Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 33


__ADS_3

Hari telah berganti, hari ini Afnan dan Shahia akan pulang ke pesantren..


Masih berat buat Shahia untuk meninggalkan keluarganya,namun dia sadar dia mempunyai tanggung jawab..


Dikamar Shahia


"Mas, apa adek boleh bawa ponsel? adek gak akan mainin ponsel di depan teman2 ko" kata Shahia


"Boleh, tapi mainin ponselnya kalau dirumah aja yaa.. Gak enak nanti kalau keliatan santri lain" kata Gus Afnan


"Iyaa mas ku sayaaang" jawab Shahia


"Sudah semua belum dek? kalau sudah ayuk kita pamit, nanti ketinggalan kereta" kata Gus Afnan


"Ayukk sudah semua" kata Shahia


Akhirnya mereka pamit ke Abi, Umi dan bang Rizky.. Umi sedih karena baru seminggu bersama sang putri tapi sudah ditinggal lagi..


"Umi.. jangan sedih, nanti liburan sekolah Shahia kesini lagii.." kata Shahia yang juga sebenarnya berat meninggalkan Uminya


"Iya nak, jaga diri baik2 yaa.. nurut sama suami.. jangan manja.. udah harus dewasa" kata Umi


"Iyaa Umi.. kalau gitu kita pamit yaa" kata Shahia


Akhirnya gus Afnan dan Shahia diantar oleh bang Rizky menuju stasiun lalu kereta pun berangkat..


Didalam perjalanan..


"Dek, untuk amaliyah tadris udah dipersiapkan?" tanya gus Afnan


"Belum mas,, oh iyaa adek juga belum beli jas untuk nanti amaliyah tadris.. kan harus pakai jas seperti guru2 pada umunya gitu.." kata Shahia


"Besok kita beli yaa.. Mas kan juga belum ngasih thr buat adek.. anggap aja itu nanti thr.. gimana?" tanya gus Afnan


"Boleh.. Makasih yaaa mamaas kuu" kata Shahia sambil mencubit pipi sang suami


"Sama sama sayang" kata Gus Afnan lalu mengecup kening sang istri


Mereka menikmati pemandangan disekitar mereka, hingga kereta tersebut berhenti ditempat pemberhentian stasiun daerah lain untuk transit beberapa menit..


Diluar jendela terlihat anak kecil sedang berjualan tahu sumedang dan kacang rebus..


"Tahunya teh tahunya.. kacang kacang" kata sang anak kecil tersebut..


"Mas beli yukk kesian adik itu" kata Shahia


"Iya sayang" kata gus Afnan


"Adeekk sini.. berapaan nak tahunya?" tanya Shahia dari balik jendela kereta


"Lima ribuan teh semuanya" kata sang anak


"Beli 4 bungkus yaa tahunyaa sama kacangnya 2bungkus" kata Shahia

__ADS_1


Akhirnya sang anak kecil itu memberikan tahu dan kacangnya kepada Shahia


"Ini teh jadi 30rb" kata sang anak


"Ini dek uangnya" kata Shahia memberikan uang 100rban kepada anak kecil itu


"Sebentar teh saya tukerin uangnya dulu yaa di abang itu" kata sang anak menunjuk kepada mas mas yang berjualan juga


Namun sayang kereta keburu melaju


"Tehh.. tehh.. kembaliannya tehhh teehh" teriak sang anak sambil berlari mengejar kereta


"Ambil saja buat adek.. semoga laris yaa jualannya" teriak Shahia


"Makasih teehh semoga berkaah" teriak sang anak


"Hati adek baik banget sih" kata gus Afnan gemas memandang wajah sang istri


"Ya abis mau gimana lagi kan mas, kereta keburu jalan.. jadi mending uangnya buat dia.. sebagian rezeki kita juga kan ada rezeki mereka.. kita dapat uang dengan mudah masih bisa makan enak.. kalau dia? kan belum tentu.. Sha takutnya itu bukan dagangan dari dia murni tp takut dari dagangan orang lain dan nanti dia setoran.. pasti dapat upahnya kecil" kata Shahia sedih mengingat anak itu


