
...Terimakasih yang sudah mendukung karya author dengan likenya.. tapi jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar ya readers.....
...SELAMAT MEMBACA READERS TERCINTA...
...❤❤❤...
.
.
Tari melangkah masuk ke Rumah sakit Setia Sehat tempat dimana Fadly di rawat. Ia menyempatkan waktu pagi-pagi sekali datang ke rumah sakit itu sebelum ke rumah sakit Kasih Medica tempat bapaknya di rawat.
Tari tidak tahu dimana kamar rawat Fadly, karena pada saat ia di usir, Fadly masih berada di UGD.
Taripun bertanya pada recepsionist yang berjaga, dimana kamar rawat Fadly Anggara Dewantara. Setelah melakukan pengecekan data, receptionist mengatakan tidak ada pasien tersebut, karena pasien atas nama Fadly Anggara Dewantara sudah di rujuk ke rumah sakit di Jakarta.
Receptionist itu mengatakan, jika Fadly membutuhkan peralatan yang lengkap untuk mendukung kesembuhannya.
Kemudian dengan berat hati, Tari melangkah akan keluar rumah sakit. Tari tidak tahu bagaimana sekarang keadaan Fadly, hatinya sedih sekali rasanya.
Sementara itu dari kejauhan mata seseorang menangkap sosok Tari yang berdiri di dekat meja receptionist. Langsung saja pria berwajah blasteran itu berlari menghampiri Tari, ia langsung menyentuh bahu Tari.
Tari menoleh, dan melihat ternyata Max yang menyentuh bahunya.
Max tersenyum, "Hai."
Dengan malas, Tari pun membalasnya, "Hai."
"Jumpa lagi kita," ucap Max pada Tari.
Hari ini hati Tari sedang tidak ingin bercanda pada siapapun. Bahkan untuk tersenyum pun rasanya sangat malas. Tapi ia berusaha untuk tetap tersenyum dan menyapa Max dengan ramah.
"Kenapa harus jumpa lagi sama nih bule sih!" gerutu Tari dalam hati.
"Sedang menjenguk seseorang?" tanya Max.
"Iya mas, tapi orangnya ternyata sudah dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih lengkap peralatan medisnya," jawab Tari menunjukkan wajah kecewanya.
"Oh, Berarti sama seperti teman saya, dia juga sudah di rujuk dan kami tidak tahu."
Karena enggan untuk berlama-lama berbincang dengan Max, akhirnya Tari berpamitan karena ia juga harus menjenguk bapaknya. Max tidak bisa mengatakan apa-apa, hanya bisa mengangguk saja. Sebenarnya Max juga merasakan jika Tari seperti malas bertemu dengan Max lagi, namun Max tidak bisa memaksa gadis itu.
Adelia William yang baru saja selesai dari kamar mandi, melihat Tari dan Max saling sapa dan berbincang meskipun tidak terlalu lama, merasa sedikit heran.
__ADS_1
"Apakah mereka saling mengenal?" tanya Adelia dalam hatinya.
Ketika Tari sudah berlalu dari hadapan Max, kemudian Adelia mendekat kearah Max, kakak kandungnya sendiri. Ya, Max dan Adelia adalah saudara kandung. Mereka hari ini ingin kembali menjenguk Fadly, tapi mereka tidak tahu jika Fadly sudah di rujuk ke rumah sakit besar yang ada di Jakarta.
"Max, apa kamu mengenal wanita yang bersama kamu barusan?" tanya Adelia ketika sudah berada di hadapan kakaknya itu.
"Ya, aku mengenalnya," jawab Max sekenanya.
"What," Adelia tersenyum sinis.
"Why," jawab Max menanggapi.
"Kamu tahu dia siapa? dia yang buat aku nangis-nangis waktu di putusin Fadly. Dia yang merebut Fadly dari aku. And you know Max? Fadly juga kecelakaan karena wanita itu," Adelia menjelaskan.
Seperti yang diketahui Max, pada malam itu, setelah kedatangan Fadly ke rumahnya kurang lebih sebulan yang lalu. Adelia menangis histeris, ia menyiksa dirinya sendiri dengan memukul, menjambak dan menggigit dirinya sendiri.
Bahkan sampai berhari-hari tidak mau keluar kamar, tidak mau makan. Adelia seperti orang gila ketika Fadly memutuskan hubungan mereka.
Sewaktu Max bertanya pada Adelia apa penyebab Fadly memutuskan adiknya itu. Adelia menjawab tidak tahu, tetapi kemungkinan karena adanya pihak ketiga diantara hubungan mereka.
Max sebagai kakak kandung yang menjaga Adelia di Indonesia, sementara orang tua mereka bekerja di Australia itu sangat emosi sekali pada saat itu. Ia akan memberi hukuman sedikit pada Fadly, tapi pada kenyataannya ia tidak perlu turun tangan. Tuhan sudah bekerja untuknya, karena Fadly mengalami kecelakaan tanpa harus Max yang turun tangan, begitulah pikirnya.
Sedangkan untuk wanita pengganggu hubungan adiknya dengan Fadly, tentunya ia akan mencari tahu dan akan membalas dendam pada wanita itu.
