Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 29


__ADS_3

Hari terus berganti.. Sesuai janjinya Afnan, ia akan berlebaran dirumah mertuanya...


Malam hari setelah Shalat tarawih


"Dek, siapin semua keperluan untuk kita kerumah Abi sayang" kata gus Afnan


"Memangnya gak papa kita gak lebaran disini mas?" tanya Shahia


"Gak papa, mas udah bicara sama Umi dan Abah.. lagian mereka disini juga gak sendirian ko.. masih banyak para ustadz dan ustadzah yang gak pulang karena kampung halaman mereka sangat jauh.. jadi lebaran disini tetap ramai" kata gus Afnan


"Yaudah mas, Shahia packing dulu yaa" kata Shahia


Shahia berjalan menuju lemari, ia ingin mengambil koper yang berada diatas lemari namun tidak sampai..


"Mas tolong ambilin kopernya dong" pinta Shahia


Akhirnya gus Afnan mendekati Shahia dan meraih koper tersebut..


"Biasa aja kali natap mas nya.. gak usah terpesona" kata gus Afnan


"Berisik ih cepetan.. ketek mas bau.. jangan lama2" kata Shahia ketus


"Hahahah bau bau juga selalu adek cium kalau mau tidur" kata gus Afnan


Shahia hanya memutar bola matanya saja..


"Mas, kita belum beli baju lebaran lohh.. Mas emangnya gak mau beli sarung dan koko yang baru?" tanya Shahia


"Emang adek mau beli?" tanya Gus Afnan balik


"Mau lahh.. Shahia juga mau beli munkena baru mas" kata Shahia


"Munkena pakai yang ada aja dek" kata gus Afnan


"Emangnya kenapa? kan biar serba baru" kata Shahia


"Kalau adek beli munkena baru terus munkena lama mau diapain?" tanya gus Afnan


"Ya disimpen lahh nanti pakai yang baru aja dulu buat shalat" jawab Shahia


"Udah pakai yang ada aja.. adek mau nanti diakhirat dipertanyakan munkena lain kenapa gak pernah dipake untuk beribadah? cukup yang ada aja tapi sering dipakai untuk ibadah.. dari pada banyak tapi yang lain gak dipakai.. kan sayang" jelas gus Afnan


"Emang nanti kita dipertanyakan ya diakhirat?" tanya Shahia


"Jangan kan hal untuk ibadah diri sendiri dek.. hal untuk orang lain aja nanti dipertanyakan.. apa guna kalian semasa hidup kalau tidak membantu orang lain menolong orang lain.. semua kan dipertanyakan dan dipertanggung jawabkan.. Bukan mas gak punya uang untuk beliin adek munkena, tapi munkena adek yang lain masih bagus masih layak dipakai sayang" kata gus Afnan


"Yaudah deh.. tapi beli gamis baru yaa buat lebaran sama khimarnya" kata Shahia mengerlingkan matanya


"Iya sayang.. nanti kita beli yaa kalau sudah di rumah Abi.. sekalian kita buka puasa dluar.. jarang2 kan kita pergi berdua" kata gus Afnan mengelus pipi istrinya


"Okeehhh.. Sudah siap nih.. Besok kita langsung cusss" kata Shahia


Pagi hari tiba, setelah dari masjid untuk melaksanakan Shalat subuh.. Shahia dan gus Afnan berpamintan kepada Abah,Umi dan gus Arkan


"Bah, maafin Afnan yaa.. Afnan banyak salah.. Afnan izin lebaran ini tidak dirumah" kata gus Afnan menyalami tangan Abah


"Gak papa nak.. maafin Abah juga.. Wajar kamu sudah berumah tangga.. orang tua kamu bukan hanya Abah dan Umi" kata Abah


"Umi.. Shahia pulang dulu ya Umi.. Shahia gak lama ko disana.." kata Shahia


"Iya sayang.. hati2 dijalan yaa.. Afnan jaga istri kamu" pesan Umi

__ADS_1


"Iyaa mii.. doain kita selamat sampai tujuan ya Umi" kata Afnan


"Pasti nak" kata Umi


Saat diperjalanan wajah Shahia terlihat pucat


"Sayang.. adek gak papa kan? ko mukanya pucet" tanya gus Afnan


"Kepala sha pusing mas.. sha mau tidur" kata Shahia


"Tidurlah.. nanti kalau sudah sampai mas bangunin" kata gus Afnan sembari menuntun kepala Shahia kepundaknya


Mereka telah sampai dikota kelahirannya Shahia, namun Shahia terlihat tak bersemangat.. Gus Afnan terlihat panik melihat raut wajah Shahia..


