Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 84


__ADS_3

Hari ini, hari dimana ananda Azziyadah Husna Basyasa di lahirkan.. Dan hari ini pula, keluarga besar pesantren mengadakan syukuran..


Banyak para tamu undangan yang hadir, para alim ulama, para kiyai yang datang untuk mendoakan cucu pertama dari kiyai pemilik pesantren ini.. 


Setiap tamu undangan yang hadir, diberi cinderamata berupa tasbih..


Dan untuk para alim ulama, kiyai yang hadir, itu ada cenderamata khusus, yaitu sorban yang didatangkan langsung dari makkah.. 


Para santri tengah yang bertugas membaca ratib dan maulid, sudah berada di dalam masjid.. Sedangkan yang bagian konsumsi, sudah mulai menata makanan di meja prasmanan yang tersedia.. 


Di kamar Shahia


"Uluh, cantik banget si anak yayah ini" kata gus Afnan menggendong Ziya


Ziya yang digendong dengan sang ayah pun merasa senang


"Yahh tolong dong pakaikan kerudungnya Ziya, bubu masih dandan nih" kata Shahia



"Gak usah cantik cantik, kecantikan bubu cuma buat yayah doang" kata gus Afnan


"Bubu paham yaah, ini di poles dikit biar gak keliatan pucet aja mukanya" kata Shahia


"Dimana kerudungnya Ziya? Sini yayah pakaikan" kata gus Afnan


"Di atas sofa itu yah" kata Shahia menunjuk ke arah sofa di kamarnya


Lalu gus Afnan memakaikan kerudungannya Ziya


"Masya Allah cantiknya ini anak yayah.. Anaknya capa ini ci? Anaknya Afnan yaa" kata gus Afnan gemas kepada Ziya


__ADS_1


"Hari ini Azziyadah Husna Basyasa binti Muhammad Afnan Al-Fikri berusia 1 tahun ya nak.. Tambah pinter, tambah sholehah, tambah rezekinya, jadi anak yang taat akan perintah Allah ya nak" Doa gus Afnan


Setelah selesai berdandan, Shahia memberikan sorban untuk suaminya agar di pakai..



Setelah rapih, mereka langsung menuju masjid karena acara akan segera dimulai.. 


Shahia berada bersama para santri wati, sedangkan Ziya diajak gus Afnan ke depan,dimana para alim ulama, kiyai berada.. 


Dengan tingkah polos dan kelincahannya Ziya, ia membuat semua orang yang melihatnya gemas.. Karena disaat pembacaan srakal, Ziya menadahkan tangan seperti sedang berdoa lalu menggoyangkan badannya ke kanan ke kiri, seolah ia menikmati senandung srakal itu karena memuji Nabi Muhammad..


Setelah pembacaan srakal selesai, para hadirin di harapkan duduk kembali lalu Ziya bertepuk tangan menandakan ia senang.. 


Lalu ia ikut duduk kembali.. Tapi tak berapa lama, ia bangkit dari duduknya lalu mengambil buah jeruk dan ia berikan kepada salah satu kiyai yang tak jauh darinya.. 


Kiyai tersebut tersenyum dan mengambil tangan Ziya dan mencium punggung tangan Ziya.. 


"Masya Allah, semoga dihatinya selalu tertanam perbuatan baik, ntah itu untuk dirinya dan untuk orang lain.. Tangan ini masih begitu suci dan belum ada dosanya" kata kiyai yang diberi jeruk oleh Ziya


Benar benar siapa saja yang melihatnya pasti dibuat gemas.. 


Kini sambutan dari Abah, selaku pimpinan yayasan pesantren dan sekaligus kakek dari ananda Ziya yang hari ini berulang tahun.. 


Abah, mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang sebanyak banyaknya kepada seluruh ulama, kiyai, habaib, para santri dan masyarakat yang selalu mendoakan kebaikan untuk cucunya itu.. Cucu pertama yang membuat air matanya menetes bahagia, walau saat melahirkan Ziya, keluarga dibuat cemas, karena usia kandungan saat itu belum cukup untuk dilahirkan, paru paru yang belum kuat dan ukuran bayi masih terbilang kecil.. Gimana tidak kecil dan belum cukup, karena lahir waktu itu usia kandungan masih 7 bulan.. 


Setelah sambutan, ada beberapa ulama dan kiyai yang berceramah tentang maulid atau hari kelahiran.. Dan memberika doa doa untuk Ziya.. 


Lalu pembagian santunan kepada para anak yatim piatu yang hadir.. Dan acara terakhir yaitu makan makan dan penampilan dari para santri.. Tapi sebelum makan makan, keluarga besar, berfoto foto dengan para alim ulama, kiyai untuk dijadikan sebuah moment.. 


"Mari kiyai, disantap hidangannya, afwan cuma adanya seperti ini" kata gus Afnan


"Tidak apa apa, ini juga sudah memuaskan perut 😄" kata seorang kiyai

__ADS_1


"Oh iya gus Afnan, dengar dengar istrinya gus Arkan juga sedang mengandung?" tanya kiyai yang lain


"Na'am yai, sudah jalan 6 bulan kalau tidak salah" jawab gus Afnan sesopan sopannya


Walau ia anak kiyai besar terpandang, tapi kesopanan, ketakzimannya kepada seorang guru sangat besar.. 


Ada seorang ustadz, gus Afnan belajar padanya.. Tetapi sang ustadz tersebut juga dulunya adalah murid dari abah.. Saat sang ustadz itu ingin salim kepada gus Afnan, gus Afnan menolak malah ia yang ingin salim kepada sang ustadz tersebut.. 


Sang ustadz berkata "Jangan begitu gus, ana ngarep barokah dari sampeyan" 


"Ana juga sama stadz, ana juga ngarep barokah dan ilmu dari ustadz" kata gus Afnan


Akhirnya sang ustadz itu mengalah, dan membiarkan gus Afnan menyalami dirinya.. 


Gus Afnan memang terkenal dengan kerendahan hatinya, sedangkan gus Arkan terkenal dengan ke grecekan dirinya.. Maksudnya grecek itu kaya semacam suka menegur, suka berbicara.. Namun tetap sopan.. 


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.. 


__ADS_2