Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Menjadi Guide


__ADS_3

Fadly kini menginap di hotel melati yang ada di kampung Pandanan. Dirinya kini bagaikan seorang pengembara, karena ia tidak tahu tujuan dirinya akan kemana dan tidak tahu kemana jika akan pulang.


Fadly tidak mau pulang ke mansion orang tuanya, karena jika sudah pulang ke sana sudah pasti ia tidak akan di izinkan untuk keluar lagi untuk mencari Tari. Sekarang tujuannya adalah mencari Tari yang tidak tahu kemana perginya.


Dan mungkin saja saat ini Nyonya Shofia sudah menyuruh para bawahannya untuk mencari Fadly. Karena kedua orang tua Fadly tentu tidak akan membiarkan begitu saja Fadly bertemu dengan Tari.


Uang yang dibawa Fadly dari Amerika hasil pinjaman dari Clara sudah menipis. Ia akan menjalankan rencana awalnya sebelum ia kecelakaan, menjalankan usaha dengan uang pas-pasan yang ia miliki.


Pagi harinya...


Saat berjalan menuju keluar hotel, Fadly menabrak seseorang. Ternyata Fadly menabrak seorang wanita turis asing berkulit putih dan berambut pirang, tingginya juga hampir sama dengan Fadly. Wanita itu membawa tas ransel besar di punggungnya.


"Oh, I'm sorry. I'm sorry," ucap wanita turis itu.


"Ok, no problem," jawab Fadly sembari memberikan senyumnya.


Wanita itu kembali menunduk menatap layar ponselnya. Karena tidak melihat ke depan lagi-lagi wanita turis itu menabrak seseorang. Kembali ia meminta maaf pada orang yang di tabraknya.


Fadly duduk di bangku penjual sarapan pagi.


"Nasi uduknya satu, Bang," katanya pada penjual sarapan pagi itu.


"Bule gi*la tuh," celetuk si penjual sarapan.


"Kenapa, Bang?" tanya Fadly.


"Dari tadi nunduk lihat hp terus, Bang. Sampek nabrak-nabrak orang," jawabnya.


Fadly pun mengarahkan netranya ke Bule yang dimaksud penjual sarapan. Wanita Bule itu mondar-mandir tidak menentu, sembari sesekali melihat kearah ponselnya dan sesekali melihat orang lewat.


Setelah selesai mengisi perutnya, Fadly beranjak dari tempat duduk. Ia berjalan mendekati Wanita Bule yang menabraknya tadi. Tidak sengaja Fadly mendengar percakapan Wanita Bule itu dengan temannya dari panggilan telepon bahwa Wanita Bule itu tersesat ia bingung dan tidak tahu harus bertanya pada siapa.


Wanita Bule itupun menutup panggilan telepon. Fadly masih memperhatikan Wanita Bule itu. Kemudian Fadly memberanikan diri untuk membantunya.


"Sorry, I just heard your conversation on the cell phone. Are you lost?" (Maaf, aku tadi mendengar percakapanmu lewat ponsel. Apakah kau tersesat?)

__ADS_1


"Oh, you can speak English?" (Kau bisa berbahasa Inggris?)


Wanita Bule itu tampak senang ketika tahu Fadly bisa berbahasa Inggris. Wanita itupun menceritakan pengalamannya berada di kampung itu, ia tersesat dan terpisah dari rombongannya. Ia dan rombongannya akan pergi ke pantai Green, tapi karena orang di kampung itu tidak ada yang bisa berbahasa Inggris sehingga menyulitkannya untuk bergabung dengan rombongannya lagi.


Fadly menawarkan dirinya untuk mengantarkan wanita itu sampai ke pantai Green. Wanita itupun menyetujuinya. Dengan menaiki bus mereka menuju pantai Green.


"What's your name?" tanya Wanita Bule itu.


"Fadly," jawab Fadly sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Wanita itupun mengulurkan tangannya dan bersalaman, lalu menyebut namanya, "Florentina."


Fadly mengangguk, "Where do you come from?"


"I'm from Rusia."


Sepanjang perjalanan menuju pantai mereka saling berkenalan. Florentina merasa lega karena di kampung Pandanan ada juga ternyata yang bisa berbahasa Inggris.


Perjalanan menuju pantai Green cukup jauh, memakan waktu dua jam lamanya. Setelah dua jam mereka di dalam bus, akhirnya sampailah mereka ke pantai Green. Kemudian segeralah Florentina menelepon salah satu temannya yang sudah berada di pantai Green terlebih dahulu.


