
Tak terasa Ziya sudah mondok hampir setahun.. Setelah menjalankan ujian akhir semester, Tak ada kegiatan sekolah seperti biasanya.. Yang ada hanya latihan menjadi mc untuk acara wisuda kaka kelasnya..
Ia Ziya di percaya sebagai pembaca acara dalam bahasa Arab.. Karena kemampuan bahasa Arabnya sudah setara dengan pelajaran bahasa Arab untuk tingkat Aliyah..
Masih tersisa waktu 2 minggu lagi untuk acara Haflah.. Ia berusaha dan terus berlatih.. Karena ia tidak ingin membuat yayah dan bubu nya malu, karena nanti mereka akan datang juga bahkan sebagai tamu penting..
Di pesantren lain, gus Arkan sedang frustasi dengan anaknya yang laki laki.. Semakin kesini, nilai Munawir semakin anjlok.. Tak tau lagi gus Arkan harus seperti apa..
"Nak, lihat dong.. Abi dikasih lihat nilai kamu dari ustadz Danu nih.. Ya Allah nak.. Masa nilai bahasa inggris kamu 6" kata gus Arkan
"Tapi kan qur'an dan bahasa Arab Munawir bagus abiii" kata Munawir
"Tapi abi mau kamu seimbangin kedua nya.. Bahasa dan bahasa Inggris harus sama sama bagus.. Gimana mau sekolah keluar Negeri kalau bahasanya saja segini" kata gus Arkan
"Sudah biii.. Mungkin susah kali bii" bela Nida
"Gak ada yang susah kalau dia belajar dan berusaha" tegas gus Arkan
"Afwan abii.. Munawir bakalan buktiin nanti kelas 6 Munawir gak begini lagi" kata Munawir menunduk
"Abi tunggu pembuktian itu" kata Gus Arkan
Gus Arkan lalu pergi meninggalkan Munawir dan Nida.. Munawir menangis, baru kali ini ia mendapat nilai kecil dan dimarahin oleh Abinya masalah pelajaran..
Nida mencoba menenangkan Munawir agar berhenti menangis..
"Sudah dong.. Masa mau naik kelas 6 SD malah nangis.. Cengeng ahh" kata Nida memeluk Munawir
"Afwan ya miii.. Nawir janji ini nilai jelek yang terakhir" kata Munawir
"Iya nak.. Buktiin ke Abi kalau Munawir anak yang pintar yang tetap jadi kebanggan abi dan umi walau munawir suka bikin kesel" kata Nida tanpa sadar
Munawir yang mendengar itu langsung memanyunkan bibirnya..
"Udah di ajak terbang, eh dijatohin.. Umi mah samanya kaya abi" kata Munawir cemberut
"Hahahahaha maaf sayang." tawa Nida pecah
Tak terasa, hari ini adalah hari haflah dan pembagian raport untuk seluruh santri.. Hari ini gus Afnan dan Shahia datang ke pesantren tempat Ziya mukim.. Tak lupa, Faris pun juga ikut bersama mereka..
Ziya merasa senang sekali.. Akhirnya liburan tiba.. Setelah acara haflah ini, seluruh santri diperbolehkan pulang untuk liburan..
"Yayah, bubu.. Ziya kangen.." batin Ziya saat melihat orang tuanya duduk di sofa paling depan sebagai tamu penting dalam acara itu.
Acara sudah berjalan setengah acara.. Kali ini acara pentas untuk para santri yang ingin menunjukkan bakatnya.. Ada yang berpidato, ada yang drama bahasa, nasyid dll
Shahia melihat sang anak maju ke atas panggung.. Kali ini Ziya ingin bertausiyah di depan para walisantri,santri dan tamu undangan yang lainnya..
__ADS_1
"Tentang Birrul walidain atau biasa kita sebut, berbakti kepada orang tua.. Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan naluri dan fitrah setiap manusia. Sebab dalam jiwa dan setiap orang tertanam sifat cinta dan hormat kepada kedua orang tuanya atau ayah ibunya. Sebab kedua ibu bapaknyalah yang menjadi sebab kehadiran setiap orang ke dunia ini.
Meskipun demikian dalam Islam berbakti kepada kedua orang tua memiliki kedudukan yang mulia. Banyak keterangan dari Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua.
Adapun amalan Paling Dicintai Allah
Dalam suatu hadits shahih yang diriwayatkan sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah.
Abu ‘Amr Asy-Syaibani meriwayatkan, pemilik rumah ini (seraya menunjuk ke rumah Abdullah bin Mas’ud) menyampaikan kepadaku;
...سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي...
...“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasul menjawab, “Shalat pada (awal) waktunya.” “Kemudian apa lagi?” Nabi Menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.”Aku bertanya kembali.” “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah.”...
Temen temen..
Masih mau lanjut gak? (Maaauuuu)
Temen temen.. Dengerin yaa..
Anak yang senantiasa berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya akan memperoleh keberkahan hidup berupa umur panjang dan kemudahan rezki. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwaykan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth;
...عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ،قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ....
...Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambug silaturrahim (kekerabatan).” (HR. Ahmad)....
Banyak rezekinya dan panjang umur loh berbakti sama orang tua.. Hidup kita jadi berkah..
Dan temen temen tau gak? orang tua kita itu adalah pintu surga untuk kita..
...الوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ، فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ البَابَ أَوْ احْفَظْهُ»...
...“Orang tua merupakan pintu syurga paling pertengahan, jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut”. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dishahihkan Syekh Al-Albani dan syekh Al-Arnauth)....
Dan pasti temen temen suka denger kan kata 'Ridho Allah tergantung ridho orang tua'
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
...«رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ». (26...
...“Ridha Rabb tergantung ridha orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syekh Al-Albani)....
Makanya ya temen temen, kalau mau pergi main, bilang sama orang tua biar orang tua ridho, kalau gak ridho takutnya ada apa apa dijalan kan yang rugi kita juga.. Kalau kita bilang kan orang tua pasti mendoakan kita.. Semoga anak saya selamat dijalan sampai tujuan.. Begituu...
Dan doanya orang tua itu adalah yang paling mustajab..
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
__ADS_1
...” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ “...
...“Ada tiga do’a yang mustajab, tidak ada keraguan akan hal itu; do’a orang yang terdzalimi, do’a musafir, dan do’a orang tua untuk (kebaikan) anaknya”. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syekh Al-Arnauth)....
Jadi temen temen, kita sebagai anak harus berbakti kepada orang tua.. Selagu orang tua kita masih ada.. Cari ridhonya agar Allah juga ridho kepada kita..
Itu saja yang bisa saya sampaikan.. Kurang lebihnya mohon maaf, summa salamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" pamit Ziya
Shahia yang melihat anaknya sudah tumbuh besar, menjadi anak yang membanggakan.. Ia hanya bisa tersenyum dan menitikan air mata..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Assalamualaikum.. Mohon maaf ya beberapa hari terakhir kemarin tidak up.. Terimakasih yang masih setia menunggu up dari saya.. 😊
💕💕💕💕💕
__ADS_1