Pesantrenku Saksi Cintaku

Pesantrenku Saksi Cintaku
Ep. 99 Season 2


__ADS_3

"Ganteng"


Kata itu yang keluar dari mulut Shahia


"Pasti ganteng, anak Yayah" kata Gus Afnan


"Anak bubu juga yaah" sahut Shahia


"Anak kita berdua" kata Gus Afnan sembari memeluk Shahia


Keluarga berkumpul semua di ruang rawat Shahia.. Orang tua Shahia pun juga sudah tiba..


"Siapa namanya nak?" tanya Jiddah


"Afnan mau menamainya dengan nama Muhammad Faris Audah" jawab Gus Afnan


"Kaya pernah denger" kata Shahia


"Iyaa.. Muhammad Faris Audah, artinya anak yang terpuji, di rahmati, alim, baik dan juga ksatria penunggang kuda.. Faris Audah juga merupakan seorang anak kecil yang pemberani yang melawan tentara zionis Israel hingga maut menghampirinya dan syahid" jelas Gus Afnan


"Ya Allah, semoga anak kita menjadi anak yang baik ya yah.. Seperti Faris Audah itu" kata Shahia


"Aamiin" jawab mereka


"Faris Audah juga merupakan sosok anak kecil yang tak mau membuat orang sekitarnya bersedih.. Ia selalu menyembunyikan baju di dekat sekolahnya,dikarenakan sekolahnya itu dekat dengan zionis Israel, jadi setiap pulang sekolah dan melawan zionis Israel ia selalu ganti bajunya dengan yang bersih.. Agar orang tua dan orang di sekitarnya itu tidak menaruh curiga bahwa ia habis menentang zionis Israel" tambah Abah


"Shahia baru tau.. Alhamdulillah Shahia dapet ilmu baru" kata Shahia


Gus Afnan tersenyum memandang Shahia dan putranya.. Ia bahagia bisa melihat sang istri bahagia.. begitupun dengan yang lainnya..


Sudah 3 hari Shahia berada di rumah sakit, malam ini Gus Afnan sedang membereskan barang barang yang akan dibawa pulang esok hari, karena dokter sudah membolehkan Shahia pulang..

__ADS_1


Tok..Tok..Tok


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"Bubuuuu... Ziya kangen" kata Ziya


"Bubu juga kangen.. Ziya gak nakal kan selama tinggal sama umi Nida?" tanya Shahia


"Enggak Bu.. Ziya selalu nurut.. Kadang Ziya bantu nyuci piring plastik bekas makan Ziya, putri dan nawir" kata Ziya


"Pinter banget sih anak bubu" kata Shahia mencium pipi sang anak


"Bubu.. Besok dedek bayinya ikut Nawir yaa ke kebun.. Nanti Nawir ajarin caranya naik pohon" kata Munawir


"Nawir.. Dedeknya kan masih bayi" kata Nida lembut


"Dia laki laki dek, bukan perempuan" kata Munawir


Ya, Munawir anak pertama dan putri kedua.. Walau mereka kembar dan hanya selang beberapa menit, tapi Munawir lah yang lahir terlebih dahulu.. Jadi Munawir manggil putri adek dan putri memanggil Munawir akhi..


Malam ini Ziya tidur di rumah sakit karena ia mau bersama adik kesayangannya yang baru lahir..


Ia menjadi sosok kakak yang sangat sayang sama adiknya.. Saat Faris menangis, ia langsung mengusap ngusap pelan tubuh adiknya agar berhenti menangis..


Gus Arkan, Nida dan kedua anaknya sudah pulang membawa beberapa barang yang sudah tidak dibutuhkan, agar besok saat Shahia keluar rumah sakit tidak perlu membawa barang terlalu banyak..


Malam hari saat Faris menangis, Ziya terbangun.. Dilihat Yayah dan bubunya tidur dengan pulas.. Ia juga tak tega mambangunkan..


Akhirnya ia berinisiatif untuk menarik kursi dan menaiki kursi itu..

__ADS_1


Diarahkan jari telunjuknya ke arah mulut sang adik dan tangan satu lagi mengelus tubuh sang adik..


Sebenarnya ia juga mengantuk, tapi melihat orang tuanya yang pulas ia tak tega.. Ia merasa kasihan dengan orang tuanya pasti dulu seperti ini juga pas mengurus Ziya masih kecil..


Akhirnya Faris sudah tertidur dan Ziya balik ke tempat tidur asalnya.. Ia begitu ngantuk..


"Selamat bobo dek, ukhty sayang dedek" batin Ziya lalu ia memejamkan matanya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2