
Setelah Shalat subuh berjamaah, Munawir langsung berlari menuju rumah Shahia..
Di lepas kain sarung kecilnya itu lalu ia lempar ke sembarang tempat.. Yang ia pikirkan ia bertemu Faris..
Ya, Munawir sedari bisa jalan sudah dibiasakan untuk ikut shalat berjamaah walau itu waktu subuh, tentunya kalau dia gak males malesan bangun.. Tapi untungnya Munawir adalah anak yang rajin..
"Nih liat, Arkan juniormu" kata Gus Afnan ke Gus Arkan
Lalu Gus Arkan mengambil kain sarung milik Munawir dan ia menuju rumah, begitu pula Gus Afnan yang juga menuju rumah..
Pagi pagi dirumah Gus Afnan sudah dibuat heboh sama Munawir.. Akhirnya Gus Afnan memutuskan ke kantor pesantren menyelesaikan tugasnya..
Tak lama Gus Afnan pergi, Nida datang untuk menjemput sang putra.. Susah sekali membujuk Munawir untuk pulang.. Ia masih ingin terus bersama Faris..
"Biarin aja nid, orang dia mau main ko" kata Shahia
"Sha, bukannya gak boleh main.. Dia ada jadwal ngaji jam 9 Shaa.. Ini sudah jam 8 lewat 20 menit" kata Nida
"Munawir ngaji dulu yaa nanti main lagi" kata Shahia lembut
"Gak mau, Munawir maunya disini" bantah Munawir
"Ehh dengerin umi.. Kan ada Rifky nanti pas ngaji.. Nah abis ngaji ajak Rifky kesini.. Rifky kan belum liat dedek bayi" bujuk Shahia
"Oh iyaa.. Nanti ada Rifky ya" kata Munawir
"Nah yuk ngaji" ajak Nida
"Tapi nanti janji ya, umi harus turuin kemauan Nawir kalau Nawir ngaji" kata Munawir
"Apapun itu umi turutin, apalagi Nawir minta sunat.. Langsung umi turutin" kata Nida
"Okeh umi" kata Munawir
__ADS_1
Siang harinya para asatidz berkumpul rapat mengenai pembahasan pembelajaran untuk tahun ini..
Rapat kali ini dipimpin langsung oleh Gus Arkan..
Bbrrrraaaakkkk
Tiba tiba pintu dibuka
Semua mata tertuju pada seseorang yang berdiri di pintu itu..
"Dia kembali" batin Gus Afnan
"Apa maunya dia kesini lagi?" batin Gus Arkan
Disisi lain Shahia sedang menidurkan putra dan putrinya.. Setelah merasa anak anaknya tertidur, ia segera menyiapkan makan siang untuk sang suami..
Shahia menjadi ibu rumah tangga yang baik.. Walau ia selalu dimanja dan diperlakukan romantis oleh Gus Afnan, tapi tak membuat ia menjadi pembangkang.. Malah ia semakin dewasa..
Dikediaman Abah juga masih ada orang tua Shahia, mereka masih menginap karena belum puas melihat cucunya yang baru lahir.. Walau rumah Abah dan Gus Afnan berbeda, tapi masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki..
"Assalamu'alaikum" salam seseorang itu
"Wa'alaikumussalam" jawab para asatidz
"Afwan yaa ganggu.. Heheh abisnya dari gerbang sepi.. Jadi kesini deh pas tadi liat ada ustadz yang keluar dari pintu" kata orang itu
"Ahh,enghh iyaa" jawab Gus Arkan
"Ana come back agaiinn gaaeesss" teriak orang itu senang
Para asatidz yang merasa tak pernah melihat orang ini sebelumnya bertanya tanya dalam fikirannya.. Siapa dia? sodara Abah? alumni? atau apa?
Dilihat dari atas sampai bawah penampilannya memang memakai jilbab, tapi.. Seluruh pakaiannya ketat membentuk tubuh..
__ADS_1
"Pakai sarung ini" kata Gus Afnan menyerahkan sarung
"Buat apa?" tanya orang itu
"Apa gak ada gamis atau rok gitu? astaghfirullah pakaiannya" kata Gus Arkan
"Heheheh Gus Afnan, boleh ana tidur di rumah Gus Afnan? plisss" kata orang itu manja
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hmmm siapa yaaa orang itu??
Comeback again?
Kira kira siapa yaa gaes?
__ADS_1
Komen yaa yang tau.. Terimakasih