Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 42


__ADS_3

Hari telah berganti..


Sekarang seluruh kelas 3 Aliyah telah berkumpul didalam aula untuk mendengarkan arahan dan motivasi dari Abah selaku pimpinan yayasan dan dari beberapa asatidz yang lainnya..


Dalam aula tersebut, Abah memberi arahan, nasihat, dan motivasi agar mereka percaya diri dalam menghadapi amaliyah tadris nanti.. Amaliyah tadris di wajibkan agar para santri tingkat akhir ini bisa belajar bagaimana menjadi seorang guru pada umumnya..


Masih ada ujian ujian lainnya yang menanti mereka setelah amaliyah tadris ini.. Masih ada ujian pondok, ujian lisan, ujian Al-Quran dll..


Abah berharap para santri mampu menjalan kan itu semua, agar mereka lulus semua dan dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan mampu menjadi seorang pemimpin jika mereka telah meninggalkan pesantren ini..


Abah berpesan kepada para santri, jangan merasa dirinya itu bodoh.. Mereka yang merasa diri mereka itu bodoh sebenarnya meeeka itu pintar.. Mungkin didalam pesantren dia merasa lebih bodoh dari yang lain.. tapi tidak jika mereka sudah berada diluar pesantren..


Abah berkata "Jika kamu tidak bisa menjadi sebuah lampu, maka berusaha lah menjadi sebuah lilin.. Ya, santri ibarat lilin.. Mungkin dipesantren dia bodoh, dia kalah karena ada sebuah lampu yang menurutnya sangat terang.. Tapi asal mereka tau, mereka akan menjadi sebuah lilin jika sudah berada di tengah2 masyarakat.. Dia yang akan menerangi masyarakat dikala lampu padam.."


Itulah pesan yang menurut Shahia teramat berkesan.. "Jika kamu tidak bisa menjadi sebuah lampu, maka berusaha lah menjadi sehuah lilin"


Acara pembekalan amaliyah tadris pun kelar..


Para asatidz dan para santri dipersilahkan mencicipi jamuan yang tersedia..


Setelah selesai acara tersebut, para santri dipersilahkan untuk balik ke asrama masing2.. Dan Shahia juga ikut serta menuju asrama karena dirumah pasti tidak ada orang karena masih pada mengajar di sekolah..


Dikamar asrama..


"Uuhhh kata2 mutiara yang bagus yang tadi disampaikan Abah" kata Nida


"Iyaa.. Ana juga masih terngiang ngiang ini" kata Shahia


"Iyaa sama.." timpal Muti dan Ratna


"Sebodoh bodohnya kita disini, ane yakin kita bisa bermanfaat untuk masyarakat disekitar kita" kata Evi


"Iyaa betul.. walau ilmu kita gak seberapa" timpal Ratna


"Sekarang kita harus belajar lebih giat lagi.. biar kita bisa jadi lilin kalau kita tidak bisa jadi lampu" kata Shahia


"Evi maunya jadi patromak" kata Evi


"Hahahaha ada2 aja ente vii" kata Muti


"Dikit lagi santri pulang sekolah, ana balik dulu yaa.. Assalamualaikum" pamit Shahia


"Wa'alaikumussalam" jawab teman2nya


Sesampainya dirumah, Shahia lekas berganti pakaian.. Dan dilihatnya kedapur ternyata ada Umi yang sedang memasak..

__ADS_1


"Assalamualaikum Umi" salam Shahia


"Wa'alaikumussalam mantu cantiknya Umi" jawab Umi


"Sha bantuin ya mii" kata Shahia


"Iya sayang.. Gimana persiapan amaliyah tadris?" tanya Umi


"Alhamdulillah udh siap semua Umi, tinggal kebalin mental aja ini.. hehe masih ciut" kata Shahia


"Hahaha harus belajar percaya diri.. nanti kan setelah lulus Shahia akan mengajar juga,jadi harus dibiasain" kata Umi


"Iya Umi.. Shahia juga lagi berlatih terus depan cermin.. hehehe" kata Shahia


"Anggap aja para murid itu batu.. hihi jadi kamu cuek aja.. tapi teteo harus yang bener.. jangan asal2 ngajar.. nanti santrinya bingung" canda Umi


"Hahaha Umi bisa aja.. Doain ya Umi" kata Shahia


"Doa Umi selalu menyertaimu nak" kata Umi tersenyum


"Assalamualaikum" salam Abah dan gus Afnan


"Wa'alaikumussalam.. mas udah pulang"tanya Shahia


"Hehehe iya mas, Sha siapin baju dlu yaa.. buat mas Shalat" kata Shahia


"Iya sayang.. Umi Abah kita kekamar dulu yaa" pamit gus Afnan


"Iya nak" jawab Umi dan Abah


Setibanya dikamar..


