Penjahit Cantik

Penjahit Cantik
Lestari Tour and Travel


__ADS_3

Nyonya Shofia dan Tuan Haris Dewantara sedang berkunjung ke rumah Fadly di Bali. Kedua orang tua Fadly itu ingin melihat usaha yang dirintis sang anak. Meskipun rumah itu hanya rumah kontrakan, tapi terlihat mewah.


"Kamu yakin tidak ingin menerima bantuan dari papa?" tanya Tuan Haris untuk yang kesekian kalinya.


"Tidak, Pa," jawab Fadly sembari tersenyum pada Tuan Haris.


Nyonya Shofia dan Tuan Haris datang memang untuk melihat usaha yang dirintis Fadly. Namun mereka juga mau menawarkan bantuan apa yang bisa diberikan untuk anak mereka. Waktu itu memang Tuan Haris sangat marah pada Fadly, bahkan tega membiarkan Fadly pergi dan berujung kecelakaan dengan Tari juga. Setelah itu ia menyesal dan dari lubuk hatinya yang terdalam ia berjanji akan memberikan perhatian lebih untuk Fadly.


Pada saat Fadly di bawa ke Amerika untuk melanjutkan perobatan cidera kepalanya, sebenarnya itu adalah kemauan Nyonya Shofia. Nyonya Shofia tidak ingin Fadly menjalin hubungan dengan Tari. Sehingga Nyonya Shofia meminta Tuan Haris untuk membawa Fadly ke Amerika dan membohongi Fadly. Dan Tuan Harispun dengan sangat terpaksa menyetujuinya. Sebenarnya Nyonya Shofia juga tidak setega itu, membawa Fadly ke Amerika dalam keadaan dibius. Tapi pikirannya sudah buntu, ia tidak ingin Fadly mencintai Tari lebih dalam lagi.


Tapi nyatanya sebesar apapun usaha Nyonya Shofia untuk memisahkan Fadly dari Tari. Tetap saja Fadly mencari Tari dengan segala usahanya. Sehingga Nyonya Shofia sebagai orang tua tidak tega melihat anaknya yang menderita karena cinta. Sebenarnya Nyonya Shofia sadar betul akan tindakannya, ia tahu bahwa bukan cintalah yang membuat Fadly menderita. Tapi karena usahanya yang ingin memisahkan Fadly dari Tari yang membuat Fadly menderita.


"Ma, Pa. Aku gak minta apa-apa dari Mama dan Papa. Aku hanya minta doa biar usahaku ini berjalan dengan lancar dan bisa menjadi jasa travel nomor satu seperti usaha papa," ucap Fadly.


Tuan Haris yang duduk disebelah Fadly mengelus lembut kepala anaknya, "Papa akan mendoakan kamu, Mama juga akan mendoakan kamu, yakan Ma?"


"Pasti. Pasti Mama doakan yang terbaik untuk anak Mama."

__ADS_1


"Terimakasih Ma, Pa," ucap Fadly.


"Oh ya, bagaimana perkembangan kamu mencari Tari? Apa sudah ada hasilnya?" tanya Nyonya Shofia


"Oh, itu... Belum ada titik terang Ma. Tari gak aku temuin di pantai Green," setelah mengatakan itu Fadly tertunduk lesu.


Nyonya Shofia dan Tuan Haris jadi semakin merasa bersalah. Mereka saling berpandangan. Ada kesedihan diraut wajah mereka. Menyesal, itulah yang mereka rasakan sekarang. Mengapa dulu tidak membiarkan saja Tari menjaga Fadly di rumah sakit. Mereka malah mengusir Tari pada saat itu.


Tuan Haris tersenyum, "Nanti akan Papa kerahkan detektif-detektif hebat untuk mencari kekasih kamu itu. Lestari siapa namanya?"


"Lestari Safira, Pa," ucap Fadly.


