepada ketiga anaknya. Ibunya semena-mena pada orang yang tidak mampu. Bersikap sombong pada tetangga-tetangganya.


Padahal ayah dari pria itu adalah ayah yang sangat baik. Rendah hati, Sholeh, dan lagi karena ayahnya di pandang sangat baik oleh keluarga Dewantara maka ayahnya diangkat menjadi kepala pelayan di rumah keluarga Dewantara.


Di rumah keluarga Dewantara ayahnya menjadi contoh baik bagi pelayan-pelayan lainnya. Kerja ayahnya hanya mengawasi setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pelayan lainnya.


Bila pelayan melakukan pekerjaan yang tidak beres maka akan di tegur oleh kepala pelayan tersebut dengan baik, dengan tidak marah-marah dan mengajarkan dengan sangat baik. Sangat jauh berbeda dengan perangai ketiga anaknya dan juga istrinya yang kasar.


Kini, ayahnya sudah tua. Ayahnya berniat akan mengundurkan diri dari pekerjaannya menjadi kepala pelayan. Karena ayahnya tahu jika anak-anaknya kini sudah dewasa dan sudah menikah, hanya tinggal anak bungsunya yang belum menikah, begitulah setahu keluarga mereka.


***


Tari dan Fadly pergi ke cafe alam yang pernah mereka datangi beberapa bulan lalu. Yang menjadi tempat dimana Fadly mencium Tari.


Kuliner Alam Cafe lebih tepatnya, cafe yang sangat sejuk dengan pepohonan yang tepat penempatannya.


Pria penguntit itupun mengikuti mereka, ia duduk di meja yang letaknya tidak jauh dari Fadly dan Tari berada. Tapi meja yang ia pilih itu hanya bisa memandang wajah Tari, ia tidak bisa melihat wajah laki-laki yang bersama Tari saat ini. Ia juga tidak bisa mendengar percakapan antara Fadly dan Tari.


Tapi ia selalu melihat jika Tari terus tersenyum malu-malu sejak pertama datang di cafe itu. Membuatnya semakin merasa cemburu dan ingin rasanya menarik Tari dan membawa keluar gadis itu.


Suasana cafe hari itu tidak terlalu ramai bahkan bisa dikatakan sepi, karena mereka datang di hari kerja bukan di hari libur ataupun week end.


Sehingga jika ada orang yang datang dan berbicara sedikit keras akan sangat terdengar di telinga. Oleh sebab itu Fadly dan Tari pun seperti tamu yang lainnya hanya berbicara seperti orang berbisik. Bila akan berbicara, keduanya mendekatkan diri, membuat suasana menjadi tambah romantis bagi pasangan-pasangan yang ada disitu.


Setelah setengah jam berlalu, ponsel pria penguntit itu berbunyi. Yang bunyinya membuyarkan semua tamu yang ada di dekat meja pria itu, termasuk Fadly dan Tari.


Fadly dan Tari pun segera menoleh kearah pria itu, sedangkan pria itu langsung cepat-cepat berdiri dan segera berlari dan bersembunyi di balik bunga-bunga.

__ADS_1


Vukup lama Tari menatap kearah pria itu sampai pria itu menghilang di balik bunga-bunga. ia seperti mengenal pria itu. Ia ingin mengingat-ingatnya. Namun Fadly melambai-lambaikan tangan tepat di wajah Tari.


"Kenapa sih? kok gitu banget ngelihat tuh cowok. Ganteng ya?" tanya Fadly penasaran. Ia pun berbalik menoleh belakang melihat keberadaan pria itu, namun nihil.


"Lebih ganteng dari aku ya?" Fadly kembali bertanya setelah berbalik ke depan lagi dan menatap wajah Tari.


Tari menggeleng cepat, "Gak kok mas, tadi saya sepertinya mengenal laki-laki itu, makanya saya lihatin terus."


"Trus, sekarang setelah lihat emang beneran kenal?" tanya Fadly.


"Gak mas, keburu dia berbalik badan, gak kelihatan wajahnya. Yaudah deh gak usah ngomongin laki-laki itu. Jadi bagaimana? jadi gak mau jelasin?" ucap Tari, dan kembali menuntut penjelasan.


Karena sejak tadi Fadly hanya menggoda Tari dan belum menceritakan apa-apa pada Tari selama sebulan ini ia menghilang begitu saja.


Sementara di balik bunga-bunga rimbun itu pria penguntit itu dengan cepat mematikan ponselnya. Ia sedikit meremas ponselnya.


Yang meneleponnya adalah ayahnya, mungkin sekarang ayahnya sudah sampai di rumah dan ingin segera bertemu dengan dirinya.


Pria itu tadi sempat memesan minuman, tetapi minuman tak kunjung datang. Tetapi ia tetap membayar minuman itu dikasir dan segera pulang kerumah besarnya dan akan menemui ayahnya.


#####


Next >>>>>>>


Belum ketahuan ya siapa pria penguntit Tari. Ada yang bisa tebak gak dia siapa?


Ikuti terus ceritanya ya readers😊😊


Mohon dukungannya

__ADS_1


dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote nya untuk babang Fadly dan Tari..


Atas dukungannya author ucapkan Terima kasih yaaaa ❤❤


__ADS_2