
...Terimakasih yang sudah mendukung karya author dengan likenya.. tapi jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar ya readers.....
...SELAMAT MEMBACA READERS TERCINTA...
...❤❤❤...
.
.
Subuh dini hari sebelum adzan berkumandang Tari bangun dan langsung membersihkan dirinya di kamar mandi, lima belas menit kemudian ia selesai dan berpakaian lalu menunaikan ibadah sholat subuh.
"Assalamu'alaikum warahmatullah, Assalamu'alaikum warahmatullah."
Ceklek!!!
Baru saja Tari menyelesaikan sholat subuh, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka seseorang. Muncullah dihadapannya Sandi, suaminya yang kemarin sore izin untuk pergi dan tidak pulang malam ini. Sandi juga mengatakan jika ia akan pulang siang atau sore harinya. Tapi, sekarang Tari terkejut dengan kepulangan Sandi yang tiba-tiba.
Sandi tersenyum sinis menatap Tari. Sedangkan Tari masih duduk beralaskan sajadah masih terdiam dan terus menatap Sandi, kali ini Tari tertangkap basah karena baru saja ia menyelesaikan sholat subuh. Pasalnya, kemarin sore ia berbohong pada Sandi ketika Sandi bertanya apakah tamu bulanannya sudah bersih atau belum. Ia berbohong dan menjawab belum.
Sandi berjalan mendekati Tari, Sandi menarik mukena yang dikenakan Tari, sekali tarik mukena itu langsung terlepas. Tari gemetar.
"Kamu berbohong?" tanya Sandi dengan senyum sinisnya.
"Gak, Mas. Ta-tadi malam tamu bulanan saya sudah bersih. Mas nanya nya kan kemarin sore. Kalau kemarin sore masih keluar."
"Bohong kamu!!!" bentak Sandi dengan suara tinggi.
Saat itu di rumah keluarga Sandi sedang tidak ada orang. Semua anggota keluarga sedang pergi berlibur ke puncak dan di sana mereka menginap di villa. Mereka pergi sore hari sebelum maghrib.
Sebenarnya mereka juga mengajak Sandi dan Tari. Tapi Sandi sudah mempunyai rencana pergi dengan teman-temannya yang tidak bisa dibatalkan. Sedangkan Tari, ia beralasan karena Sandi tidak ikut maka ia juga tidak ikut.
Jadilah Tari hanya sendiri di rumah malam itu. Dan kini, saat subuh Sandi pulang dengan menemukan kenyataan bahwa Tari sudah membohonginya, Sandi murka. Karena tidak ada orang di rumahnya, sehingga ia bisa melakukan hal apapun pada Tari tanpa takut pada siapapun.
Bukan hanya mukena Tari yang ditarik, rambut Tari juga ditarik, Tari di paksa berjalan menuju ranjang dengan rambut yang masih ditarik oleh Sandi. Sandi menghempaskan kasar tubuh Tari. Tari hanya bisa menahan rasa sakit dikepalanya saat kepalanya menghantam sandaran ranjang.
"Kalau begitu, layani aku sekarang juga, pembohong!!!" bentaknya lagi pada Tari.
"Saya gak bohong, Mas."
__ADS_1
"Diam kamu!!!"
Plak!!!
Sandi dengan emosi menampar Tari. Emosi Sandi meluap. Sejak tadi ia menahan emosinya karena di khianati oleh Bram, yang ia kira adalah teman ternyata Bram adalah musuh dalam selimut.
Maksud hati ingin mencari ketenangan di rumah dengan istri cantiknya, tapi Tari semakin menambah emosinya karena tertangkap basah telah berbohong.
"Buka baju kamu!!!"
Seketika Tari ketakutan, tubuhnya gemetaran dan air matanya jatuh berderai. Sandi sangat murka, tatapannya seperti singa yang akan menerjang mangsanya. Bukan lagi diselimuti dengan gairah tapi dengan emosi.
Tari tidak mengindahkan kata-kata Sandi yang menyuruhnya untuk melepaskan pakaiannya. Ia tidak rela melepaskan mahkotanya untuk pria itu, padahal pria itu adalah suaminya sendiri. Membuat Sandi membuka paksa baju Tari dengan kasar. Tari mempertahankan bajunya agar tidak terlepas.
"Dasar istri kurang ajar, aku ini suami kamu, aku berhak atas tubuh kamu."
Tari tahu betul dia telah berdosa karena menolak ajakan suaminya untuk berhubungan intim.
Saat itu Tari hanya terdiam dan terus menahan bajunya, saat Sandi lengah Tari berniat akan berlari menjauh dari suaminya, ia mendorong Sandi mundur kebelakang. Tapi belum sempat ia berlari, Sandi dengan tenaga yang dimilikinya mendorongnya sehingga Tari jatuh dan kepalanya kembali menghantam pinggiran ranjang, kepalanya mengeluarkan sedikit darah.
Sandi melangkah mendekati Tari, kembali ia menarik rambut Tari ke atas sehingga membuat Tari berdiri.
Plak!!!
Plak!!!
