
Kini tibalah hari pelaksanaan LDKS.
Para santri sudah diberi kertas selebaran tentang jadwal selama pelaksanaan LDKS nanti beserta nomor bus yang mereka tempati..
Para santri berbaris di lapangan mendengarkan arahan dari ustadz Hanif lalu mereka menuju bus masing masing..
Terlihat wajah gembira para santri saat mulai memasuki bus itu.. Ini adalah LDKS pertama yang diadakan di pesantren ini..
Para asatidz juga telah bersiap siap..
Asatidz telah berbagi tugas, ada yang dibagian konsumsi dan bagian pelaksanaan acara.. Gus Afnan menjadi ketua pelaksanaan kegiatan tersebut..
Semua asatidz pergi menggunakan bus, tak ada yang membawa mobil pesantren.. Begitupun dengan Shahia, dia juga ikut serta dalam bus tersebut.. Ia harap baby Ziya tidak rewel selama perjalanan..
Baby Ziya sudah memasuki usia 6 bulan, lagi lucu lucunya dan sudah mulai memakan MPASI.. Agar ia tidak rewel di perjalanan, Shahia telah mempersiapkan biskuit lembut untuk anak seusianya..
Di dalam bus, telah terhubung kamera yang menghubungkan bus utama dengan bus yang lainnya.. Jadi saat ustadz memberi arahan di dalam bus, itu juga terlihat oleh santri di bus lain melalui tv yang berada di dalam bus masing masing..
"Bisa berangkat gus?" tanya ustadz Hafidz
"Kalau sudah semua dan tidak ada yang tertinggal, mari kita berangkat" kata gus Afnan
Akhirnya mereka semua berangkat menuju tempat LDKS yang mereka tuju..
Suasana bahagia terlihat dari para santri, di dalam bus para santri tidak henti hentinya mereka bershalawat dan membaca nadhom..
"Anak bubu senang sayang" kata Shahia berbicara kepada baby Ziya
"Seneng bubu, Ziya enggak rewel" kata gus Afnan
"Anteng ya nak, pinter, shalehah" kata Shahia
Karena masih terlihat semangat, di dalam bu itu gus Arkan mengajak para santri untuk bermain tebak tebakan agar mereka tidak suntuk..
"Banat.. Banat.. Uskut.. Ana punya tebak tebakan.. Yang bisa jawab ana kasih hadiah" kata gus Arkan berbicara menggunakan mic
__ADS_1
"Apa gus tebakannya" jawab santri
"Okee, angkat tangan yaa yang tahu.. Putih, kecil, larinya kenceng.. Apa hayooooo" seru gus Arkan
Para santri terlihat berfikir..
Putih, kecil, larinya kenceng? Apa yaa kira kira?
"Ana tau gus" ucap salah satu santri
"Apa Nara jawabannya?" tanya gus Arkan
"Kuntilanak" jawab Nara
Disambut tawa oleh para santri dan beberapa asatidz di bus itu
"Salaaahh" kata gus Arkan
"Oh ana gus ana.. Ana tau.. Pasti kertas terbang" kata Yana
"Nyerah guss" kata santri
"Jawabannya… Nasi nempel di kereta" jawab gus Arkan lalu para santri tertawa dan ada yang dongkol juga
"Ada lagi nih.. Masih 20rb hadiahnya" kata gus Arkan
"Apa lagi gus" kata santri semangat
"Keju keju apa yang menyakitkan" kata gus Arkan
Santri terlihat berfikri..
"Nyerah gus" kata santri
"Gitu aja nyerah.. Bener nih nyerah yaa? 20rb gaaeesss.. Hahahaha" kata gus Arkan
__ADS_1
"Iyaa nyerah gus" kata santri
"Jawabannya… Kejudot tembok" jawab gus Arkan
"Hahaha gus mah konyol nih" kata santri
"Auuu susah banget tebak tebakannya" kata santri yang lain
"Lahh namanya tebakan kudu susah lahh.. Hahahaha" tawa gus Arkan
Selama perjalanan para santri selalu saja dibuat tertawa oleh tingkahnya gus Arkan, sedangkan Nida sang istri hanya menahan malu akan perbuatan suaminya.. Bisa bisanya bercanda dan tertawa lepas begitu sama para santri apalagi dengan teka teki konyolnya..
Hingga akhirnya mereka tiba di villa yang dituju.. Para santri berbaris di halaman villa yang cukup besar dan diberi arahan untuk kamar kamarnya, agar mereka tidak saling berebut karena nama mereka sudah dibuat dan dipasang di pintu pintu kamar.. Jadi mereka tinggal mencari namanya saja..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Maaf yaa baru up, karena lagi kurang sehat.. Alhamdulillah sekarang sudah mendingan jadi bisa up walau sedikit..
__ADS_1
Bantu like, komen dan votenya yaa biar aku semangat.. Dan jangan lupa tambahkan ke favorite yaa.. Terimakasih 😊