Ya, Tuan Haris sebagai kepala keluarga harus mengambil tindakan disaat istrinya dan anaknya bersedih, maka dialah yang berdiri paling depan untuk mengembangkan senyuman diwajah istri dan anaknya itu.


Saat Nyonya Shofia dan Tuan Haris berangkat pulang, Tuan Haris langsung menyuruh asisten pribadinya untuk mencari detektif handal yang bisa mencari keberadaan Tari, calon menantunya.


Sedangkan sang calon menantu sedang sibuk, usaha topi pantainya sangat maju pesat. Tari menyibukkan diri dengan terus bekerja. Entah apa yang dikejarnya? Taripun tidak tahu. Kadang ia berpikir, mengapa Allah tidak memberikan rezeki yang melimpah ini pada saat bapaknya masih ada.

__ADS_1


Kini bapaknya sudah tiada, tidak bisa ikut merasakan rezeki yang melimpah yang diberikan Allah untuk Tari. Namun Tari pastilah sangat bersyukur, ia sering berbagi dengan tetangganya, sering berinfaq ke mesjid-mesjid dan bahkan ia menjadi penyumbang tetap di panti asuhan yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Tari menolak tawaran Handoko untuk menjadi perancang busana di Life Beauty Butik. Bukan Tari menyianyiakan kesempatan, namun ia sudah mendapat kesempatan baru yang lebih besar keuntungannya. Sekarang ia sudah menandatangi kontrak dengan konveksi besar di Kota. Tari dipercaya menjadi perancang topinya.


Ia menerima tawaran itu dengan banyak pertimbangan, banyak yang mendukungnya untuk terus maju, termasuk Bu Rosita. Tina dan juga para pekerja lain yang sudah seperti saudara juga mendukung Tari. Mereka ikut mempelajari kontrak dari si empunya konveksi. Setelah mereka rasa banyak keuntungan yang akan didapati Tari, maka merekapun yakin dan menyuruh Tari untuk langsung menandatangi kontrak tersebut.


Dan Handoko sendiri, ia meminta Tari untuk merancang gaun pernikahan untuk calon istrinya. Dan saat gaun itu sudah jadi, calon istri dari Handoko sangat menyukai rancangan Tari. Mereka mengundang Tari di pernikahan mereka yang digelar di kota. Tari tentu saja menghadirinya, ia pergi dengan Bu Rosita. Karena ia tidak punya partner yang pas selain Bu Rosita.


Pernikahan Handoko berjalan dengan lancar, banyak yang memuji gaun mewah yang dipakai istri Handoko pada saat resepsi pernikahan itu. Beberapa hari kemudian, Handoko dan istrinya pergi berbulan madu ke Bali. Pada saat di Bali, mereka mendatangi jasa tour and travel yang ada disana untuk mengatur bulan madu mereka selama berada di Bali.


Banyak jasa tour and travel yang ada di Bali, namun Handoko tertarik dengan "Lestari Tour and Travel" Nama itu menggelitik pikirannya. Gaun sang istri dirancang oleh tangan handal bernama Lestari, kini di Bali ia juga menemukan jasa travel bernama Lestari tour and travel. Tadinya Handoko mengira itu hanya kebetulan saja, tetapi sesaat setelah ia masuk ke kantor Lestari tour and travel, Fadly lah yang menyambut kedatangan mereka.


Handoko hapal betul wajah Fadly. Karena beberapa temannya waktu itu sempat berbisik dan terdengar olehnya. Bahwa Tari yang sedang dirias olehnya ditemani oleh lelaki tampan anak konglomerat orang kaya nomor satu di Indonesia. Pada saat itu mata Handoko langsung menatap Fadly.


Dan sama seperti hari ini, ia juga sedang menatap Fadly. Bedanya dulu Fadly sedang menunduk menatap layar ponselnya dan sekarang Fadly sedang menatap ia dan istrinya sembari tersenyum ramah.


.

__ADS_1


.


To Be Continued...


__ADS_2