Dua tamparan kembali mendarat di pipi kiri dan kanan Tari. Setelah menampar Tari, Sandi mendorong Tari dengan kuat. Tubuh Tari pun terhempas jatuh di ranjang.
Sandi berusaha membuka baju Tari dan mencoba mencum* bui Tari, tangannya pun tak tinggal diam, tangannya terus bergerak meraba bagian-bagian sensitif Tari. Tari berteriak meminta tolong, ia berusaha memberontak dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya.
Sandi berhasil menindih Tari, ia mencium paksa bibir merah jambu milik Tari. Tari terdiam sesaat, Sandi pun dengan senang hati melanjutkan aksinya, ia turun kebawah mencum* bui leher Tari. Menghisap dan menggigit leher itu sehingga membuat tanda merah disana dan bukan hanya tanda merah saja, tapi juga bekas gigitan. Tari menangis dan menjerit atas perlakuan Sandi padanya.
Karena Sandi sedang terbuai dengan naf* su nya. Tari menendang kejantanan milik Sandi, tapi Sandi masih bisa menahan sakitnya. Sehingga Tari yang akan berlari ditangkap oleh Sandi.
"Berani kamu ya, **** ***."
Tangan Tari dicengkeram oleh Sandi dengan sangat kuat. Dimatanya kini sudah ditutupi seluruhnya dengan kabut emosi, ia sudah tidak ada rasa kasihan lagi pada Tari.
Dengan satu tangan ia membuka tali pinggangnya yang terbuat dari kulit buaya sedangkan tangan yang lain masih mencengkeram dengan kasar tangan Tari.
__ADS_1
Setelah tali pinggang terlepas, Sandi dengan tega mencambuk tubuh Tari dengan tali pinggang itu.
Plak!!!
"Aaaaakk!!! sakit, Mas," Tari menjerit dan menangis karena kesakitan.
"Ini hukuman untukmu karena sudah membohongiku."
Plak!!!
"Dan ini hukuman karena tidak mau melayani suamimu sendiri. Percuma saja kamu sholat tapi kamu tidak tahu apa hukumnya menolak melayani suami."
Berulang kali Sandi mencambukkan tali pinggangnya ke tubuh Tari. Membuat tubuh Tari menjadi perih dan sisa-sisa tenaganya habis. Ia hanya bisa menerima pukulan-pukulan yang diberikan Sandi padanya. Pria itu seperti orang kesetanan karena mendapatkan penghianatan sekaligus dari teman yang baru dikenalnya dan dari istrinya sendiri.
Ketika sudah tidak ada perlawanan lagi dari Tari, Sandi menghentikan aksi kejamnya. Ia juga lelah. Barangkali Sandi lupa mengunci pintu pada saat masuk tadi. Pada saat itu terdengarlah dari arah pintu masuk yang tidak terkunci itu beberapa orang menerobos masuk ke rumah Sandi tanpa permisi. Orang-orang itu adalah polisi yang akan melakukan penggerebekan.
Sandi yang berada di dalam kamar tidak tahu jika polisi telah mengepung rumahnya. Sandi sedang duduk di pinggir ranjang saat polisi membuka pintu kamarnya. Polisi langsung menodongkan pistol kearahnya. Ia tidak bisa bergerak lagi.
Sandi tidak menyangka jika polisi mengejarnya sampai ke rumahnya. Dia mengira karena sudah mengelabui beberapa polisi di hotel dengan menukar bajunya dengan baju Reza, polisi akan kehilangan jejak tapi ia salah. Karena ada campur tangan orang lain selain polisi yang ikut bekerja untuk menangkapnya.
Sandi langsung di ringkus polisi, polisi menggeledah tubuh dan pakaian Sandi untuk mencari barang bukti. Ternyata polisi mendapati sekantong kecil serbuk shabu di saku celana Sandi.
Sandi tercengang, karena ia mengingat sudah membuang serbuk haram itu ketika di hotel, mengapa ini malah ada di saku celananya. Ia tidak tahu ketika ia lengah Dini memasukkan serbuk haram itu ke saku belakang Sandi. Barang bukti itu sangat memberatkan Sandi nantinya.
Polisi lain yang menggeledah kamar Sandi membantu Tari yang sudah tergeletak di lantai. Polisi menanyakan Tari mengapa bisa sampai babak belur seperti itu. Tari menjawab dengan jujur bahwa ia disiksa oleh Sandi, suaminya sendiri.
Hal ini juga akan menambah hukuman Sandi nantinya karena polisi sendiri yang menjadi saksi bahwa Sandi melakukan KDRT pada istrinya.
.
.
#####
Next>>>>>>>
Begitu syulit lupakan rehan 😂😂😂 eh salah... Begitu syulit masuk ke dunia halu, sehingga diriku up nya lama-lama banget.. maaf yaa, semoga terhibur dengan karyaku 😘
Semoga Kisah Tari dan Fadly menjadi salah satu kisah yang dinanti-nantikan up-nya bagi para pembaca..
__ADS_1
Untuk para pembaca, Mohon dukungannya dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan votenya. Atas dukungannya author ucapkan Terima kasih yaaaa ❤❤