
Tak terasa umat Islam sudah melaksanakan puasa selama 7 hari..
Sore ini pukul 16:00 terlihat beberapa santri ada yang keluar pondok untuk membeli ta'jil dengan izin pengurus keamanan pondok..
Dari jauh ada seorang pria memakai sarung, Koko dan peci sedang melihat beberapa santri yang berlalu lalang..
Pria itu mendekati para santriwati yang berlalu lalang itu..
"Assalamu'alaikum ukhty"
"Wa'alaikumussalam" jawab santri sambil menahan ketawa
"Ko senyam senyum.. Kenapa? Munawir ganteng yaa sore ini?" tanya Munawir
Alhasil tawa santri pecah
"Ko ketawa sih?" Munawir heran
"Gus mau tanya dong" kata santri
"Tanya apa?"
"Gus beneran calon kandidat ketua playboy se-provinsi?"
"Ahh enggak, kata siapa?"
"Nihh baca" kata santri yang menunjukkan kertas yang menempel di punggung Munawir
"Dukung saya sebagai calon ketua playboy se-provinsi Jawa tengah periode 2020-2030.. Visi: membangun kepribadian pria agar menjadi Playboy sejati.. Misi: Memvermak muka menjadi menawan walau pas pasan"
"Aseemm siapa sih yang nulis.. Bikin malu" batin Munawir
"Piye Gus? kapan mau woro woronya? hahahaah" tanya santri
"Ukhty ukhty jahat.. Munawir bilang Abi nihh" seru Munawir berlalu pergi
Para santri hanya tertawa melihat Munawir..
__ADS_1
Anak usia 10 tahun yang terlihat seperti anak usia 17 tahun.. Mungkin karena ia hidup di lingkungan para santri yang sudah beranjak remaja, jadi ia terbawa seperti anak remaja lainnya..
Munawir yang dari kecil berkepribadian centil,selalu bikin ulah dll.. Sudah melekat mendarah daging di dalam tubuhnya menjadi seperti itu..
Munawir akhirnya pulang ke rumah dengan perasaan kesal..
Ia yakin ini perbuatan putri.. Putri walau anaknya cuek tapi terkadang suka usil dengan Munawir.. Yaa hanya dengan Munawir..
"Putriiii... Putriiii" teriak Munawir
"Apa sih mamasku" tanya Putri santai
"Apa ini maksudnya?" tanya Munawir
"Ihh bukan apa apa, hanya ingin main main aja.. bosen abisnya" jawab putri santai
"Bikin malu tau.. Ukhty ukhty santri kan jadi tertawai Munawir tauuu" kata Munawir
"Oh ya? waw" saut putri santai
"Ihhhhhh umiiii abiiii putri ngeseliiiiin" teriak Munawir
Di rumah lain, Shahia yang dibantu Ziya sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.. Gus Afnan sedang mengajarkan Faris membaca iqra.. Ziya ingin seperti Shahia, ia pandai memasak dan pandai dalam pelajaran..
"Bubu, ayam semurnya Ziya taruh di meja makan yaa" kata Ziya
"Iya sayang, kalau sudah matang taruh di mangkok terus taruh di meja makan" saut Shahia yang sedang memotong wortel untuk capcay
"Waaahhh gadisnya Yayah sedang masak ya?" tanya Gus Afnan yang baru saja selesai mengajar ngaji Faris
"Iya yah.. Ziya lagi bantuin bubu" jawab Ziya
"Anak pinter.. Belajar masak sama bubu.. Bubu masakannya enak banget" kata Gus Afnan
"Ziya pengen kaya bubu, cantik, baik, pinter masak, pokoknya top lah" kata Ziya bangga
"Bubu biasa aja sayang" saut Shahia
__ADS_1
"Bagi bubu biasa, tapi bagi mas dan anak anak bubu itu luar biasa" kata Gus Afnan lembut memandang wajah cantik sang istri
"Syukrooon" kata Shahia lalu mereka berpelukkan
"Oh iya, nanti yang mimpin tarawih siapa mas?" tanya Shahia
"Ustadz Bahar sayang yang jadi imam" jawab Gus Afnan
"Mas gak jadi imam?" tanya Shahia
"Jadwal mas nanti pas 10 malam terakhir puasa" jawab Gus Afnan
"Wah berarti pas malam Lailatul qodar ya yah? wahh ilmu baru nih dari Yayah." saut Ziya
"Iya sayang.. Semoga nanti ceramah sebelum tarawih dimulai bermanfaat buat semuanya yaa." kata Gus Afnan
"Aamiin, bermanfaat atau gak nya itu tergantung orangnya yah.. Kalau mereka mendengarkan dan mengamalkan pasti bermanfaat, tapi kalau cuma di dengar tapi tidak diamalkan yaa sama aja boong" jawab Ziya
"Pinter banget sih anak Yayah.. Sudah dewasa yaa.. hmm?" tanya Gus Afnan mencubit pipi sang anak
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung