Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 44


__ADS_3

Keesokan harinya saat berada dikelas, Shahia meminta izin kepada guru yang sedang mengajarnya..


"Ustadz, ana mau izin" kata Shahia


"Mau kemana ente sha?" tanya ustadz Baihaki


"Ila hamam" jawab Shahia


"Yasudah, jangan lama2.. jam mengajar ana hampir selesai" kata ustadz Baihaki


Namun Shahia tidak menuju toilet, ia menuju kantor para asatidz..


Saat sudah berada di kantor asatidz, ia menemukan sosok yang ia cari..


"Ahhhaaa itu mereka" batin Shahia


"Assalamualaikum" salam Shahia


"Loh dek, adek kan lagi belajar ko kesini?" tanya gus Afnan


"Ayookk ikut" kata Shahia menarik tangan gus Afnan dan gus Arkan


"Ehh.. ehh apa apaan ini" protes gus Arkan


"Udah diem aja deh gus" ketus Shahia


Akhirnya mereka mengikut Shahia


"Kita mau ngapain dek disini?" tanya gus Afnan


"kita dibawah pohon apa?" tanya Shahia


"Pohon rambutan" jawab gus Afnan dan gus Arkan


"Sekarang, adek minta gus Arkan panjat pohon itu.. Ambilin rambutan buat Shahia.. dan mas Afnan tanggepin dari bawah.. cepet" perintah Shahia


"Ana mau ada jam ngajar shaa sebentar lagi" kata gus Arkan


"Pokoknya gak mau tau, ambilin!!!" teriak Shahia


"Huhh ente ngapa si sha.. nyusahin tau" dengus Gus Arkan


"Owh jadi gak mau? oke gak papa.. Ana mau pulang aja kerumah Abi" kata Shahia kesel


"Eh eh eh apaan si dek.. iya iya diambilin sama Arkan, adek diem aja disini" kata gus Afnan


"Cepet kan ambilin sono panjat" kata gus Afnan ke gus Arkan


"Ihh yang punya bini siapa yang kesusahan siapa" protes gus Arkan


"Mau atau Shahia pergi?" bentak Shahia


"Udah cepetan kan.. entar ana bagi duit" bisik gus Afnan


"Iya iyaa ni manjat nih manjat" kata gus Arkan sambil memanjat


"Iihhh gitu dong, nurut.. kan gak perlu pake drama" kata Shahia senang


"Owh tuhaaaan.. semoga dek Nida gak begini nanti kalau udah nikah" teriak gus Arkan diatas pohon


Dibawah gus Afnan dan Shahia hanya cekikikan..

__ADS_1


Setelah rambutan itu sudah diambil, Shahia membawa rambutan itu kedalam kelas, berhubung lagi jam istirahat..


"Gaesss kuy makan rambutan" ajak Shahia ke teman2nya


"Wahh rambutan" kata teman2


"Ente dapet dari mana sha?" tanya Muti


"Tadi nyuruh gus Arkan manjat pohon di kebun" kata Shahia datar sembari menikmati rambutan


"Ente gak salah sha?" tanya Nida


"Gak lah.. maaf yaa laki ente ane suruh2.. haha"kata Shahia senang


"Ihhh biarin aja tuh makhluk ente susahin.. Bukan urusan ane" kata Nida


"Ellleehhh bilang aja gak terima tuhhh" goda Ratna


"Udahh buruan abisin ini" kata Shahia


Didalam rumah Abah


"Arkan, ko kamu garuk2 begitu nak?" tanya Umi


"Ini mi tadi Shahia minta panjatin pohon rambutan, banyak semut gatelnya jadi begini deh" jawab gus Arkan


"Rambutan? tumben" kata Umi heran


"Gak tau tuh, padahal kita makan sama.. tapi akhir2 ini permintaanya aneh" kata gus Arkan


"Coba nanti Umi tanya Shahia" kata Umi


Bel tanda usai pelajaran pun berbunyi.. Seluruh santri balik ke asrama masing2.. Ada yang mencuci,ada yang makan, ada yang tidur siang..


"Shahia Umi boleh tanya?" kata Umi saat makan siang bersama diruang makan


"Iya Umi mau tanya apa?" kata Shahia


"Kenapa akhir2 ini permintaan Shahia aneh2? Shahia sehat nak?" tanya Umi


"Shahia sehat Umi.. sehat banget malah" jawab Shahia


"Kalau Shahia gak enak badan bilang sama Umi ya nak" kata Umi


"Iya Umi sayang.. tenang aja yaa" jawab Shahia lembut


Setelah makan dan bersih bersih di dapur, Shahia menyusul sang suami kedalam kamar.


"Dek, adek udah haidhoh belum?" tanya gus Afnan


"Belum" jawab Shahia


"Loh kenapa belum? bukannya udah waktunya?" tanya gus Afnan


"Kemarin kan telat mas, pasti sekarang telat juga.." jawab Shahia


"Tapi dek, ini udah sebulan lebih loh" kata gus Afnan


"Mas gak inget kata dokter hormon perempuan itu berubah ubah" kata Shahia


"Yasudah istirahat yaa" kata gus Afnan

__ADS_1


"Iyaa sini mas bobo siang, Shahia pengen dipeluk" kata Shahia


"Iyaa yuk istirahat nanti sore kan ada kegiatan ngaji kitab" kata gus Afnan


Adzan ashar berkumandang..


Gus Afnan dan Shahia bersiap siap untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah di masjid..


Seusai shalat berjamaah, para santri mengaji kitab di dalam masjid tersebut..


Malam harinya, Shahia sedang menyetor hafalan lalarannya kepada sang suami..


"Mas, 5bet aja yaa" rengek Shahia


"Masa sehari 5bet doang.. ntr lama lulusnya sayang" kata gus Afnan


"Otak Shahia lg males ngehafal tau" kata Shahia


"Sehari 10bet minimal biar adek lulus ujiannya nanti.. itu kan salah satu ujian terpenting setoran hafalan ini.. ujian tulis bisa dicontek, tapi kalau ujian lisan hafalan gini gak bisa dicontek makanya ini tuh nilainya tinggi kalau adek hafal semua sesuai target" kata gus Afnan


"Ahh bisa aja ko nyontek" bantah Shahia


"Ya gak bisa lah, emangnya ujian tulis" kata gus Afnan


"Bisa, entar pas lagi hafalan dikasih bocoran sama trman2 Shahia dari belakang guru penguji.. heheh" kata Shahia polos


"Yeee nakal kamu.. adek begitu yaa jangan2" selidik gus Afnan


"Enggak lah mas.. Adek mah anak baik2" kata Shahia mengerlingkan matanya


"Udah cepet hafalin, mas tunggu pokoknya sebelum tidur sudah harus setoran" kata gus Afnan


"Iya iyaa.. Bismillah ngehafal nih" kata Shahia


"Yaudah hafalin" kata Gus Afnan


"Iya ini hafalin" kata Shahia


"Yaudah hafalin buruan" kata Gus Afnan


"Iya ih ini mau dihafalin" kata Shahia


"Yaudah hafalin jangan ngomong aja" kata gus Afnan


"Lah mas ngapa nyautin dari tadi" bantah Shahia


Akhirnya gus Afnan diam..


"Mas.." panggil Shahia


"Shahia hafalin nih" kata Shahia


"Iyaaa" jawab gus Afnan sambil baca buku


"Adek hafalin nih yaa" kata Shahia


"Hihh ni anak, ane pites lama2 kepalanya" kata gus Afnan jengkel..


"Hehehehe galak yaa ama bini" kata Shahia cengengesan


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2