Pantas saja wanita itu sombong pada Max, karena ia sudah mendapatkan tambang terbesarnya yaitu Fadly.
Max tidak akan membiarkan Tari begitu saja. Tentu harus ada yang dibayar karena Tari sudah membuat adik satu-satunya itu menangis dan tersiksa selama berhari-hari. Dan lagi, berani sekali Tari bersikap sombong pada Max. Memang Max tidak sekaya Fadly, tapi tidak ada yang berani menolak pesona Max.
"Oke, aku akan memulainya Tari, mari kita bermain," gumam Max dalam hatinya.
Ia dan Adelia berjalan ke luar rumah sakit Setia Sehat, ternyata Tari masih ada di tempat itu. Seperti biasa Tari sedang menunggu angkot yang lewat. Sekarang Tari sudah tahu angkot apa dan angkot nomor berapa jika harus ke rumah sakit Kasih Medica.
Karena angkot lebih murah ongkosnya ketimbang harus menaiki ojek online. Karena bagaimanapun ia harus hidup lebih hemat lagi dari biasanya. Karena ada banyak hutang kontrakan yang menunggak yang harus ia bayar.
"Kamu naik taxi itu saja Del, aku ada urusan sedikit disini bersama evan supir kita," ucap Max pada Adelia.
"Ck, urusan apa sih? lebih mentingin urusan sendiri dari pada adiknya, percuma saja aku ajak kalian huhhh," ucap Adelia kesal pada kakaknya.
Tapi Adel pun menurut, ia memanggil taxi yang sedang mangkal dan pergi menuju Jakarta tempat Fadly di rawat sekarang.
Pagi tadi Max dan Adel pergi dengan membawa supir. Karena malamnya ia habis mabuk-mabukan bersama temannya, jadi tidak mungkin menemani Adel dengan Max yang membawa kendaraan, ia takut terjadi apa-apa ketika di jalan.
Supir mereka masih cukup muda, usianya hanya terpaut beberapa tahun saja dari Max. Max dan evan seperti berteman, bukan seperti majikan dan supir. Evan juga sering mabuk-mabukan bersama Max, namun malam tadi evan tidak mabuk karena harus mengantar majikannya pulang.
__ADS_1
Jika mereka berniat akan menginap di hotel maka evan dengan senang hati menemani majikannya itu meminum alkohol hingga teler.
Max menghampiri evan ke mobilnya terlebih dahulu. Setelah mengatakan sesuatu, kemudian Max berjalan mendekati Tari. Ia berdiri tepat di samping Tari, namun diam saja tidak bersuara.
Tari yang fokus menunggu angkotnya yang terus melihat ke jalan tidak sadar dengan keberadaan Max di sampingnya. Baru setelah Max berdeham ia menoleh dan mendapati Max sudah berada tepat di sampingnya.
Max tersenyum pada Tari. Dan Tari, meskipun hatinya tidak sedang baik-baik saja ia tetap memaksakan senyumnya tercipta untuk Max.
"Ada perlu mas?" sapa Tari.
"Kamu mau jenguk bapak kamu ya?" bukannya menjawab Max balik bertanya.
"Iya Mas, di rumah sakit yang kemarin, rumah sakit Kasih Medica," jawab Tari seraya memberikan senyum simpul pada Max.
Sesungguhnya Max terpesona dengan senyum manis itu. Ingin sekali dirinya menjadikan Tari seorang kekasih. Tapi, sepertinya Max lebih menyayangi adiknya, Max ingat sekali ketika adiknya sedih, menangis meraung-raung. Dan baru dua kali bertemu dengan Tari, tapi Tari bersikap dingin padanya.
Maka dari itu Max lebih memilih membalaskan dendam adiknya dan memberikan Tari sedikit pelajaran karena telah sombong pada seorang Max William ketimbang mendekatinya yang nanti ujung-ujungnya Max bakal sakit hati oleh Tari.
Hari ini Max kembali beraksi, seperti saat dirinya menginjak kaki Tari di hari kemarin. Tapi kali ini bedanya bukan dirinya sendiri yang akan turun tangan tetapi orang lain.
Max menggaruk tengkuknya dan menjawab, "Mmm, saya juga mau kesana mau menjenguk teman saya, boleh saya ikut kamu?"
"Boleh saja Mas. Tapi, saya mau naik angkot dan sekarang sedang nunggu angkot," jawab Tari.
"Oh, tidak apa-apa Tari, saya akan ikut kamu naik angkot saja," ucap Max.
Tari mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Detik kemudian Tari bertanya, "Mas gak bawa mobil?"
Max tersenyum miring, "Matre sekali ternyata kamu, dasar cewek kampung, yang ditanya hanya seputaran harta saja," ucapnya dalam hati.
.
.
#####
Next>>>>>>>
Semoga terhibur ya..
Dan semoga suka dengan cerita Penjahit Cantik.. Tetap simak terus cerita abang Fadly yang tampan dan akak Tari yang cantik 😊😊
Mohon dukungannya dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan votenya. Atas dukungannya author ucapkan Terima kasih yaaaa ❤❤
__ADS_1