
Malam harinya dikala gus Afnan tengah shalat tahajud, ia mendengar suara orang menggigil dan merintih kesakitan..
Saat ia menoleh ke arah sang istri, benar saja itu adalah suara Shahia..
Gus Afnan panik karena Shahia ditegur tetap sama, tak ada suara lain selain merintih..
Akhirnya gus Afnan keluar membangunkan Abah, Umi dan gus Arkan
Tok.. tok.. tok..
"Abaaaah, Umiii"
lalu ia mengetok pintu kamar gus Arkan
Tok tok tok
"Arkaaan bangun"
Karena mendengar suara keributan, akhirnya mereka keluar kamar..
"Ada apa nan?" tanya Abah
"Abah,Arkan bantu Afnan.. Shahia sakit.. kita kerumah sakit ayukk" ajak gus Afnan panik
"Ya Allah ko bisa sakit? semalem biasa2 aja" kata Umi
"Ayo cepet.. Arkan siapin mobil" kata Abah
"Iya Arkan siapin mobil dl" kata Gus Arkan
Gus Afnan yang masuk kedalam kamar langsung mencari kerudung untuk Shahia pakai dan menggendongnya keluar dan memasukkannya kedalam mobil..
Setiba dirumah sakit, Shahia langsung ditangani dokter..
Abah, gus Afnan, gus Arkan yang berada disitu tak henti2nya berdoa untuk kesehatan Shahia..
Apalagi Umi yang sedari tadi sudah menangis karena terlalu khawatir sama Shahia takut menantunya itu kenapa2..
Cklek
"Dokter bagaimana istri saya?" tanya gus Afnan saat Dokter keluar dari ruang periksa
"Bu Shahia sepertinya sakit sudah lama, karena setelah cek tensi dll itu rendah semua" jelas Dokter
"Astaghfirullah.." mereka kaget dengan penjelasan Dokter
"Saya bener2 gak tau sama sekali dok, soalnya dia terlihat ceria2 saja" kata gus Afnan
"Tidak papa pak, cukup istirahat saja yang cukup juga nanti membaik,tapi harus tetap dirawat dulu ya pak karena untuk mendapatkan asupan cairan dulu.. dan ah iya satu lagi.. Alhamdulillah walau tensi bu Shahia rendah tapi kandungannya sehat pak" jelas Dokter
"Apaah? kandungan? " tanya mereka kaget
"Iya, usia kandungan sudah 5minggu pak.. kalau begitu saya permisi dulu yaa.. pasien sudah boleh dilihat" kata Dokter
"Iya dok, terimakasih banyak dok" kata gus Afnan
Setelah Dokter pergi mereka masuk kedalam kamar rawat Shahia
"Alhamdulillah Abaah.. kita mau punya cucu" kata Umi bahagia
"Iya Umi Alhamdulillah.." kata Abah memeluk Umi
Gus Afnan berada disamping ranjang Shahia melihat sang istri tertidur lelap..
__ADS_1
"Sayang.. Terimakasih untuk hadiah yang tak terhingga ini nilainya.. Mas akan menjaga kalian,sehat terus ya sayang" kata gus Afnan mengelus perut Shahia
"Kalau gitu kita balik dulu yaa ke rumah, besok kita kesini lagi" kata Abah
"Iya bah, Arkan besok tolong bawakan pakaian mas dan Shahia ya" kata gus Afnan
"Iya mas.. untuk pakaian Shahia nanti Umi yang siapkan" kata gus Arkan
"Iya besok Umi siapkan.. mau dibawain apa lagi nan?" tanya Umi
"Itu aja mi, selebihnya bisa dibeli" kata gus Afnan
"Yaudah kita pamit, jangan lupa besok kabarin mertua kamu ya nan.. Assalamualaikum" kata Abah
"Iya bah, Wa'alaikumussalam" jawab gus Afnan
Keesokan paginya
"Shahia mana yaa ko gak masuk? " tanya Nida
"Iya tumben banget.." kata Evi
"Jangan2 dia sakit lagi?" tanya Nida
"Kalau gitu nanti aja kita lihat kerumah Abah, tapi liat dulu kalau gus Afnan gak ngajar berarti pergi" kata Ratna
"Nah iya bener itu" kata Nida
Dirumah sakit
"Mas.. " lirih Shahia
"Sayang, mana ada yang sakit gak?" tanya gus Afnan
"Sayang makasih banyak yaa.." kata gus Afnan mengelus pucuk kepala Shahia
"Makasih kenapa mas?" tanya Shahia
"Kamu sedang mengandung anakku" bisi gus Afnan
"Ya Allah, mas serius?" nata Shahia berbinar
"Serius sayang.. Disini ada baby kita.. buah cinta kita" kata gus Afnan mengelus perut sang istri..
