Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 40


__ADS_3

"Ada apa nan sebenarnya?"tanya Umi


"Shahia akhir2 ini jadi pecemburu banget" jawab gus Afnan


"Cemburu? sama siapa?" tanya Umi


"Dia tau kalau Hasna suka sama Afnan mii.. Dan dia juga curiga antara Afnan dan Uca ada sesuatu" jelas gus Afnan


"Ya Allah nak, kalau udah tau begitu kenapa kamu gak bicara baik2.. ngomong ke Shahia dan Hasna.. Kamu juga harus fikirin perasaan Shahia.. dan untuk masalah Uca, jelaskan tentang kamu dan dia.. Umi yakin Shahia ngerti dan bisa nerima.. Toh juga kamu sama Uca gak ada hubungan apa2 sebelumnya" kata Umi


"Iya mii nanti Afnan bicara baik2 sama Shahia" kata gus Afnan


Keesokkan paginya, setelah shalat subuh Shahia langsung menuju rumah untuk berganti pakaian karena harus sekolah..


Didalam kamar..


"Ada yang mau mas bicarakan" kata gus Afnan


"Jangan sekarang, adek harus siap2 sekolah" kata Shahia datar..


"Adek libur hari ini, sudah mas izinkan" kata gus Afnan


"Mas apaan sihh maen izin2in aja tanpa persetujuan Shahia" bentak Shahia


"Ayuk ikut mas" kata gus Afnan menarik tangan Shahia


Pagi itu gus Afnan mengajak Shahia kesebuah pantai,sengaja gus Afnan mengajaknya pagi2 karena suasanya masih sejuk dan air laut juga belum keruh akibat para pengunjung yang berenang dipinggir pantai


"Wahhh ini kita kepantai mas?" tanya Shahia


"Iya sayang.. suka?" tanya gus Afnan

__ADS_1


"Iyaa suka" kata Shahia


"Kita duduk dibawah pohon kelapa itu yuk" ajak gus Afnan


"Ayuukk" jawab Shahiaa


"Oh iya mas mau bicara apa tadi katanya?" tanya Shahia


"Sebelumnya mas minta maaf sama adek, mas tau Hasna suka sama mas.. Tapi jujur dek, mas hanya membantu dia saja untuk belajar.. Bagaimanapun kan Hasna santri mas, sudah kewajiban mas membantu para santri belajar.. kalau mas gak membantu mereka mas akan jawab apa nanti saat diakhirat ditanyakan selama didunia ngapain aja? dan mas tau, adek menaruh curiga sama mas tentang mas dan ustadzah Uca kan?" tanay gus Afnan yang di angguki oleh Shahia


"Dulu mas menemukan ustadzah Uca didekat pesantren, ditengah hujan lebat.. ia lari dari kejaran orang karena ia mau dijual keluar negeri.. Nah dari situ dia tinggal dipesantren ini.. dia melanjutkan pendidikannya di pesantren ini.. seperti pada santri umumnya.. belajar dan mengikuti kegiatan dipesantren.. Umi dan Abah sayang sama dia seperti sayang kepada anaknya sendiri.. Dia sangat penurut..


Mas gak tau kalau selama itu dia menyimpan rasa sama mas, tapi mas gak mempunya rasa sama dia,kenapa?karena hati mas gak bergetar saat bertemu dengannya..


Abah dan Umi pernah menyuruh mas untuk menikahinya karena gak enak terhadap ustadzah Uca, tapi jawaban mas ya tadi, hati mas gak bergetar.. Mas pergi ke kairo untuk melanjutkan pendidikan mas.. saat itu ia masih suka sama mas, dan pada waktu mas pulang dari kairo Umi dan Abah menyuruh mas untuk menikahi dia lagi.. tapi mas tetep kekeh dengan alasan yang tadi. Hari2 mas lalui hanya dengan mengajar mengajar mengajar.. Mas gak mikirin tentang perasaan dia karena bagi mas setiap orang berhak suka dengan siapa saja.. sampai mas bertemu dengan adek.. Hati mas bergetar saat bertemu adek.. mas jatuh cinta pada pandangan pertama sama adek..