"Sayang, mas abis makan mau pergi sama Arkan, ada beberapa kitab yang mau mas beli.. sayang mau nitip sesuatu gak?" tanya gus Afnan


"Gak mas, makasih.. mas cuma berdua doang sama gus Arkan?" tanya Shahia


"Sama ustadz Miftah dan ustadz Ridwan juga ko" jawab gus Afnan


"Hmm yaudah shalat dulu yuk, terus makan." ajak Shahia


Akhirnta mereka shalat jamaah bersama dan makan bersama keluarga diruang makan..


"Sayang.. bener adek gak mau nitip apa2?" tanya gus Afnan


"Enggk mas, tapi kalau mas mau beliin apa2 Shahia terima.. heheh" canda Shahia

__ADS_1


"Huhh kamu tuhh.. yasudah nanti mas bawain makanan yaa" kata gus Afnan


"Iya mas.. Hati2 yaa dijalan" kata Shahia


Setelah gus Afnan pergi, Shahia masuk kedalam rumah membantu Umi merapihkan sisa makan mereka tadi lalu Shahia mencuci piring dan gelas makan bekas mereka tadi..


"Oh iya Umi, waktu itu mas Afnan bilang katanya lahan kosong deket taman belakang mau dibangun rumah sama mas Afnan" kata Shahia


"Iya Afnan udah bilang sama Umi dan Abah.. Umi sama Abah ngizinin koo.. Afnan ingin mandiri katanya" jawab Umi


"Iya mii.. Tapi itu nanti kalau Shahia sudah lulus.." kata Shahia


"Kan tinggal beberapa bulan lagi ujian Shahia juga kelar kan?" tanya Umi


"Iya Umi.. Oh ya Umi.. nanti setelah lulus Shahia boleh ngajar Raudhatul athfal (TK) gak?" tanya Shahia


"Boleh lah.. Shahia mau ngajar tk boleh, mau ngajar MI jg boleh.. terserah Shahia.." jawab Umi


Ya memang pesantren itu tingkat pendidikannta dari TK hingga perguruan tinggi, namun yang dikhususkan mukim hanya untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah.. Bagi yang kuliah dan ingin mukim juga bisa, tetapi harus membantu para ustadz dan ustadzah mengasuh santri atau bekerja di kantor pesantren.. Tentu mereka mendapat tempat tinggal di asrama tanpa bayar sewa bahkan makan dan kebutuhan mandi/mencuci mereka disediakan pesantren.. Dan bahkan mereka sama seperti ustadz dan ustadz lainnya.. Dapat uang jajan perbulannya walau gak seberapa, tapi lumayan.. Abah tidak mau membebankan biaya kepada mereka karena mereka harus membayar kuliah..


Saat dipasar, gus Afnan dan yang lainnya sedang sibuk mencari toko kitab.. Dari toko yang satu ke toko yang lain.. Kitab yang ingin mereka beli dan butuh banyak ternyata hanya tersedia sedikit di beberapa toko..


Saat mereka sedang istirahat meminum es kelapa yang mereka beli, gus Afnan mendapatkan telepon dari sang istri..


📲 "*Assalamualaikum suami" kata Shahia


📱"Wa'alaikumussalam istri.. Ada apa sayang?" tanya gus Afnan


📲" Mas, boleh adek minta sesuatu?" tanya Shahia


📱"Tentu.. Adek mau apa?" tny gus Afnan


📲"Beliin adek buah juwet kalau gak jamblang" jawab Shahia polos


📱"Ya Allah dek, mas harus cari dimana? itu buahnya langka dan rasanya asem banget" kata gus Afnan


📲" Ya adek gak mau tau.. mas harus cariin itu" kata Shahia ngambek


📱"Mas usahain.. Assalamualaikum" kata gus Afnan*


Shahia yang mendengar sang suami mau mengusahakan keinginannya berjingkat jingkat diatas kasur kamar mereka..


"Nyari dimana buah langka begitu ya?" tanya gus Afnan kepada dirinya sendiri dalam hati..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2