Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 55


__ADS_3

"Iya dek, gimana jawabannya?" tanya gus Arkan yang tak sabar


"Nida... " kata Nida


"Okee yees diterima" teriak gus Arkan


"Eh eh enak aja.. Belum dijawab" protes Nida


"Lagih lama bangat tibang jawab iya doang" kata gus Arkan gak kalah protes


"Nida fikir dulu ya gus.. Nida kan juga harus bicara sama orang tua" kata Nida


"Hmm yaudah deh, ana kasih waktu 3 hari yaa buat bilang sama orang tua" kata gus Arkan


"Iyaa gus" kata Nida


"Okee ana awalan.. Syukron Assalamualaikum" kata gus Arkan


"Wa'alaikumussalam" jawab Nida


Nida akui dia memang menyukai dan mencintai gus Arkan, namun ia masih ingin melanjutkan sekolahnya.. Ia ingin kuliah.. Apa nanti gus Arkan mengizinkannya kuliah kalau sudah menikah.


Dirumah Abah, suara tangis baby Ziya terdengar kencang.. Seluruh isi rumah berusaha menenangkan baby Ziya yang menangis..


Abah dan gus Afnan sebenarnya tau kenapa baby Ziya menangis terus, tapi mereka tidak mau memberi tahu Umi dan Shahia karena takut mereka kefikiran dan sedih..


Ya, baby Ziya sedang diganggu dengan sosok makhluk halus yang menyukainya..


Bayi yang masih suci masih peka terhadap hal hal seperti itu.


"Sepertinya kamu akan menjadi seperti Yayah nak" batin gus Afnan


Abah yang mengerti kegundahan yang tersirat dari wajah gus Afnan mencoba menenangkan..


"Akan kita jaga.. Biarlah seperti itu.. Abah yakin dia pasti kuat" kata Abah menepuk pundak gus Afnan


"Afnan kesian kalau misalnya Ziya harus seperti Afnan bah, Afnan takut dia gak siap melihat hal hal seperti itu" kata gus Afnan lirih


"Sudah titisan mau diapakan?" tanya Abah


Gus Afnan hanya pasrah semoga sang buah hati kuat kalau sampai ia besar nanti bisa melihat hal yang seperti itu..


Baby Ziya berhenti menangis ketika sang Ayah menggendongnya.. Ada ketenangan dihati Shahia saat baby Ziya berhenti menangis..


"Kita bawa kerumah sakit aja yaa.. Umi takut Ziya sakit nan.. Atau panggil tukang urut.. Mungkin badannya sakit kali" kata Umi


"Gak perlu Umi.. Ziya baik baik aja ko" kata gus Afnan


"Tolong kalau kamu menyukai anak saya cukup menjaganya dari jauh saja.. Ia masih terlalu dini" batin gus Afnan seolah berbicara dengan makhluk tersebut


"Yaudah bawa ke kamar nan, biar Ziya istirahat kesian dia dari tadi nangis terus" kata Umi


"Iya Umi" jawab gus Afnan

__ADS_1


"Shahia menyusui Ziya dulu ya Umi" kata Shahia


"Iya sayang" kata Umi


Di dalam kamar


"Jangan di tinggal ya bu dedeknya" kata Gus Afnan


"Iya yah.." jawab Shahia


"Sayangnya Yayah.. Jangan menangis lagi ya sayang" kata gus Afnan mencium kening sang buah hati


"Mas, boleh Shahia nanya?" kata Shahia


"Tanya lah" kata gus Afnan


"Apa baby Ziya menangis karena ada yang mengganggu? tadi sha sekilas merasa melihat ada seorang perempuan di sekitar kita" kata Shahia


"Husstt udah jangan dibahas ya sayang" kata gus Afnan


Malam hari nya baby Ziya tidur dengan tenang.. Gus Afnan selalu mengawasinya..


Tok.. Tok.. Tok..


"Abaaah, Umiiii" teriak seseorang dari luar rumah


"Aaabaaahh umii gus Afnaaan" teriak seseorang dari luar


Karena mendengar keributan semua yang berada di dalam rumah terbangun dan keluar..


