
Tak terasa hari telah berganti, esok adalah hari dimana para santri melaksanakan kegiatan belajar mengajarnyanya lagi..
Diasrama putri Shahia dan teman2nya sedang berkumpul membahas laporan kepengurusan angkatan mereka selama setahun ini..
Mulai dari data santri yang melanggar hingga keuangan yang mereka dapat..
Ya uang itu berasal dari perizinan para santri yang keluar asrama, jadi setiap para santri yang ingi. keluar harus membayar perizinan kepada bagian keamanan.. Dan uang tersebut dipergunakan untuk keperluan pesantren seperti membeli alat marawis, atau membeli semen,pasir,batu bata untuk merenov dan membangun gedung baru..
Dan ada juga yang memberi kitab2 atau buku2 islam di bagian keamanan.. biasanya itu mereka mendapat hukuman dan disuruh memberi buku2 atau kitab tersebut untuk ditaruh di perpustakaan pesantren..
Jadi uang dan kitab yang mereka berikan itu tidak sia2.. Malah sebagai amal untuk mereka di akhirat kelak.. Selama buku/kitab itu masih dibaca, selama bangunan itu masih berdiri pahala yang mereka dapat akan terus mengalir walau mereka telah tiada nanti..
"Banyak yaa dibagian keamanan data santri yang dihukum" kata Shahia tersenyum getir
"Udah biasa itu mah.. haha" kata Ratna
"Sha.. nanti buka puasa dan tidur diasrama dong.. izin sama gus Afnan" pinta Nida
"Iya nanti ana izin sama gus Afnan" kata Shahia
"Asssekkk yuuuhuuu.. eehh izin keluar doang shaa beli bukaan nih" kata Evi
"Yaudah, tapi bayar yaa perizinan.. 2000 rupiah" kata Shahia
"Huhh keciilll cuma 2000 mah" kata Evi
"Halaahhh belagu.. maren aja beli kerupuk minjem duit ane" kata Muti
"Hahahahaha kamu ketahuaaan.. minjem duit lagiii" Kata Ratna sembari nyanyi
"Ihh dibongkar.. kan ana malu" kata Evi
"Malu maluin iya ente mah" celetuk Nida
Shahia hanya tersenyum melihat sahabat sahabatnya itu.. Iya, semenjak menikah ia jarang sekali kumpul.. karena sekarang ia punya kewajiban lain..
Malam hari pun tiba, setelah melaksanakan shalat tarawih Shahia pulang kerumah untuk izin kepada gus Afnan bahwa dia ingin menginap di asrama..
"Mas,, adek mau boleh tidur di asrama malam ini?" tanya Shahia
"Pengen banget emang?" tanya balik gus Afnan
"Iyaa.. tapi kalau mas gak izinin juga gak papa ko" kata Shahia
"Maaf, bukan mas gak izinin.. sekarang status adek beda.. adek udah punya suami.. lebih baik tidur dirumah bersama suami" kata gus Afnan
"Yasudah mas, adek gak jadi tidur disana" kata Shahia cemberut
__ADS_1
Lalu Shahia merebahkan dirinya diranjang membelakangi gus Afnan
"Huufftt.. Dek,, adek marah?" tanya gus Afnan
Namun tak ada jawaban dari Shahia
"Dek.. yasudah kalau adek mau tidur disana silahkan" kata gus Afnan yang juga ikut merebahkan dirinya diranjang
"Adek cuma pengen tidur sama mereka mas.. adek kangen tidur bareng2 sama mereka.. adek pengen jadi santri normal lagi" kata Shahia di isak tangisnya
Gus Afnan yang mendengar Shahia berkata seperti itu langsung memeluk Shahia dari belakang..
"Adek nyesel nikah sama mas disaat adek masih sekolah? kenapa gak bilang? fikir mas selama menikah adek ingin menjalankan kewajiban adek sebagai istri yang seperti adek bilang.. tapi sekarang adek begini.. seolah adek menyesali pernikahan ini.. mas bukannya gak suka adek tidur disana, cuma adek bukan hanya santri disini.. adek istri mas.. ada mas suami adek dirumah.. kalau adek tetep kekeh pengen tidur disana yaudah ayuk mas anterin" kata gus Afnan selembut mungkin
Tak ada ucapan lagi dari bibir Shahia, yang ada hanya suara isak tangis..
