
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan..
Hari ini adalah hari 100 hariannya Abah..
Para santri sedang menyiapkan acara 100 harian Abah di masjid yang akan dilaksanakan ba'da isya..
Santri putri juga tengah memasak dan menyiapkan beberapa macam kue di piring piring..
Begitupun dengan para asatidz..
Ziya dan putri membantu para santri.. Ia menyiapkan kue kue untuk di bawa ke masjid pada saat acara tahlilan nanti..
Munawir juga tak mau kalah.. Ia membantu menyapu masjid.. Entah benar atau tidak baginya, dia sedang membantu para santri bersih bersih..
Di rumah Gus Afnan
"Bu, bubu gak ke rumah Jiddah?" tanya Gus Afnan
"Enggak yah, nanti saja.. Faris baru banget tidur.. Nanti kalau di gendong malah kebangun dan rewel" kata Shahia
"Yasudah, Yayah juga gak kesana.. Temenin bubu saja" kata Gus Afnan
"Gak papa, Yayah kesanan saja.. Pasti yang lain pada nyariin" kata Shahia
"Gak ah.. Mau disini saja.. Udah lama gak berduaan sama bubu.. Mumpung Ziya gak ada dan Faris lagi tidur" kata Gus Afnan
Gus Afnan membaringkan tubuhnya di dekat Shahia dengan kepala diatas paha Shahia..
Ia sudah jarang merasakan kehangatan, belaian sang istri, apalagi semenjak Abah tidak ada.. Karena mereka sibuk menyiapkan acara tahlilan untuk Abah..
Gus Afnan masih tetap Gus Afnan yang dulu.. Yang selalu lembut dengan Shahia, yang tak pernah marah.. Selalu menjadi imam yang baik dan contoh yang baik untuk keluarga dan para santri..
Berbeda dengan Gus Arkan.. Walau telah memiliki anak dan istri.. Terkadang ia masih suka meledeki para santri putri.. Makanya anaknya nurunin 😅
Cemburu? terkadang Nida cemburu.. Tapi dia meyakinkan hatinya bahwa di hati Gus Arkan hanya ada Nida dan anak anak..
Di kamar Gus Arkan
__ADS_1
"Miii.. Kaaangeeenn" kata Gus Arkan manja
"Biasanya juga kelayaban godain santriwati" ketus Nida
"Yeeee cemburu yaaa.. Hahaha.. Gak ahh sekarang mah" kata Gus Arkan
"Sekarang enggak.. Besok iya" saut Nida
"Hati mamas cuma buat dedek Nida seorang" kata Gus Arkan
"Kalau gitu, beliin gamis keluaran terbaru" kata Nida
"Haaddeuuhh lupa tadi naruh tikar dimana yaaa" kata Gus Arkan ngeles lalu berlalu pergi
"Tuh kan.. Bininya minta gamis ada aja alesannya buat ngehindar.. Paling bisa emang Arkan mahhh" kesal Nida
Malam hari tiba, para jamaah selepas shalat isya tidak ada yang pulang karena mengikuti acara tahlilan 100 hariannya Abah..
Tahlil tersebut di pimpin oleh kiyai dan disambung doa oleh habib..
Saat acara tahlil hampir usai.. Para santri putra mulai membawa jamuan untuk para hadirin..
"Gus, kenapa?" tanya santri
"Aku ngantuk tapi aku mau bantuin" ucap anak itu
"Yaudah Gus tidur aja.. Anak kecil lebih baik tidur.. Ini kan acaranya sampai malam" kata santri
"Gak mau ahh" tolak anak itu
Menit berganti jam.. Tak terasa acara sudah selesai.. Para jamaah yang hadir mulai keluar dari masjid dengan membawa besek di tangannya..
"Ya Allah anak siapa ini tidur?" kata jamaah
"Ini anaknya Gus Arkan" jawab jamaah lain
"Ya Allah ko tidur disini.. Panggil Gus Arkan cepet.. Heyy santri.. Cepet panggil Gus Arkan.. Anaknya tidur ini di teras masjid" kata jamaah
__ADS_1
"Ya Allah baik pak" saut santri
Di dalam Masjid Gus Arkan dan Gus Afnan sedang berbincang dengan para kiyai dan habib yang masih berada disana.. Tiba tiba santri menghampiri mereka dan berbisik pada Gus Arkan..
" Astaghfirullah.. Ayo kesana" kata Gus Arkan
Sesampainya di depan masjid Gus Arkan langsung menggendong sang anak menuju rumah..
"Kagak dimana mana tidur yaa.. ***** banget.. Nempel molor.. Waktu itu dikolong tangga, sekarang di teras masjid" kata Gus Arkan yang tak habis fikir dengan anaknya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Assalamu'alaikum teman teman..
Eka cuma mau ngundang nih buat masuk ke grup Eka.. Kita jalin silaturrahmi yuk di grup.. Kita saling kenal.. ☺️ Klik grup chat di halaman novel ini yaa.. ☺️
__ADS_1
Terimakasih