
Sore ini, Ziya sedang bermain main ke teras rumah membawa beberapa mainan masak masakannya..
Shahia mengawasi dari kejauhan, karena ia ingin membebaskan Ziya untuk bergerak..
Ziya terlihat begitu senang dengan mainannya yang ia bawa..
"Assalamualaikum" salam gus Afnan
"Wa'alaikumussalam yayah" jawab Shahia
"Yayah" kata Ziya dengan ciri khas anak kecil
"Anak yayah lagi main apa sayang?" tanya gus Afnan lalu Ziya menunjukkan mainannya
Shahia menghampiri gus Afnan lalu menyalami tangan suaminya..
"Kholas ngajarnya mas?" tanya Shahia
"Kholas, masak gak bu? Yayah laper" kata gus Afnan
"Ada yah, tapi lauk tadi siang.. Kalau malam sha malah pengen ngajak makan diluar" jelas Shahia
"Yasudah nanti saja abis maghrib kita keluar yaa cari makan" kata gus Afnan
"Iya mas" kata Shahia
Gus Afnan menggendong sang anak lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah karena hari menjelang sore..
Sesampainya di dalam rumah, gus Afnan mendudukkan anaknya di depan tv untuk lanjut bermain lagi.. Dan Shahia menyiapkan pakaian untuk suaminya bersiap siap shalat maghrib..
Selepas shalat maghrib, gus Afnan mengajak Shahia dan Ziya untuk makan malam diluar..
"Sayang, mau makan apa yank?" tanya gus Afnan
"Tumben manggil sayang" kata Shahia heran
__ADS_1
"Lah salah ya? Kan suami istri itu harus romantis" kata gus Afnan
"Iyaa sii" kata Shahia
"Yukk sayang" ajak gus Afnan menggandeng tangan Shahia dan tangan satunya lagi menggendong Ziya
Mereka menuju warung makan pecel lele langganan mereka..
Gus Afnan dan Shahia memesan pecel lele dengan nasi uduk, sedangkan untuk Ziya, dipesankan soup ayam dan nasi putih..
Di sela sela makan, mereka berbincang bincang, ntah itu masalah perkembangan Ziya sehari harinya atau masalah di pesantren..
Karena shahia sudah tidak mengajar lagi, jadi ia ketinggalan berita seputar pesantren..
Setelah makan, gus Afnan mengajak Shahia dan Ziya ke pasar malam yang ada di daerah dekat pesantren..
Gus Afnan memainkan sebuah permainan menembak bebek lalu mendapatkan hadiah boneka beruang dan ia berikan boneka itu untuk sang anak tercinta..
"Mas, sha mau jugaa bonekanya" rengek Shahia
"Bubu juga mau?" tanya gus Afnan diberi anggukkan kepala oleh Shahia
Doorrr
"Horrreeee dapet lagi bonekaa" teriak Shahia senang
"Syukron suamiku.. Mmuuaacchh" kata Shahia lalu mencium pipi sang suami
"Afwan ya zaujaty" kata gus Afnan memeluk sebelah tangan
Ziya yang melihat keromantisan yayah dan bubu nya langsung merentangkan tangan menandakan ia ingin digendong dan dipeluk..
Setelah puas berjalan jalan, mereka pulang menuju rumah, dikarenakan Ziya sudah lelah dan tertidur di gendongan sang ibu nya..
Sesampainya di rumah, gus Afnan membaringkan Ziya di ranjang kamarnya, lalu ia menuju kamarnya bersama Shahia..
__ADS_1
"Sayang senang hari ini?" tanya gus Afnan
"Alhamdulillah sha senang mas.. Syukron yaa" kata Shahia
"Afwan, mas belum bisa kasih kebahagian yang lebih" kata gus Afnan
"Ini tuh udah lebih mas, Shahia sangat senang" kata Shahia
"Alhamdulillah kalau memang sayang senang" kata gus Afnan memeluk sang istri lalu mencium bibir sang istri.
Pelukan dan ciuman itu semakin memanas, lalu gus Afnan mengarahkan tubuh Shahia ke ranjang kamarnya dan terjadilah hal yang mungkin bisa membuat Ziya menjadi seorang kakak.. Hehe
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Gimana nih? Punya adek gak Ziyanya? Hehe
__ADS_1
Tetap dukung author yaa, dengan cara like,komen dan vote..
Terimakasih 😊