
Tak terasa, tinggal menghitung hari lagi ia akan melahirkan anak ke duanya..
Gus Afnan selalu berada disampingnya dan tak meninggalkannya sedikitpun..
Hari ini, Ziya sedang duduk bersama para santri putri yang sedang menyetor hafalan kitabnya..
Ziya juga ikut menghafal karena ia memang anak yang cerdas dan kepo.. Ia ingin selalu bisa bisa dan bisa dalam segala hal.. Begitupun dengan pelajaran..
"Ukhty, Ziya mau setor lalaran" kata Ziya
"Ning Ziya ingin setor apa?" tanya santri A
"Jurumiyah ukhty" jawab Ziya
"Yasudah mulai" perintah santri A
"Bismillah.. Alkalamu huwa lafdzu mufidu bil wad'i.." ucap Ziya tanda salah dan selesai 1 bab yaitu bab Kalam
"Alhamdulillah.. Pinter banget si?belajar dari mana bisa hafal begini" tanya santri A
"Belajar dari ukhty ukhty.. Kan Ziya selalu dengerin ukhty yang lain hafalan" jawab Ziya polos
"Pinter banget si Ning.. Pasti Ning Ziya bakalan jadi anak yang cerdas besarnya" kata santri A
"Aamiin.. Kalau gitu Ziya mau pulang yaa.. Assalamu'alaikum semua" salam Ziya
Ya, diusianya ia sudah bisa terbilang anak yang cerdas.. Ziya see, Ziya do.. Ziya melihat dan Ziya melakukan.. Dia merekam apa yang ia lihat.. Makanya tidak heran dia menjadi anak yang pintar..
Ziya berjalan menuju rumah karena hari telah sore.. Ia melihat Munawir sedang berjalan sendirian..
Masih inget sama Munawir? ya dia adalah anak Gus Arkan..
"Munawiiirr" teriak Ziya
"Utii Ziyaaa" teriak Munawir membalas panggilan Ziya
"Munawir mau kemana? jangan main jauh jauh.. Nanti Abi Arkan cari kamu" kata Ziya
"Nawir udah gede, Nawir gak mau dilarang larang pergi" jawab Munawir
__ADS_1
"Munawir masih umur 4tahun.. Nanti kalau hilang gimana?" tanya Ziya
"Gak hilang ukhty.. kan nawir masih di pondokan" jawab Munawir
"Yasudah kalau gitu Ziya mau pulang yaa.. Dadah" kata Ziya
Setelah kepergian Ziya, Munawir pergi ke kebun pesantren.. Ia sangat senang berada di kebun itu.. Ia merasa bebas dan lepas..
Di rumah Abah, Gus Arkan sedang pusing mendengar ocehan sang istri..
"Pokoknya mas harus cari Munawir.. Dia masih kecil mas.. Nanti kalau hilang gimana?" tanya Nida panik
"Tenang sayang.. Mas akan cari.. Kamu jangan panik gini" kata Gus Arkan
Akhirnya Gus Arkan meminta bantuan para santri putra mencari Munawir..
Disisi lain anak kecil itu sedang asik melihat pemandangan yang indah..
"Huhu asik asik.. Bisa liat mereka" kata anak kecil itu
Hari hampir Maghrib, seluruh santri yang mencari tak menemukan sosok Munawir..
Adzan Maghrib berkumandang..
Nida menangis sejadi jadinya karena anak lakinya belum ditemukan,sedangkan anak perempuannya berada dipangkuan jiddahnya yaitu umi dari Gus Arkan..
"Assalamualaikum" salam Munawir
"Wa'alaikumussalam ya Allah anak umiiii" teriak Nida yang langsung memeluk anaknya
"Nak kamu dari mana?" tanya Abah
"Umi kenapa nangis? ihh cengeng kaya putri" kata Munawir
"Kamu dari mana nak?" tanya Nida lembut
"Munawir dari kebun umi.. Munawir abis liat cewe cewe mandi di sungai umi dari atas pohon" jawab Munawir polos
Mereka yang berada disitu kaget mendengar ucapan Munawir
__ADS_1
"Heemmm Arkan ini mah" celetuk Gus Afnan
"Hahahahaah itu baru anak abii" kata Gus Arkan bangga
"Mass" kata Nida yang menatap tajam kearah Gus Arkan
"Anak umi juga" lirih Gus Arkan
"Aku gak begitu" elak Nida
"Cantik cantik loh umii" kata Munawir yang membuat para orang dewasa diem gak habis fikir sama ini anak..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Assalamu'alaikum.. Maaf yaa baru bisa up.. Terimakasih yang masih setia menunggu dan membaca..
Jangan lupa like,komen dan vote... Terimakasih
__ADS_1