
Gus Afnan yang kaget melihat benda itu langsung sujud syukur dan tak lama langsung memeluk Shahia.. Kecupan demi kecupan Gus Afnan berikan di seluruh bagian wajah Shahia.. Terakhir ia memberi kecupan tepat di perut Shahia..
"Sehat sehat anak Yayah.. Yayah tunggu kehadiran kamu di dunia ini ya sayang" ucap Gus Afnan sambil mengelus perut Shahia
Shahia mengusap kepala Gus Afnan dengan senyum yang tak pudar.. Air mata kebahagiaan terjun begitu saja dari matanya..
Keluarga telah mengetahui kabar bahagia ini.. Semua merasa amat bahagia apalagi Jiddah yang sangat bahagia..
Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama bagi Ziya.. Ia merasa sedih, karena disaat bubu nya mengandung lagi, ia tak ada di rumah.. Ia harus pergi jauh untuk menuntut ilmu..
Waktu itu Gus Afnan sang ayah sudah membicarakan dari jauh jauh waktu sama Ziya.. Bahwa untuk sekolah Tsanawiyah ini Ziya masih belajar di Indonesia, tetapi saat sudah memasuki SMA, Ziya akan di kirim ke luar negeri untuk melanjutkan studinya sampai ia kuliah..
Itu adalah impian Gus Afnan, ia ingin anaknya semua lulusan universitas luar negeri.. Faris pun sama seperti Ziya, dari kecil ia sudah di didik benar benar matang agar besarnya ia mampu memimpin dunia sesuai ajaran agama..
"Kenapa nak?" tanya Shahia
"Bubu yang sehat yaa.. Nanti kan gak ada Ziya yang bantuin bubu buat beberes rumah" jawab Ziya sedih
"Iya sayang, kan ada yang lainnya.. Ziya fokus saja sekolah yaa" kata Shahia yang di balas anggukan oleh Ziya
"Ukhty Ziya jangan sedih, nanti Faris akan susul ukhty Ziya juga ke sekolah ukhty Ziya.. Nanti kita sekolah bareng bareng di Cairo yaa" kata Faris
"Iyaa, nanti kita sekolah di Cairo yaa.. Kalau gak Turki.. Gimana? atau Iraq? atau Saudi?" tanya Ziya
"Dimana aja yang penting bagus.. Yayah lulusan Cairo" jawab Faris
"Iya, yayah Afnan lulusan terbaik di Cairo." saut Ziya
"Nanti Faris lebih pinter dari Yayah" kata Faris
"Harus.. Anak Yayah harus lebih pinter dari Yayah" kata Gus Afnan
Hari raya itu benar benar menjadi hari raya yang paling bahagia, dengan kabar bahagia yang Shahia berikan..
Di kehamilan Shahia kali ini, Gus Afnan lebih perhatian lagi kepada Shahia.. Ia menginginkan anak perempuan lagi.. Ia ingin anaknya cewe Cowo cewe lagi baru Cowo lagi, begitu seterusnya.. Karena ia suda bilang, bahwa ia ingin anak paling sedikit 5 agar rumah menjadi ramai..
__ADS_1
Tak terasa hari terus berjalan.. Besok Ziya sudah di antarkan ke pesantren oleh Gus Afnan dan Shahia..
Seminggu belakangan ini Ziya menjadi anak yang manja sama bubu nya.. Katanya ia akan sangat jarang untuk bertemu dengan bubunya jika sudah di pesantren.. Gus Afnan sengaja memilih pesantren yang cukup jauh dari rumah agar Ziya tidak meminta pulang terus nantinya..
"Bu, malam ini Ziya mau tidur sama bubu" pinta Ziya
Gus Afnan yang berada di kamar bersama Shahia tiba tiba kaget dengan kedatangan Ziya.. Untungnya mereka tidak lagi ngapa ngapain.. Hihi 😁
"Tidur di kamar kamu nak, kamu sudah punya kamar" kata Gus Afnan
"Yaaahh, malam ini aja yaahhh.. Besok kan udah tidur di pesantren" rengek Ziya
"Sudah sih mas, biarin aja.. Sini nak sama bubu" kata Shahia menepuk nepuk kasur yang kosong
Ziya menaiki kasur.. Ia tidur di tengah tengah antara Shahia dan Gus Afnan..
