
Hari semakin siang, Keluarga Shahia yang berada dipesantren akhirnya menuju rumah sakit..
"Besan, perlengkapan untuk bayi sudah disiapkan belum?" tanya Umi Khulsum
"Sudah, sudah saya taruh di mobil.. kita tinggal berangkat aja" kata Umi Salimah
Setibanya dirumah sakit, mereka langsung menuju kamar rawat Shahia
"Assalamualaikum" salam mereka
"Wa'alaikumussalam" jawab Shahia dan gus Afnan
"Arkan mana nan?" tanya Abah
"Lagi beli makan siang bah.." jawab gus Afnan
"Sayang.. Puasa yaa?" tanya Umi Salimah ke Shahia
"Iya Umi dari tadi sudah puasa.. doain ya mii semoga lancar" jawab Shahia
"Inget nak, jangan lupa berdzikir sayang.. jangan takut yaa.. semua bakalan baik2 aja" kata Umi Salimah
"Anak Umi bakalan jadi seorang ibu.. Umi seneng banget sebentar lagi jadi seorang nenek" kata Umi Khulsum
"Doain Shahia ya mii" kata Shahia
"Pasti nak" kata Umi Khulsum
"Abah.. Abii.. doain Shahia yaa.. Shahia takuut" tangis Shahia pecah yang sedari tadi ia tahan
"Husstt nak.. jangan nangis.. kesian dedek bayinya nanti ikut tertekan.. jangan banyak fikiran yaa.. semuanya baik2 aja ko.." kata Abah
"Shahia takut.." kata Shahia sembari menangis
"Jangan takut.. ada kita semua nak" kata Abi
Hari telah sore, ketakutan Shahia semakin bertambah.. Air matanya terkadang menetes membayangkan sakitnya dioperasi..
__ADS_1
Dipesantren, para santri telah diperintahkan oleh Abah untuk mengkhatamkan Al-Quran untuk mendoakan keselamatan Shahia dan anaknya..
Waktu menunjukkan pukul 18:40
Selepas shalat maghrib, para tim dokter sudah bersiap siap untuk melakukan tindakan operasi..
Shahia yang ditemani gus Afnan memasuki ruangan operasi tersebut dan para orang tua menunggu diluar ruangan operasi..
Didalam ruang operasi
"Mari kita berdoa untuk operasi pada petang ini.. semoga berjalan dengan lancar, anak serta ibunya sehat dan selamat.. berdoa menurut agam masing2 dimulai" kata Dokter
Selesai membaca doa, Shahia diminta untuk duduk karena tulang belakangnya akan disuntik sebelum melakukan operasi..
"Bagaimana bu Shahia, apakah kakinya masih berasa saat dipegang?" tanya Dokter
"Kaki saya kebas dok, kaya kesemutan, gak berasa apa2" jawab Shahia
"Baik sekarang kita mulai yaa operasinya"
Gus Afnan selalu berada disamping Shahia, ia tak kuasa melihat banyak darah yang keluar dan menempel ditangan para dokter yang dibalut dengan sarung tangan putih..
Bayangin aja begitu yaa, bukan orang rumah sakit authornya jd gak tau namanya.. wkwk
Lapisan demi lapisan kukit dan perut Shahia disayat..
"Bubu sama dedeknya pasti sehat.. Percaya sama yayah" bisik gus Afnan ketelinga Shahia
Shahia hanya bisa tersenyum..
Detik demi detik,menit demi menit waktu berjalan..
Saat terdengar suara Adzan Isya saat itu pula sang bayi lahir kedunia
Ooeekk.. Ooooeekkk.. ooeeekkkk
Anggap aja tangisan bayi ya 😂
__ADS_1
"Alhamdulillah.. bayinya lahir dengan selamat Ibu Bapak.. Ia sangat cantik.." Kata Dokter
"Alhamdulillah ya Allah.. Sayang terimakasih untuk hadiah ini.. terimakasih telah melahirkan seorang putri yang sangat cantik" lirih gus Afnan menitikan air matanya
"Ya Allah, air mata lelaki ini adalah air mata ketulusan.. air mata yang tak pernah orang lain lihat.. Bersyukur Bahagianya aku engkau pertemukan dengan lelaki seperti dirinya.. Aku bahagia ya Allah.. jaga suamiku selalu.. sehatkan badannya.. aku mencintaimu suamiku" kata Shahia dalam hati
Para tim medis menutup kembali lapisan demi lapisan perut dan kulit Shahia.. Tak lama gus Afnan keluar menemui keluarganya dan sang bayi dibawa oleh suster untuk mendapatkan penanganan selanjutnya..
"Bagaimana nak?" tanya Umi Khulsum
"Alhamdulillah Umi, Shahia dan bayinya sehat.. selamat.. Anak kami cantik Umi" kata Gus Afnan menitikan air matanya
"Alhamdulillah.." ucap mereka serempak
"Sebentar lagi Shahia dipindahin keruang rawat.. Afnan mau menemui anak Afnan dulu mi, bah, bi.. mau di adzankan" kata gus Afnan
"Iya nak iyaa.. ayoo kita ikut" kata Umi
"Abi disini saja.. takutnya Shahia dibawa keruang rawat dia gak ada temannya" kata Abi dan Abah
Gus Arkan dan Bang Rizky ikut bersama gus Afnan dan Umi..
"Selamat mas broo.. akhirnya jadi abi juga" kata gus Arkan
"Alhamdulillah.. iya nih.. rasanya tuh gak bisa diungkapin dengan kata kata saking bahagianya" kata gus Afnan
"Umi sudah jadi jiddah sekarang" kata Umi Salimah
"Saya juga sudah jadi Nenek" kata Umi Khulsum
Semua merasakan ini adalah hari yang teramat bahagia..
Setibanya, gus Afnan langsung mengadzankan dan meng iqomahkan sang buah hati..
"Jadi anak yang Sholihah ya nak, berbakti kepada Yayah dan Bubu.. Taat pada Agamamu.. Selalu dalam lindungan Allah. Yayah dan Bubu mencintaimu" bisik gus Afnan ditelinga sang anak sambil mengelus pucuk kepala sang anak..
Bersambung..
__ADS_1