"Iyaa adek betul.. sebagian rezeki kita ada hak mereka juga.. Gak kebayang anak sekecil itu seharusnya dijam segini masih duduk dibangku sekolah tapi dia malah berdagang dan dia tidak malu untuk berdagang.. karena difikirannya bagaimana caranya dia melangsung kan hidupnya.. bersyukur kita masih bisa makan enak, sekolah tinggi,punya uang dan bisa beli ini itu pakai uang yang kita punya.. coba kalau dia? jangan kan untuk beli ini itu, buat jajan aja mereka pasti mikir, kalau uang yang mereka dapet buat mereka jajan bagaimana nanti dengan makan mereka sehari hari" jelas gus Afnan


"Iya mas.. kalau nanti kita berhenti di stasiun itu lagi kalau pulang dan kita melihat dia lagi kita beli lagi ya mas dagangannya" kata Shahia


"Iya sayang.. Insya Allah kalau kita ketemu lagi.. Dimana pun adek pergi kalau adek melihat mereka yang seperti itu gak papa bantu mereka, walau sedikit seenggaknya membuat mereka senang" kata Gus Afnan


"Iyaa mas, makasih yaa udah ingetin Shahia untuk bersyukur.. Diluar sana masih banyak yang jauh kekurangan dan harus bekerja keras untuk hidup mereka" kata Shahia


"Enak loh mas tahunya.. berasa.. mau coba gak? nihh aaa buka mulutnya" kata Shahia


"Hmm iyaa enak yaaa lagi dong aaa" kata gus Afnan


"Udaah yaa 2 aja.. sisanya buat Shahia" kata Shahia


"Hahahaha iyaa iyaa abisin ya sayang" kata gus Afnan tersenyum


Setibanya mereka di Stasiun terakhir, mereka telah ditunggu oleh gus Arkan..


Ya gus Afnan sebelumnya telah menghubungi gus Arkan untuk menjemput mereka..


"Assalamualaikum kan.. Ente dimana?" tanya gus Afnan melalui telfon


"Wa'alaikumussalam ane di parkiran depan stasiun nihh" jawab gus Arkan


"Yaudah ana kedepan" kata gus Afnan


"Assalamualaikum gus Arkan" kata Shahia


"Wa'alaikumussalam.. gimana perjalanannnya? cape yaa? sini Arkan bawain barangnya" kata gus Arkan


"Alhamdulillah lumayan kan, Ente sehat?" tanya gus Afnan


"Alhamdulillah sehat" kata gus Arkan

__ADS_1


Setelah memasuki barang2 kedalam mobil, mereka langsung menuju pesantren..


Seaampainya dipesantren mereka langsung disambut oleh Abah dan Umi


"Assalamualaikum Abah Umi" salam mereka


"Wa'alaikumussalam masya Allah mantu Umi sehat sayang?" tanya Umi sambil mencium kening Shahia


"Alhamdulillah sehat Umi.. kemarin waktu berangkat doang sempet meriang" kata Shahia


"Ya Allah tapi gak papa kan nak?" tanya Umi khawatir


"Gak papa Umi.. cuma meriang biasa" jawab Shahia


"Ayuk masuk dulu.. ngobrol didalem aja" ajak Abah


"Umi buatin teh hangat dulu yaaa"kata Umi


"Umii sini aja.. Shahia kangen" kata Shahia menahan tangan Umi


"Uluhhh sayang Umi juga kangen" kata Umi


"Gimana Abi sama Umi kamu sehat Sha? " tanya Abh


"Alhamdulillah mereka sehat semua Abah, dapat salam juga dari mereka" kata Shahia


"Wa'alaikumussalam" jawab Abah dan Umi


"Afnan masuk dulu ke kamar ya bah mii.. gerah pengen mandi" kata gus Afnan


"Iya nak.. istirahat gih.. Shahia susul suaminya yaa" kata Umi


"Iyaa Umi.. Shahia ke kamar dulu yaa.. nanti selesai mandi kita bongkar oleh2 dari sana" kata Shahia


"Iya sayang" jawab Umi


"Yaudah kalau gitu Arkan juga mau masuk dulu ya mii" kata gus Arkan


"Iya nak" jawab Umi


Setelah mereka pergi, tinggal Abah dan Umi saja yang berada diruang keluarga


"Tinggal nikahin satu anak lagi ya mii" kata Abah


"Iya bii.. semoga secepetnya dapet jodoh si Arkan.. biar tambah rame rumah kita" kata Umi..


Bersambung..


Gimana nihh? Jadiin gak gus Arkan dengan Nida?? Kan gus Arkan suka tuh sama Nida.. hihi 😁


Jangn lupa like,komen dan vote yaa..


Terimakasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2