Gus Afnan yang mendengar itu merasa sakit.. akhirnya gus Afnan pergi meninggalkan kamar dan duduk di teras rumah..
"Apa ana salah melarang istri ana untuk tidur diasrama? Ana hanya gak mau istri ana terlalu terbuka sama santri yang nantinya santri akan menyepelekan istri ana"batin gus Afnan
Didalam kamar..
"Apa sha salah yaa?. apa sha egois? sha hanya pengen mengulang masa santri.. ya walaupun sekarang masih jadi santri cuma bedanya sha sudah menikah.. sha kangen masa2 tidur di asrama" batin Shahia
Waktu sahur telah tiba, semua pada kumpul di ruang makan, namun tidak dengan gus Afnan.. Dia masih bingung harus bagaimana.. dia takut Shahia menyesal telah menikah dengan dia disaat Shahia lagi menikmati masa2 menjadi santri di asrama..
"Enggak tau Umi, Shahia semalam tidur pas bangun udah gak ada mas Afnan" kata Shahia berbohong
"Kalian gak ada masalah kan?" tanya Abah
"Enggak ko bah" jawab Shahia
Sampai adzan subuh berkumandang pun gus Afnan belum juga pulang..
Saat sudah didalam masjid, Shahia melihat sang suami sedang membaca Al-Quran..
"Ya Allah maafin Shahia yang telah egois.. Mas maafin adek.. adek salah" batin Shahia
Dia teringat sang suami yang tidak pulang untul sahur dan berganti pakaian untuk shalat subuh.. Suaminya masih memakai baju koko yang semalam dipakai untuk shalat tarawih..
Setelah shalat subuh Shahia mendekati suaminya..
"Mas, pulang yukk" ajak Shahia
"Adek duluan aja.. Mas masih mau disini" kata gus Afnan
"Mas, adek minta maaf adek egois.. maafin adek mas" kata Shahia lirih
__ADS_1
"Adek pulang gih, nanti kan mau sekolah.. nanti telat" kata gus Afnan
"Sha gak akan pulang kalau mas juga gak pulang" kata Shahia
"Yaudah ayuk kita pulang" kata gus Afnan pasrah
Setelah sampai kamar..
"Mas mandi gih.. Shahia sudah mandi tadi" kata Shahia
"Mas mau bicara sama kamu" kata gus Afnan
"Mau bicara apa mas? kalau masalah semalam Shahia minta maaf ya mas" kata Shahia sambil menundukkan kepalanya
"Mas takut adek nyesel menikah dengan mas disaat adek masih sekolah seperti ini.. disaat adek lagi senang2nya tinggal di asrama" kata gus Afnan
"Astagfirullah enggak mas.. adek sama sekali gak nyesel nikah sama mas.. maaf kalau ucapan adek semalam buat mas berfikir seperti ini.. adek sama sekali gak menyesal ko" kata Shahia sambil menitikan air matanya
"Kalau adek nyesel, kalau adek mau tinggal diasrama lagi akan mas izin kan yang penting adek seneng dan bahagia.. mas gak mau adek sedih kaya semalam" kata gus Afnan lembut
Shahia memegang tangan suaminya dan merebahkan kepalanya dipundak suaminya..
"Shahia akan terus disini nemenin mas.. Shahia ingin jadi istri sholehah seperti yang mas inginkan" kata Shahia lembut..
"Makasih ya sayang" kata gus Afnan
"Udah dong jangan difikirin lagi" rengek Shahia
"Iyaa sayang" kata gus Afnan lalu mencium bibir Shahia
"Sekarang adek siap2 sekolah yaa.. ayuk ganti bajunya.. mas juga mau siap2 ngajar" kata gus Afnan
Akhirnya mereka bersiap2 untuk kegiatan pagi mereka ini dan berjalan bergandengan menuju sekolah dipesantren tersebut..
Banyak yang menatap mereka kagum, senang dan terpesona..
Namun tidak dengan Hasna.. Dia semakin panas melihat Shahia digandeng oleh suaminya..
"Ihhh kenapa sih mereka semakin lengket" kata Hasna kesal
Bersambung..
Terimakasih yang sudah membaca.. Tunggu episode berikutnya yaa..
Jangan lupa.. Like,komen dan votenya dulu..
Terimakasih.. 😘😘
__ADS_1