Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 76


__ADS_3

Sore ini para santri bebas melakukan kegiatan yang mereka inginkan.. 


Ada yang bersantai santai di depan villa, ada yang pergi keluar villa untuk melihat keindahan desa ini.. 


Oh iya, untuk villa santri putra dan putri terpisah yaa.. Tapi masih 1 lingkungan.. 


Di ruang tamu villa itu, para ustadz dan ustadzah ada yang sedang berbincang bincang dan ada pula yang bershalawat dengan diiringi gitar oleh seorang ustadz..


"Ustadzah Evi nyanyi dong" kata ustadz Rifki


"Wahh ana gak bisa nyanyi stadz" tolak ustadzah Evi


"Pasti bisa.. Ayuk shalawat apa kek gitu.. Atau yang lain" kata ustadz Rifki


"Lagu Aisyah istri rasulullah aja vi" kata ustadzah Ratna


"Nahh boleh tuhh" kata ustadzah Uca


"Okee okee" jawab ustadzah 


ضياء منه القمر يستحي


Dziyau Minhul Qomri Yastakhi


كُلُّ النِّسَاءِ تَؤَدّ أَنْ تَكُون مِثلَكي


Khulu Nisai Tawadhuan Takuna Mislaki


يَا عَائِشَةُ 


Ya Aisyah


بِنْتُ أَبِى بَكْرٍ


Bintu abi Bakrin


حَبِيببُ رَسُولُ اللَّهِ 


Habib Rasulullah


فازت بِقَلْبِ خَيْرٌ الْمُرْسَلِين


Fajat Bikolbi Khoiril Mursalin


فِي الْعِلْمِ فَاقَت عِلمَ كُلِّ الْعَالَمِين


Fil Ilmi Fakot Ilma Kulal Alamin


خَبَرٌ جَلِيلٌ


Qobrul Jalil


يَزِفهُ جِبْرِيل


Yazifuhu Jibril


يَجُوبُ الدُنْيا


Yajubu Dunya


عائشة


Aisyah


حَبَاكِ اللَّهُ حُبَّ مَنْ يُحِبُّهُ


Habakillah Huhabaman Yuhibuhu


فَصِرتي أَحَبُّ النَّاسِ لِقُلُوب الْمُسْلِمِين


Fashirti Ahbunasi Likulubil Muslimin


بِنْتِ أَبِي بكرٍ


Bintu abi Bakrin


حَبيبِ رَفيقِ النَّبِيِّ رسول الله 


Habibi Rofikin Nabiyi Rasulullah


عائشة


Aisyah

__ADS_1


حَبَاكِ اللَّهُ حُبَّ مَنْ يُحِبُّهُ


Habakillah Huhabaman Yuhibuhu


فصرتي أَحَبُّ النَّاسِ لِقُلُوب الْمُسْلِمِين


Fashirti Ahbunasi Likulubil Muslimin


بِنْتِ أَبِي بكرٍ


Bintu abi Bakrin


يَا عَائِشَةُ حَمِيرًا


Ya Aisyah Khumairah


حَبِيب رَفِيقِ النَّبِىّ رَسُولُ اللَّهِ 


Habibi Rofiki Nabiyi Rasulillah


رَفِيقهُ النَّبِيِّ فِي الْحَيَاةِ


Rofikhotu Nabiya Filhayat


حُبّ النَّبِيّ لَهَا يَفُوق الْمُعْجِزَات


Hubu Nabiyu Laya Yafuwqul Mukjizat


ياعائشه


Ya Aisyah


بِنْتُ أَبِى بَكْرٍ


Bintu abi Bakrin


زَوْجَةُ رَسُولِ اللَّهِ 


Zaujatu Rasulallah


رَفِيقِه النَّبِيِّ فِي الْحَيَاةِ


Rofikotu Nabiya Fil Hayati


حُبُّ النَّبِيّ لَهَا يَفُوقُ الْمُعْجِزَات


ياعائشه


Ya Aisyah


بِنْتُ أَبِى بَكْرٍ


Bintu abi Bakrin


زَوْجَةُ رَسُولِ اللَّهِ 


Zaujatu Rasulallah


عائشة


Aisyah


حَبَاكِ اللَّهُ حُبَّ مَنْ يُحِبُّهُ


Hubakillahu Hubba Man Yuhibuhu


فصرتي أَحَبُّ النَّاسِ لِقُلُوب الْمُسْلِمِين


Fasirti Ahbunasi Likulubil Muslimin


بِنْتُ أَبِي بكرٍ