"Hai guys! Introducing this Fadly, he was the one who brought me here." (Hai teman-teman! kenalkan ini Fadly, dialah yang mengantarkanku kesini).


Ucap Florentina pada teman-temannya.


Teman-teman Florentina yang berjumlah empat orang itupun menyapa Fadly. Mereka sangat berterimakasih pada Fadly karena sudah mengantarkan teman mereka ke pantai itu.


"Ok Flo, because you've met your friends I'll say goodbye!" (Baiklah Flo, karena kau telah berjumpa dengan teman-temanmu aku pamit ya!)


Fadly pun pamit karena florentina sudah berjumpa dengan teman-temannya.


"Ah.. too bad you have to say goodbye now. Can't we spend time together on this beach until the afternoon?" (Ah.. sayang sekali kau harus pamit sekarang. Apa tidak bisa kita menghabiskan waktu bersama di pantai ini hingga sore?)


Florentina menawarkan.


"I can't seem to, sorry I have other things to do." (Sepertinya tidak bisa, maaf aku masih ada urusan lain)

__ADS_1


Saat Fadly akan melangkah pergi seorang teman Florentina yang bernama Katya menarik Fadly.


"You've been good to my friend, let's have fun." (Kau sudah baik pada temanku, ayolah kita bersenang-senang).


Akhirnya Fadly pasrah, ia mengikuti kemauan Florentina dan teman-temannya. Sebenarnya hari ini Fadly akan mencari Tari, tapi ia juga tidak tahu mencari Tari kemana.


Florentina dan teman-temannya banyak bertanya tentang pantai Green, dari informasi yang mereka terima, katanya pantai itu adalah pantai yang sangat bersejarah. Fadlypun berbagi informasi sedikit tentang apa yang ia ketahui tentang pantai Green, karena Fadly juga tidak tahu banyak tentang pantai itu.


Para Wanita Bule itu meminta Fadly untuk menjadi guide mereka selama berlibur di kampung itu. Awalnya Fadly menolak, tapi karena mereka menawarkan imbalan sehingga Fadly mau menerimanya. Karena ia tidak memiliki uang banyak saat ini.


Hari itu, mereka tidak lama berwisata di pantai Green. Karena Fadly menunjukkan wisata yang lebih istimewa bagi mereka, yaitu berwisata menelusuri hutan. Tentunya hutan yang dipelihara untuk kepentingan pariwisata. Hutan yang ditunjukkan Fadly itu memiliki keindahan alam yang luar biasa.


Dihutan itu juga ada sungai yang airnya sangat jernih dan bening. Mereka sangat puas berenang di sungai itu dan tentunya suasananya sangat sejuk karena banyak pepohonan yang terpelihara. Mereka menghabiskan waktu malam juga di sana. Mereka mendirikan tenda dan tentunya api unggun.


Pagi harinya Katya mengatakan jika ia belum puas bermain di pantai kemarin, akhirnya mereka memutuskan kembali ke pantai Green. Setelah lelah menikmati suasana pantai, mereka duduk di pinggir pantai.


Florentina yang lebih dulu mengenal Fadly terlihat lebih dekat ketimbang yang lainnya. Florentina pun duduk bersebelahan dengan Fadly, mereka duduk sangat dekat.


Dari jauh seorang gadis yang berwajah sangat cantik tanpa polesan make up sedang berjalan di pinggir pantai itu juga. Gadis itu adalah Tari.


Tari berjalan di pinggir pantai menawarkan topi pantai yang ia jahit sendiri pada pengunjung pantai yang datang ke pantai Green.


Tidak sengaja netranya menangkap sosok Fadly yang tampan duduk di pinggir pantai bersama Wanita Bule yang sangat cantik. Tari mengucek-ngucek matanya memastikan yang dilihatnya benar Fadly atau bukan.


Tari mencoba berjalan dan mendekat agar melihat lebih jelas, namun ia tetap menjaga jarak agar tidak terlihat oleh mereka. Setelah dilihatnya dari dekat, ia yakin bahwa itu benar Fadly. Fadly dan Wanita Bule itu terlihat sangat akrab. Membuat Tari memalingkan wajahnya.


Entah kenapa Tari tidak ingin dirinya terlihat oleh Fadly. Ia pun berjalan menjauh dari Fadly dan para Wanita Bule itu.


.


.


To Be Continued..


Maaf ya bahasa Inggrisnya belepotan sekaliii 🙏🙏 itupun sudah dibantu suami dan google translate juga..

__ADS_1


__ADS_2