"Ya Allah mas.. Alhamdulillah.. Shahia seneng banget dengernyaa.. Ehg tapi tunggu dulu.. ko Shahia gak muntah2 yaa? tapi Shahia selalu gak enak badan" kata Shahia
"Alhamdulillah dong kalau gak muntah2,anaj kita pinter berarti gak bikin kamu tambah sakit" kata gus Afnan
"Hmmm iyaa Alhamdulillah.. Oh ya, semua udah pada tau?" tanya Shahia
"Sudah sayang, mas juga udah telfon Abi tadi, kata Abi insya Allah minggu depan Abi mau kesini" kata Gus Afnan
"Ihhh gak sabar pengen cepet2 lahir ngeliat dedek bayi" kata Shahia
"Hmm sabar lah sayang.. masih cilik dedeknya.. baru 5minggu.. masih berbentuk segumpalan darah mungkin.. kamu gak boleh cape cape kata dokter" jelas gus Afnan
"Iya mas.. " jawab Shahia
Tok tok tok
"Permisi, bu Shahia sekarang kita tensi dulu yaa.." kata suster
"Iya sus silahkan" kata gus Afnan
__ADS_1
"Alhamdulillah normal yaa bu tensinya.. nanti sarapan datang langsung dimakan yaa dihabiskan" kata suster
"Baik sus, terimakasih" kata Shahia
"Tuh sayang harus makan" kata gus Afnan
Tak lama suster keluar, Umi dan gus Arkan datang..
"Assalamualaikum" salam mereka
"Wa'alaikumussalam" jawab Shahia dan gus Afnan
"Mantu Umi sayang gimana kabarnya nak?" tanya Umi mencium kening Shahia
"Alhamdulillah tensi Shahia normal Umi" kata Shahia
"Alhamdulillah.. sudah usg nan?" tanya Umi
"Belum Umi, mungkin nanti kalau udah di izinin pulang baru cek" kata gus Afnan
"Emang kapan pulangnya?" tanya Umi
"Belum tau, tunggu kabar dokter.." jawab gus Afnan
"Umi cuma bawa 2 setel baju doang loh nan" kata Umi
"Gak papa mi.. makasih" kata gus Afnan lembut
"Gak sabar ana punya keponakan.. pasti nanti rumah jadi rame" kata gus Arkan
"Nikah biar punya juga" kata Shahia
"Doain aja.. set set set.. halal aja pokoknya.. hahahahaha" kata gus Afnan
Umi, gus Afnan dan Shahia cuma bisa saling melirik aja yang melihat gus Afnan begitu..
"Sepertinya udah dapet lampu ijo nih dari Nida" goda gus Afnan
"Boro boro" jawan gus Afnan lesuh
"Hahahahah sabar brooo" kata gus Afnan
"Umii.. sering2 dong suruh Nida kerumah.. biar Arkan makin deket" rengek gus Arkan
"Ihh ada ada aja sih.. usaha sendiri.." kata Umi tersenyum ngeledek
Tok tok tok
"Selamat pagi, sarapan datang.. bus Shahia dihabiskan yaa.. Semoga cepat sembuh" kata perawat
"Terimakasih sus" jawab Shahia
"Nah sekarang buka mulutnya.. mas suapin" kata gus Afnan
"Mau doong disuapin" kata gus Arkan
"Sini tak suapin.. pake sekop semen" celetuk gus Afnan
Saat dibilang begitu gus Arkan langsung menutup mulut dengan tangan..
"Selebar apah sih mulut ane sampe pake sekop 😳" fikir gus Arkan
Bersambung..
__ADS_1