Bintu Abi Bakrin


حَبِيب رَفِيقِ النَّبِيِّ رسول الله


Aisya Rofiqi Nabiya Rasulillah


"Wah wah wah.. Kereennn" kata ustadzah Uca dibarengi tepuk tangan dari yang lainnya


"Wahh cewe bar bar bisa shalawatan juga.. Hahaha" kata ustadz Rifki


"Ishh apasih yaa, gak jelas dah ustadz" ketus ustadzah Evi

__ADS_1


Di tempat lain, Shahia dan gus Afnan sedang beristirahat bersama putri kecil mereka..


Begitupun dengan gus Arkan dan Nida, mereka juga sedang beristirahat.. 


"Adek cape?" tanya gus Arkan kepada Nida


"Lumayan.. Tapi adek seneng" kata Nida


"Anggap bulan madu ya dek.. Hehe kita kan belum bulan madu" kata gus Arkan


"Gak perlu mas, kerjaan kita di pesantren aja banyak" kata Nida


Di kamar villa Shahia


"Nyenyak banget putri yayah tidurnya" kata gus Afnan


"Iya mas, biarin jangan di ganggu" kata Shahia


"Siapa yang ganggu.. Kalau mas ganggu kita gak bisa ada waktu berdua" kata gus Afnan memeluk sang istri dari belakang


"Mas jangan peluk peluk.. Nanti ada yang liat" kata Shahia


"Siapa yang liat? Gak ada.. Orang ini kamar khusus kita ko" kata gus Afnan


"Terus kalau ini kamar khusus kita kenapa?" tanya Shahia


"Jangan mancing.. Mas kan jadi pengen buu" kata gus Afnan


"Gak mancing.. Orang nanya ko" bantah Shahia


Saking gemas dengan sang istri akhirnya gus Afnan mencium bibir lembut Shahia.. 


"Mas rindu" lirih gus Afnan


"Shahia milik mas" lirih Shahia


"Mas mulai yaa dek." kata gus Afnan


Saat gus Afnan sedang membuka kancing baju Shahia, tiba tiba.. 


"Wooyyyy messsummm" kata gus Arkan mengagetkan


Oeek.. Oooeekk.. 


"Ente tuhh." geram gus Afnan


Shahia langsung merapihkan pakaiannya dan menghampiri baby Ziya yang menangis karena kaget.. 


"Untung hijb belum dibuka" batin Shahia


"Sorry.. Sorry.. Habisnya mau berbuat pintu gak dikunci" kata gus Arkan


"Bisa ketuk dulu kan.. Salam dulu" protes gus Afnan


"Iya iya salah.. Sini baby Ziya biar sama ana.. Siapa tau Nida ketularan dan bisa tekdung" kata gus Arkan dan mengambil alih baby Ziya yang sudah tidak menangis lagi


"Gus Arkan mah, apa apaan si.. Ziya baru tidur.. Kalau begini susah tidur lagi, pasti dia uring uringan gus.. Kesian pusing nanti kepalanya dia" protes Shahia


"Iyaa afwan.. Salah dah ana." kata gus Arkan


Setelah baby Ziya di bawa pergi oleh gus Arkan, gus Afnan segara memeluk Shahia kembali.. 


"Kita lanjut yang tertunda" bisik gus Afnan


"Udah gak mood.. Dah ahh mau nemuin yang lain" kata Shahia pergi


"Huhh,, Arkan bener bener dah.. Awas aja, ana grebek nanti dia pas lagi gali lobang" batin gus Afnan


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.. 


__ADS_2