Dek, mas mohon.. Adek jangan marah.. cemburu wajar karena adek cinta sama mas..


Tapi adek perlu tau, mas hanya menganggap Hasna adalah santri mas dan ustadzah Uca bagi mas hanya adik buat mas.. Gak pernah lebih.. kalau mas mau mas bisa aja mengiyakan permintaan Abah dan Umi untuk menikahinya.. tapi mas gak mau.. Jadi dari sini bisa adek simpulkan.. bahwa hati mas cuma buat adek. hati mas gak gampang untuk jatuh ke hati yang lain.." kata gus Afnan dengan lembut.


"Huussttt jangan menangis sayang.. mas yang seharusnya minta maaf karena mas gak pernah cerita sama adek" kata gus Afnan semabri mengapus air mata sang istri


"Iya mas.. maafin Shahia yaa" kata Shahia


"Iyaa sama2 sling memaafkan yaa.. sekarang mas minta adek jangan cemburu dengan ustadzah Uca.. mas dengar, semenjak dia tau mas bertunangan dengan adek, dia mengubur rasa itu dalam2.. dia berusaha melupakan mas.. anggap ustadzah Uca sebagai pembimbing dan kakak adek yaa" kata gus Afnan


"Iya mas.. iyaa" kata Shahia tersenyum


"Jangan cemburu juga sama Hasna.. Kan adek pemenangnya dihati mas" kata gus Afnan mencubit pipi Shahia


"Ihh sakiit tauuuu" protes Shahia

__ADS_1


"Hehehe gemes abisnya.. Sekarang kita makan dulu yuk.. Tuh restoran ikan bakar udah buka.. kita makan dulu yaa" ajak gus Afnan


"Iya mas. tapi abis makan kita jalan2 ketempat lain yaaa" ajak Shahia


"Hoooohhhh dasar.. sekalinya bolos keenakan" ledek gus Afnan


"Hahahahah siapa suruh nyuruh Shahia bolos.. wleee 😜" kata Shahia


"Hahahaha iya iya ayukk" kata gus Afnan


Ditempat lain, dirumah Abah..


Umi sedang memasak untuk makan siang dibantu dengan ustadzah Uca..


"Ca.. Apa Uca masih mencintai Afnan?" tanya Umi tiba tiba


"Umi bicara apa? yaa enggak lah mii.. Uca sadar Uca hanya kagum saja sama mas Afnan.." kata ustadzah Uca


"Syukurlah Umi takut kamu masih mencintai Afnan.. Umi gak mau ada yang tersakiti" kata Umi


"Enggak Umi.. jangan takut begitu.. Uca seneng mas Afnan bisa menemukan cintanya.. Shahia wanita yang baik" kata ustadzah Uca


"Iya bener.. Shahia wanita yang baik. walau kadang masih seperti anak kecil tapi ya itulah yang membuat rumah ini rame.." kata Umi


"Umi berasa punya anak perempuan ya?" tanya Ustadzah Uca


"Umi punya anak perempuan.. yaitu kamu dan para santriwati lainnya.. tapi untuk Shahia, entah kenapa Umi sangat sayang banget sama dia.. seperti anak kandung sendiri.. Shahia pun gak malu untuk bermanja manja sama Umi.. itu yang Umi suka dan senangi" kata Umi


"Semoga mereka segera diberi momongan ya mii.. Uca gak sabar pengen denger suara tangis bayi dari keluarga ini" kata ustadzah Uca


"Aamiin.. Umi juga pengen nimang cucu" kata Umi tersenyum

__ADS_1


"Ya Allah terimakasih engkau pertemukan aku dengan orang2 yang baik.. Semoga engkau mempertemukan ku dengan jodohku agar lebih lengkap kebahagiaan ku walau aku tak tau kabar orang tua kandung ku gimana sekarang,tapi aku senang berada disekeliling mereka.." kata ustadzah Uca dalam hati.


Bersambung..


__ADS_2