Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Divya Patah Hati


__ADS_3

Kini Fadly sudah pergi dengan taxi yang dipesannya untuk menuju Bandara. Sementara itu, Divya yang tadinya berdiri didepan rumah Fadly yang telah disulap menjadi tempat usaha tour and travel, yang tadinya memasang wajah ramah penuh senyuman di hadapan Fadly kini senyum itu luntur entah kemana. Berubah menjadi wajah marah, sungguh tidak enak sekali dipandang. Divya masuk dan mendapati Arya sedang duduk di meja receptionist.


"Dari mana bli Fadly tahu tentang pacarnya yang hilang itu, Bli?" tanya Divya pada Arya.


"Dari client tour guide, tadi pagi mereka kesini. Kenalan Tari katanya, mereka yang memberitahu nomor ponsel Tari" jawab Arya.


Padahal tadi juga Fadly sudah memberitahu dirinya ketika bertemu diluar. Mendengar hal itu, Divya menarik napas berat, belum apa-apa ia sudah patah hati. Arya tidak mengatakan apapun lagi, ia tahu Divya sedang mode angry. Arya pun sudah mengetahui jika Adik sepupunya itu menyukai Fadly.


Sejak awal Divya memang menyukai Fadly, apalagi setelah diberitahu Arya bahwa Fadly adalah anak dari pemilik perusahaan Dewantara Corp. Perusahaan raksasa di negara ini. Divya pun semakin gencar mendekati Fadly. Ia juga tidak segan mengatakan pada client tour guide nya bahwa Fadly adalah pacarnya.


Divya pernah mengungkapkan perasaanya pada Fadly, ia bertekad akan menjadi pacar Fadly dan menjadi menantu perempuan dikeluarga Dewantara. Namun karena dihati Fadly hanya terukir nama Tari, Fadly tentu saja menolaknya. Meskipun Divya akui penolakan itu sangat lembut dan sopan tapi tetap saja Divya patah hati.

__ADS_1


Tidak sampai disitu, Divya seolah tidak mau menyerah. Ia sangat yakin bila terus didekati lama kelamaan pasti Fadly akan jatuh cinta padanya. Divya pernah berusaha menggoda Fadly, ia berpura-pura mabuk dan datang kerumah yang ditempati Fadly pada malam hari. Saat Fadly membukakan pintu, Divya langsung menjatuhkan diri dipelukan Fadly. Fadly pun membawa Divya masuk kedalam rumah, saat sudah berada di dalam, Divya memeluk Fadly hingga Fadly susah untuk melepaskan diri. Ia juga meracau dan mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Fadly dan ingin menjadi istri Fadly.


Pada malam itu, Divya juga berusaha mencium Fadly tapi Fadly berhasil mendorong Divya. Karena merasa misinya akan gagal Divya berpura-pura pingsan. Dan keesokan harinya ia berakting seolah tidak mengingat kejadian semalam yang dilakukannya. Fadly yang mengira bahwa Divya memang benar-benar mabukpun tidak terlalu ambil pusing, karena Fadly tahu bagaimana teman-temannya saat sedang dalam pengaruh minuman alkohol.


Padahal yang sesungguhnya terjadi Divya sama sekali tidak minum alkohol. Ia hanya menumpahkan alkohol ke bajunya sehingga bau khas alkohol sangat menyengat ditubuhnya, sehingga membuat Fadly terkecoh akan hal itu.


Meskipun usahanya menggoda Fadly gagal, tapi Divya akan berusaha lagi untuk menggoda Fadly dilain kesempatan.


Sebenarnya Divya sungguh tidak terima atas penolakan Fadly. Karena sejak dulu, jika menyukai lelaki pasti lelaki yang disukainya itu tidak pernah menolaknya. Tapi lain dulu lain pula sekarang, Fadly saja sama sekali tidak terpikat oleh pesona Divya. Fadly hanya menganggap Divya adik, karena Fadly sudah menganggap Arya saudara sedangkan dirinya adalah adik sepupu Arya, oleh sebab itu Fadly menganggapnya adik.


Hari ini Divya sedang tidak ada pekerjaan memandu wisatawan. Sehingga ia punya waktu luang untuk menemui Fadly. Namun Divya sangat kecewa, saat Divya sampai di rumah itu, Fadly membawa tas agak besar dan nampak akan bersiap-siap pergi. Dan lebih kecewa lagi, saat ditanya ternyata Fadly akan pergi bertemu dengan Tari, pacarnya yang hilang itu. Divya berharap, semoga mereka tidak benar-benar bertemu.

__ADS_1


Tiga puluh menit Divya menghabiskan waktu di rumah Fadly yang telah berubah fungsi menjadi tempat usaha itu. Kemudian karena tidak ada tujuan lain ia pun pulang. Semenjak ia bekerja sebagai pemandu wisata di Lestari tour and travel, Divya lebih memilih tinggal di kost.


Dan ditempat kost itulah Divya saat ini. Malam sudah menampakkan wajahnya, ia pun tidak berselera untuk pergi hanya sekedar nongkrong dengan para sahabatnya seperti biasa. Ia memilih menghabiskan waktu di kostan itu sambil membuka akun sosial medianya dari ponsel miliknya.


Saat Divya sedang asyik membuka aplikasi yang bergambar kamera berwarna ungu dan pink itu terlihatlah akun milik Fadly. Tampak disana Fadly mengunggah foto dirinya sedang bersama seorang gadis, gadis itu dirangkulnya. Gadis itu sedang memegang kue tart ulang tahun, dipipinya ada beberapa krim cokelat yang mungkin sengaja dicoretkan oleh orang lain.


Foto itu diunggah Fadly sekitar satu jam yang lalu di Desa Kemangi. Fadly menuliskan caption, Selamat ulang tahun sayangku, semoga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya kita bisa merayakan ulang tahun bersama-sama, tidak akan terpisah lagi.. Terimakasih Tuhan akhirnya aku menemukan pelabuhan rinduku...


.


.

__ADS_1


To Be Continued...


__ADS_2