"Dek, adek bener gak papa?" tanya gus Afnan


"Gak papa ko mas.. adek sehat koo cuma mungkin udah lama gak perjalanan jauh jadinya mual pusing" jawab Shahia


"Apa adek mau batalin puasanya aja? kita beli obat yaa" kata gus Afnan


"Enggak ahh sayang mas, puasa kali ini Shahia hampir full sebulan" kata Shahia


"Full sebulan? adek gak salah? tanya gus Afnan


"Gak lah.. adek kan belum haid lagi mas setelah haid pas kita menikah" kata Shahia yang tersadar..


"Astagfirullah mas.. iyaaa adek belum haid.. Ayuk coba kita cari toilet dulu.. Adek mau cek takutnya adek haid" kata Shahia


Beberapa menit kemudian Shahia keluar dari toilet stasiun itu..


Ya.. mereka pulang kerumah Shahia menggunakan kereta, karena kalau memakai pesawat tabungan Afnan tak cukup karena tiket pesawat menjelang lebaran ini sangat mahal..


"Enggak mas.. adek ko belum haidhoh juga yaa.. kalau difikir2 ini mah udah telat mas" kata Shahia


"Mungkin nanti kali dek" kata gus Afnan


"Iya mungkin.. Tapi gak biasanya Shahia telat mas.. biasanya selalu tepat bahkan kadang maju" kata Shahia


"Yasudah kita lanjut yuk perjalanannya" kata gus Afnan


"Tar dulu.. Shahia mual lagi" kata Shahia sambil berlali kearah toilet lagi


Gus Afnan terlihat berfikir..


"Apa iya Shahia hamil? tokcer amat gua ya" batin gus Afnan sambil senyum senyum sendiri..


Udah kaya orang gila yaa senyum sendiri 😅😅


"Mas udah yuk" kata Shahia


"Gimana muntah gak?" tanya gus Afnan


"Enggak mas.. mual doang" kata Shahia


"Batalin aja yaa puasanya.. gak papa sehari aja.. dari pada adek begini mas gak tega" kata gus Afnan


"Enggak mas gak mau ih" kata Shahia


"Sini tas adek mas bawa" kata gus Afnan


"Gak usah mas, mas udah berat itu bawa koper bawa kerdus yang isi nya oleh2 dari pesantren.. tas ini mah kan ga berat mas cuma munkena sama khinar doang" kata Shahia

__ADS_1


"Tetep aja.. sini mas yang bawa" kata gus Afnan


Akhirnya Shahia mengalah dan mengasihkan tas nya kepada gus Afnan


"Kesian suamiku pasti kerepotan.. tapi aku kenapa yaa.. ko belum haid2 jugaa.. gak biasanya" batin Shahia


Sesampainya dirumah Shahia


"Assalamualaikum" salam Shahia dan gus Afnan


"Wa'alaikumussalam ya Allah Aabiiiii.. Anak sama menantu kita dateng Abbiiii" teriak Umi saking senangnya melihat gus Afnan dan Shahia


"Ya Allah anak2 Abii" kata Abi


Shahia dan gus Afnan menyalami orang tua mereka..


"Gimana nan sehat?" tanya Abi


"Alhamdulillah sehat abah" jawab gus Afnan


"Ko Shahia mukanya pucet sayang? sakit nak?" tanya Umi


"Enggak Umi.. Shahia kelelahan aja.. udah lama gak perjalanan jauh jadi pusing, mual" jawab Shahia


"Gak biasanya kamu begini nak?" kata Umi aneh


"Shahia juga belum haid Umi" tambah gus Afnan


"Apaahh? belum haid?" tanya Umi kaget


"Mii.. kita mau punya cucu miii" kata Abi senang


"Ya Allah sayang.. udah tespek belum? apa yang kamu rasain nak?" tanya Umi


"Mual, pusing, lemes, badan meriang" kata Shahia


"Hmmm kudu periksa.. kamu batalin dulu yaa puasanya" kata Umi


"Gak mau Umi.. nanggung maghrib nanti.. lagian nanggung full sebulan puasa Shahia" kata Shahia merucutkan bibirnya


"Tokcer kamu nan.. baru sebulan lebih menikah sudah tekdung" ledek Abi


"Ahh Abii jadi malu Afnannya" kata Afnan


"Ayo masuk.. Umi lagi buat kolek pacar cina untuk nanti buka puasa" kata Umi


Tiba tiba Shahia langsung berlari kearah kamar mandi..


Huueekk.. hhuueekkk


Badan Shahia lemas sekali.. Dan yang berada dirumah pun khawatir


"Udah udah.. adek batalin puasanya jangan maksa begini" kata gus Afnan panik


Akhirnya Shahia menurut dan berlalu ke kamarnya bersama gus Afnan dan membaringkan badannya dikasur empuk kesayangannya dulu..


Bersambung..


Terimakasih yang sudah membaca karya ku yaa..


Tinggalkan jejak yaa dengan cara like, komen dan vote.. Terimakasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2