"Umi Abah, tolong.. Evi itu" kata Ratna


"Kenapa Evi?" tanya Shahia


"Evi kesurupan" kata Ratna


Semua yang berada disitu kaget lalu menuju ke asrama putri kecuali Shahia dan Umi..


Saat sesampainya di asrama putri, para santri sedang berkerumun melihat Evi..


"Sejak kapan begini?" tanya gus Arkan


"Dari sebelum maghrib Evi sudah diem aja gus, ditanya malah ngejawab singkat terus biasanya dia kan cerewet" kata Nida


"Abah ke masjid dulu" kata Abah


Lalu Abah keluar asrama dan menuju masjid


Di dalam asrama, Evi masih saja terus berontak.. Membuat Nida dan teman teman yang lainnya merinding ketakutan..


"Assalamualaikum" salam gus Afnan mencoba berkomunikasi dengan makhluk yang berada di tubuh Evi


"Ente islam bukan? kalau islam jawab salam ane" kata gus Afnan

__ADS_1


Namun tak ada jawaban apa apa, yang ada makhluk itu semakin berontak..


"Hey, udah ayo keluar.. Kesian Evi dia disini lagi belajar jangan di ganggu" kata gus Arkan mencoba berinteraksi


Ya gus Arkan juga bisa, namun tak sebisa gus Afnan.


"Saya sukaa sama Ziyaa" kata seseorang yang berada ditubuh Evi


"Kamu suka dengan anak saya?" tanya gus Afnan yang mendapat anggukan


"Saya ingin bersamanya.. Saya ingin membawanya tetapi dia banyak yang menjagaaa" teriak makhluk itu lalu menangis


"Kenapa kamu memasuki tubuh Evi yang tidak bersalah ini.. Jangan seperti itu dunia kalian berbeda" kata Gus Afnan


"Saya suka Ziya, saya mau membawanya pergi bersama saya" kata makhluk itu


"Kamu gak bisa membawanya, dunia kalian berbeda" kata gus Arkan


"Kenapa dia banyak sekali yang menjaganya.. Saya tidak bisa masuk kerumah itu" kata makhluk tersebut


"Bini ente ngidam apa si mas, masa Ziya jadi didemenin sama makhluk begini.. Makhluk aneh" kata gus Arkan


"Sama kaya ente aneh" celetuk Nida


"Ehh yayang Nida" kata gus Arkan menggoda


"Ihh apaan si.." ketus Nida


"Nida, Arkan sama siapa gitu tolong pulang kerumah.. Kasian Shahia cuma sama Umi dan baby Ziya.. Ini biar ana yang urus" kata Gus Afnan


"Saya mau Ziyaaa.. Kenapa saya tidak masuk ke dalam rumah itu.. Panaass rasanya" kata makhluk yang berada ditubuh Evi itu


"Kalau kamu gak mau pergi biar saya yang akan paksa kamu untuk pergi dari sini" kata gus Afnan lalu memijit bagian belakang tubuh Evi dan makhluk tersebut berteriak sakit dan panas..


Para santri pun juga di minta untuk membaca Ayat Kursi untuk membantu gus Afnan..


Tak lama, makhluk itu keluar dari tubuh Evi namun Evi masih belum sepenuhnya sadar..


Dirumah Abah, Shahia kaget saat mendengar penjelasan gus Arkan..


Kenapa harus anaknya yang mendapat gangguan seperti itu,kenapa bukan dia..


Mana ada seorang Ibu yang tak sedih melihat anaknya seperti itu.. Nangis bukan karena badannya sakit tetapi karena mendapat gangguan hal hal semacam itu..


"Kenapa harus kamu nak? yang kuat ya sayang.. Yayah pasti menjaga dedek Ziya" kata Shahia menangis


Bersambung..


Assalamualaikum


Maaf yaa telat Up.. Hehe


Tetap dukung author yaa.. Dengan cara like, komen dan vote..

__ADS_1


Terimakasih 😊😊


__ADS_2