Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 98 Season 2


__ADS_3

"Munawir anak umi.. Gak boleh begitu nak.. Munawir tau gak? udah banyak dosanya loh kalau begitu.. Pertama Munawir pergi gak pamit, kedua Munawir sudah zina mata melihat perempuan yang bukan mahramnya sedang mandi disungai.. Ketiga bahaya juga kalau nanti Munawir sampai jatuh dari pohon gimana? nanti sakit.. Munawir mau kalau nanti badannya sakit? gak mau kan" tanya Nida


"Enggak mau Umi" jawab Munawir


"Nah maka dari itu gak boleh begitu lagi ya sayang" kata Nida


"Iyaa umi" jawab Munawir


Setelah memberi nasihat, mereka melaksanakan shalat jamaah dirumah dikarenakan kalau shalat jamaah di masjid sudah terlewat..


Gus Afnan pulang menuju rumahnya.. Ia menceritakan kejadian tadi kepada Shahia sang istri..


"Ya Allah itu anak ada ada aja sih mas" kata Shahia tertawa


"Mas juga gak habis fikir.. Bisa bisanya Munawir begitu" kata Gus Afnan


"Tadi Ziya ketemu sama Munawir yah, tapi Munawir gak bilang kalau dia mau liat cewe cewe" kata Ziya


"Iya sayang.. Ziya kalau mau kemana mana izin dulu yaa sama Yayah dan bubu" kata Gus Afnan


"Iya yaah" jawab Ziya lembut


"Lanjut kerjain mewarnainya lagi sayang" kata Shahia


"Bubu, kapan derek lahir?" tanya Ziya


"Tinggal nunggu aja sayang.. Kenapa? gak sabar yaa mau liat dedek?" tanya Shahia


"Iya bu.. Ziya gak sabar" jawab Ziya


Lalu ia mendekat mengelus perut sang bubu


"Dedek cepet lahir yaa.. Biar bisa main sama ukhty Ziya, ukhty putri dan akhi Munawir" kata Ziya


Shahia tersenyum dan mengelus pucuk kepala sang putri..

__ADS_1


Keesokan harinya Munawir datang kerumah Shahia.. Ia membawa mainan mobil mobilannya..


"Assalamu'alaikum" salam Munawir


"Wa'alaikumussalam" jawab Gus Afnan


"Hay jagoan.. Ada apa nih?" tanya Gus Afnan


"Yayah Afnan.. Ayo suruh dedek bayinya keluar kita main mobil mobilan" kata Munawir


"Hahahahaa dedeknya belum keluar sayang.. Sabar yaa.." kata Gus Afnan


"Yaahh padahal Munawir mau ajak main mobil mobilan.. Liat deh, Munawir punya mobilan baru dari jiddah" kata Munawir


Tak lama kedengaran suara teriakan dari dalam..


Shahia yang berteriak karena ia merasakan perutnya sakit dan akan segera melahirkan..


Gus Afnan lalu berlari masuk kedalam dan menghubungi Gus Arkan untuk datang kerumah dan membawa Shahia kerumah sakit..


"Iya nak, dedek bayi mau keluar" jawab Gus Afnan


"Apa dedek bayi sudah bisa main mobil mobilan? Nawir bawa 3 mobil mobilan.. Nanti Nawir kasih dedeknya satu" kata Munawir


"Hadduhh Nawir.. Kamu gak liat nak Yayah lagi panik malah ngomong terus" kata Gus Afnan jengah


"Kenapa Yayah berkeringat? kipas angin nyala tuh" kata Munawir polos


"Munawir.. Bubu Ziya mau lahiran.. Yayah lagi panik.. Jangan bicara dulu.. mending kamu pulang panggil Abi kesini" kata Gus Afnan sedangkan Shahia dari tadi juga merintih kesakitan..


"Okeehh byee Yayah" kata Munawir meninggalkan tempat itu


"Itu anak bener bener dah" batin Gus Afnan


"Jangan sampe anakku laki ini kaya dia.. Apa jadinya coba" batin Gus Afnan lagi

__ADS_1


Akhirnya Gus Arkan datang dan mereka langsung membawa Shahia kerumah sakit.. Orang tua Shahia diberi kabar dan langsung meluncur kerumah sakit.. Walau jarak mereka jauh.. Tapi mereka langsung datang setelah mendengar kabar anaknya akan melahirkan..


Suara tangisan bayi terdengar..


Gus Afnan keluar menemui keluarga yang sudah menunggu..


"Alhamdulillah Abah.. Anak Afnan laki laki sehat dan ganteng" kata Gus Afnan menitikkan air matanya


"Alhamdulillah selamat nak.. Apa sudah di adzankan?" tanya Umi


"Alhamdulillah sudah umi" jawab Gus Afnan


Akhirnya anak laki yang ditunggu tunggu oleh Gus Afnan telah lahir..


Sepasang sudah anaknya yaitu perempuan dan laki laki..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2