Hari yang dinanti telah tiba..
Pagi ini Gus Afnan dan Shahia akan mengantar Ziya yang akan di pondokan.. Gus Arkan juga akan ikut bersama mereka..
"Ziya belajar yang rajin ya nak.. Jangan nakal" kata Jiddah
Semua keluarga memberinya nasihat bekal untuk Ziya di pesantren..
Selama di perjalanan, Ziya terus saja menempel dengan Shahia..
Sesampainya di pesantren setelah menempuh jarak kurang lebih 7 jam, Ziya langsung di antar ke dalam asrama.. Gus Afnan dan Gus Arkan hanya menunggu di pintu gerbang asrama putri karena lelaki di larang masuk ke wilayah itu..
Setelah membantu Ziya merapikan lemarinya, Shahia dan Ziya keluar menemui Yayah dan Ami nya itu..
Ziya masih saja menempel dengan Shahia..
"Ingat pesan Yayah nak, Ziya disini membawa nama Yayah, jadi jangan membuat ulah ya nak.. Belajar yang rajin, shalat tepat waktu.. Ikuti peraturan yang ada.. Jika ada santri yang mengajak ke jalan yang salah yang melanggar jangan diikuti.. Ingat Yayah Yayah dan Yayah ya nak..
Ziya, hidup itu adalah pilihan.. Ya Yayah tau, sebenarnya ini adalah pilihan Yayah.. Tapi yayah yakin Ziya bisa melaluinya.. Ziya tau apa mimpi Yayah.. Yayah mohon, selagi Yayah sama bubu ada dan sehat, buatlah kami bangga sama kamu.. Jangan kecewakan kami ya nak." pesan Gus Afnan
__ADS_1
"Jaga kesehatan, ingat terus yang Yayah bilang.. Jaga shalatnya jangan sampai tertinggal apalagi terlupakan.. Dunia pesantren itu keras, keras bukan berarti menakutkan, keras karena agar para santri menjadi pribadi yang tangguh, tegas,berakhlak.. Ziya dari kecil sudah dilingkungan pesantren, Ziya sudah tau gimana sih itu mukim.. Sama, disana maupun disini sama nak.. Hanya beda tempat saja.. Peraturan pun semua hampir sama..
Bubu tidak bisa beri Ziya apa apa.. Bubu cuma bisa beri Ziya keridhoan, keikhlasan dan doa dalam setiap sujud dan nafas bubu." kata Shahia
"Bubu udah cukup ko beri Ziya itu saja.. Dengan bubu beri Ziya bekal itu, Ziya akan mendapatkan hasilnya nanti setelah Ziya melewati masa masa di pondok ini.. Doa seorang ibu itu sangat di Kabul kan oleh Allah, Ziya yakin, dengan doa dan keridhoan bubu, Ziya akan jadi anak yang membuat bubu bangga" balas Ziya memeluk Shahia
Acara tangis tangisan pun selesai, walau pada kenyataanya hati mereka masih menjerit.. Seorang ibu yang dipisah jauh dari anaknya itu sangat menyakitkan.. Tapi mau gimana lagi, itu semua demi kebaikan dan masa depan anak.. Maka dari itu seorang ibu harus rela berkorban berjauhan dari sang anak yang selama ini ia rawat, ia jaga, ia didik, dia kandung, ia beri ASI dll..
"Belajar yang rajin yaa" pesan terakhir Shahia sebelum masuk ke dalam mobil
Setelah mereka pergi, Ziya kembali masuk ke dalam asrama putri.. Ia melihat sekeliling bangunan asrama itu.. Ia tarik nafas yang panjang lalu ia hembuskan..
"Selamat datang di penjara suci" batin Ziya tersenyum lalu melangkah menuju kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung